Showing posts with label gerija tuhan. Show all posts
Showing posts with label gerija tuhan. Show all posts

Thursday, 24 July 2014

Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas pada ayat - ayat berikut:
  • Yesus mengatakan, ' Akulah gembala yang baik'(Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, 'TUHAN adalah gembalaku'(Mazmur 23:1).
  • Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).
  • Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).
  • Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5)
  • Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6). Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58,
  • 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada' (Yohanes 8:58).

Sunday, 20 April 2014

PLUS ULTRA


PLUS ULTRA

Posted: 19 Apr 2014 10:00 AM PDT

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Korintus 15:35-58

Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. (1 Korintus 15:53)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 23-24

Uang logam Spanyol sebelum 1492 menunjukkan Selat Gibraltar dengan tulisan berbahasa Latin Ne plus ultra—tidak ada apa-apa lagi di luar sana. Namun, sesudah Columbus kembali dari perjalanannya menemukan Benua Amerika, mereka menerbitkan uang logam baru, dan tulisannya berbunyi Plus ultra—masih ada banyak hal lain di luar sana.

Ketika Yesus Kristus mati di kayu salib dan dikuburkan, boleh jadi para murid berpikir, selesailah sudah perjuangan mereka. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan setelah Guru mereka meninggal. Namun, saat Dia bangkit kembali dari antara orang mati dan berulang-ulang menampakkan diri pada mereka, tak ayal cara pandang dan pengharapan mereka berubah. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kematian bukanlah titik akhir. Paulus menggambarkan kematian sebagai saat ketika "yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati" (ay. 53). Melampaui kematian, ada kehidupan yang lebih mulia dan lebih berlimpah. Maut tidak lagi berkuasa (ay. 54-55), sedangkan kehidupan kekal berlangsung selamanya. Oleh kemenangan-Nya atas maut, perjuangan mereka dalam kehidupan saat ini tidak sia-sia (ay. 58).

Hari ini kita merayakan Minggu Kebangkitan. Kita dapat memandang Juru Selamat yang telah bangkit. Hati kita dapat berpaut pada pengharapan akan kehidupan kekal itu. Hidup kita saat ini bukan perjalanan yang sia-sia dan, sesudah kematian pun, masih ada kehidupan yang lebih mulia!—ARS

DI LUAR KRISTUS, KEMATIAN ADALAH TITIK AKHIR YANG MENGGENTARKAN.
DI DALAM KRISTUS, KEMATIAN ADALAH PINTU GERBANG MENUJU HIDUP BARU.


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

C.S. Lewis on the Spirit of God


C.S. Lewis on the Spirit of God

Posted: 19 Apr 2014 11:36 AM PDT


The Holy Spirit is like a dove, not a dove.

Like I wrote earlier, think and read imaginatively when you read this long-unauthorized quote from C.S. Lewis in his book Mere Christianity:

"The union between the Father and the Son is such a live concrete thing that this union itself is also a Person. I know this is almost inconceivable, but look at it thus. You know that among human beings, when they get together in a family, or a club, or a trade union, people talk about the 'spirit' of that family, or club, or trade union. They talk about its 'spirit' because the individual members, when they are together, do really develop particular ways of talking and behaving which they would not have if they were apart. It is as if a sort of communal personality came into existence. Of course, it is not a real person: it is only rather like a person.

But that is just one of the differences between God and us. What grows out of the joint life of the Father and Son is a real Person, is in fact the Third of the three Persons who are God. This third Person is called, in technical language, the Holy Ghost or the 'spirit' of God. Do not be worried or surprised if you find it (or Him) rather vaguer or more shadowy in your mind than the other two. I think there is a reason why that must be so.

In the Christian life you are not usually looking at Him. He is always acting through you. If you think of the Father as something 'out there', in front of you, and of the Son as someone standing at your side, helping you to pray, trying to turn you into another son, then you have to think of the third Person as something inside you, or behind you.

Perhaps some people might find it easier to begin with the third Person and work backwards. God is love, and that love works through men – especially through the whole community of Christians. But this spirit of love is, from all eternity, a love going on between the Father and the Son."

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Status: Penjahat


Status: Penjahat

Posted: 18 Apr 2014 06:19 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 19:16b-24

Sesungguhnya, Yesus Kristus disalibkan bukan karena desakan orang Yahudi kepada pemerintah pada waktu itu, tetapi karena Allah mengizinkan hal itu terjadi. Hukuman penyaliban adalah hukuman paling berat dan paling keji pada masa itu yang tujuannya adalah untuk mempermalukan seorang penjahat. Yesus Kristus disalibkan di tengah bersama dengan dua orang penjahat besar sehingga Yesus Kristus termasuk dalam kategori penjahat besar yang berbahaya. Dengan demikian, kemanusiaan Yesus Kristus dianggap menyandang status penjahat besar. Yesus Kristus menjalani perendahan diri—martabat, hak, dan status—sampai tahap paling rendah. Di kayu salib, Yesus Kristus mengalami pelecehan dan olokan, baik secara fisik maupun secara verbal. Tambahan pula, saat penyaliban, pakaian-Nya dan jubah-Nya diambil dan dibagi-bagi, dan dengan demikian menggenapi nubuat Kitab Suci tentang Sang Mesias (lihat Mazmur 22:19).

Apakah status kita yang sesungguhnya di hadapan Tuhan? Seharusnya status kita adalah penjahat, tetapi Yesus Kristus menggantikan diri kita dan menempati posisi kita. Kita tidak perlu menjalani cercaan, olokan, penderitaan fisik, dan pelecehan karena Yesus Kristus telah menempati posisi kita. Sudah sepantasnya bila kita semakin mengasihi Dia dari hari ke hari saat kita mengingat apa yang telah Dia lakukan bagi kita di kayu salib. Marilah kita meninggikan Dia dalam hidup kita sambil mengingat apa yang telah Dia lakukan bagi kita.[FW]

Filipi 2:5-8
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Berani menyatakan iman

Posted: 18 Apr 2014 06:16 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: Yohanes 19:38:42

Malam akan segera tiba. Mayat-mayat yang tergantung di kayu salib harus segera diturunkan dan dikuburkan. Tampaknya tidak mungkin lagi mengadakan penguburan yang layak bagi Yesus, baik oleh keluarga atau para murid Yesus. Padahal waktunya sangat mendesak, Sabat hampir segera tiba. Tubuh Yesus harus segera dikuburkan sebelum gelap (bdk. Luk. 23:54).

Dalam situasi demikian, tampillah Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus. Yusuf dari Arimatea adalah seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka (Mrk. 15:43). Menurut Lukas, Yusuf adalah orang yang baik dan benar (Luk. 23:50), yang menantikan kedatangan Kerajaan Allah (Luk. 23:51). Ia tidak setuju dengan keputusan para rekannya untuk membunuh Yesus (Luk. 23:51). Ia meminta kepada Pilatus agar diperbolehkan menguburkan mayat Yesus (38). Yusuf dari Arimatea tidak sendirian. Ia bekerja sama dengan Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi (Yoh. 3:1). Nikodemus pernah menemui Yesus pada malam hari untuk membahas arti kelahiran kembali (Yoh. 3). Ia juga pernah membela Yesus di hadapan anggota Mahkamah Agama (Yoh. 7:50-53). Awalnya mereka tidak berani menyatakan iman mereka, mungkin karena takut dikucilkan (bdk. Yoh. 9:22). Namun, mereka telah berubah. 

Setelah Pilatus mengabulkan permohonan Yusuf dari Arimatea, Yusuf dan Nikodemus mengapani mayat Yesus (40). Nikodemus membawa rempah-rempah untuk menguburkan mayat Yesus sesuai tradisi yang berlaku (40). Lalu mereka menguburkan mayat Yesus sebagaimana mestinya, di suatu makam yang masih baru (bdk. Mat. 27-60). Tampak kerja sama yang baik di antara mereka berdua. Mereka berani menyatakan iman, rela berkurban, dan sedia mempersembahkan yang terbaik bagi Yesus. Mereka tidak takut dikucilkan maupun menajiskan diri karena menyentuh mayat Yesus. 
Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus patut diteladani karena berani mengakui iman dan rela berkurban dengan mempersembahkan yang terbaik dalam menyatakan kasih kepada Yesus.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

DARAH YESUS: Menutupi Dosa Kita


DARAH YESUS: Menutupi Dosa Kita

Posted: 18 Apr 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 April 2014

Baca:  Mazmur 32:1-11

"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!"  Mazmur 32:1

Dalam Perjanjian Lama kita sering membaca tentang tabut perjanjian.  Di atas tabut perjanjian tersebut terdapat penutup, yang disebut tutup pendamaian"Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya."  (Keluaran 25:17).  Tutup pendamaian adalah lambang di mana Allah mencurahkan rahmat dan kasihNya, diartikan sebagai penutup dosa.  Itulah lambang darah Yesus yang menutupi dosa umat manusia melalui kematianNya di Kalvari sehingga Allah disenangkan dan diperdamaikan dengan kita, sebab hutang dosa manusia telah dibayar lunas oleh Yesus.  Yesus telah menjadi korban pendamaian sehingga keselamatan tersedia untuk semua orang.

     Allah adalah Pribadi yang Mahasuci;  Ia tidak dapat melihat dosa dan Ia menuntut hukuman atas dosa itu.  Yesus Kristus telah mencurahkan darahNya menjadi tebusan bagi dosa-dosa kita sebagai tutup pendamaian sehingga Allah tidak melihat dosa-dosa kita lagi.  Kematian Yesus di atas kayu salib menjadi alasan bagi Allah yang adil untuk mengampuni manusia yang berdosa.  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18).  Yesus Kristus telah menebus dosa-dosa kita.  Kata menebus berarti melepaskan dari perhambaan, tawanan bahkan kematian dengan pembayaran yaitu tebusan.  DarahNya telah menjadi tebusan kita yang dipersembahkan kepada Allah supaya kita dilepaskan dari dosa dan maut.  Artinya Yesus telah mengambil tempat kita, menanggung hukuman dosa kita dan mati menggantikan kita orang berdosa.  Hukuman yang seharusnya kita terima telah ditanggungNya supaya kita terbebas dari hukuman itu.

     Mari, jangan sekali-kali memandang remeh akan pengorbanan Kristus di atas kayu salib ini, di mana Ia menjelma menjadi manusia supaya Ia mati menggantikan kita, sebab hanya Dialah manusia yang benar-benar suci tanpa cacat cela.

Kristus mengorbankan nyawaNya menutupi dosa-dosa kita sehingga keselamatan diberikan kepada orang-orang berdosa yang mau bertobat dan percaya kepadaNya!

Saturday, 19 April 2014

Perjanjian Kesulungan – Petrus Agung – Minggu, 13 April 2014


Perjanjian Kesulungan – Petrus Agung – Minggu, 13 April 2014

Posted: 18 Apr 2014 06:23 PM PDT

Minggu, 13 April 2014

Perjanjian Kesulungan

Petrus Agung

20140413 kesulungan 02

Dalam anugerah Tuhan, kita semua bisa menerima perjanjian kesulungan

Ada orang-orang yang melakukan kesalahan, tapi terbebas dari hukuman di dunia.

1. Kain – Kej 4: 13-15

Saat Kain membunuh Habel, ternyata Kain tidak dibunuh sebagai gantinya. Padahal saat itu hukumnya: "mata ganti mata, nyawa ganti nyawa". Kain ter-proteksi karena tanda yang Tuhan berikan kepadanya. Kain dapatkan tanda itu karena dia adalah anak sulung, sehingga di dalam dirinya ada

Gereja Tuhan perlu mendapatkan tanda ini sehingga terlindungi dari yang jahat.


Dalam diri Kain ada proteksi perjanjian kesulungan.


2 Harun

Harun beberapa kali melakukan hal yang fatal:

  1. Harun dan Miriam memberontak terhadap Musa, saat Musa kawin dengan perempuan Kush. Tuhan marah, lalu Miriam kena kusta, tapi Harun tidak.

  2. Saat Musa naik ke gunung, orang Israel mendesak Harun membuat anak lembu emas, lalu mereka menyembahnya. Tuhan marah, dan membunuh semua yang menyembah anak lembu emas, tapi Harun tidak tersentuh.

Proteksi yang dialami Harun karena ia memakai pakaian imam besar, dan itu adalah gambaran dari Kristus. Saat jubah Harun dilepas, Harun mati.


Dalam kehidupan kita ada hal-hal yang Tuhan taruh, dan ternyata itu mem-proteksi kehidupan kita.


3. Tanda T – Yeh 9: 4-6

Kata tanda dalam huruf Ibrani adalah tâv (תּו, H8420), artinya tanda (mark).

Jika ada orang diberi tanda oleh Tuhan, maka saat apapun terjadi akan ada proteksi Tuhan dan tak tersentuh apapun


Saat wawancara dengan ps John Avanzini di rhema FM, salah satu pertanyaan p Agung adalah tentang tanda antikris (666). Menurut ps John:

Jika kita punya tanda yang dari Tuhan, tidak perlu khawatir dengan tanda yang dari setan


Tanda meterai dari Tuhan: Why 7: 1-3, Why 9: 1-4

katanya: ” Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon- pohon sebelum kami memeteraikan hamba- hamba Allah kami pada dahi mereka! ” (Why 7: 3)


Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput- rumput di bumi atau tumbuh- tumbuhan ataupun pohon- pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. (Why 9: 4)


Tanda 666 baru disebutkan di kitab Wahyu pasal 13. Tapi sebelumnya ada 2 pasal yang berkata tentang tanda pada dahi hamba-hamba Tuhan.

Kita memerlukan meterai dari Tuhan di dahi kita.


Semua visi yang Tuhan tunjukkan belumlah final, karena itu artinya kita punya hak untuk bersyafaat, menawar dan mencoba mengubahnya.

Hak kesulungan seharusnya bagi anak tertua. Tapi Alkitab menyebutkan bahwa hak kesulungan beberapa kali bergeser:

  • Ismael geser ke Ishak

  • Ruben geser ke Yusuf

  • Esau geser ke Yakub

Ada orang-orang yang mendapatkan hak kesulungan sekalipun bukan anak sulung secara jasmani


Kej 49: 26 – berkat Yakub yang adalah hak kesulungan, berpindah dari Ruben pada Yusuf


Berkat ayahmu melebihi berkat gunung- gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit- bukit yang berabad- abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara- saudaranya. (Kej 49: 26)


Semua berkat kesulungan yang diterima Yakub diturunkan kepada Yusuf. Tapi Yesus lahir dari keturunan Yehuda, dan bukan keturunan Yusuf.


Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara- saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak- anak ayahmu. (Kej 49: 8b)


Frase “anak-anak ayahmu sujud kepadamu” – adalah mimpi Yusuf. Dari mimpi itu Yusuf mendapat hak kesulungan. Maka hal ini seperti hak kesulungan bercabang 2:

  • Yusuf menerima hak kesulungan berdasarkan warisan.

  • Tapi ada cara lain: melalui cara Yehuda

Meterai Tuhan hanya aktif saat kita mengerjakan bagian kita dengan bertanggung-jawab.


Bagi orang yang tidak terima hak kesulungan secara warisan, ada peluang untuk mendapatkannya seperti Yehuda.


Kesulungan dan tanda dari Tuhan hanya diaktifkan saat kita melaksanakan tanggung-jawab kita.

Perjanjian hak kesulungan

Kej 37: 26 – Respon Yehuda saat saudara-saudaranya akan membunuh Yusuf. Hati Yehuda terusik dan sadar bahwa hal yang akan dilakukan terhadap Yusuf itu tidak benar. Yehuda mencegah saudara-saudaranya dan muncul sebagai pemimpin yang menunjukkan tanggung jawab.

Banyak orang mimpi atau mendapat pengelihatan tentang kekacauan di Indonesia, bahkan pertumpahan darah. Kita adalah orang yang bertanggung-jawab jika kita mencegah hal itu dengan memenuhi cawan-cawan kita: doa, kebaikan dan deklarasi.


Kej 38: 1-2 – Sejak Yusuf dijual, Yehuda terganggu hatinya, lalu meninggalkan saudara-saudaranya yang jahat. Dia menumpang seorang Adulam bernama Hira.

Adulam artinya "keadilan bagi manusia" (justice of the people). Yehuda seperti sedang mencari keadilan untuk adiknya yang dijual.

Hira artinya keluarga yang terhormat, keluarga bangsawan (a noble family). Yehuda seolah berkata bahwa seharusnya keluarga Yakub adalah keluarga yang terhormat, bukan saling jual keluarga.


Tuhan banyak bicara kepada kita, itu artinya kita harus ikut bertanggung-jawab dengan melakukan bagian kita.


Jangan sampai kejadian kerusuhan 1998 terulang, karena yang jadi korban adalah rakyat kecil. Contoh kehancuran bangsa:

  • Syria saat ini.

  • Ukraina: Tahun lalu p Agung sudah sampaikan pesan Tuhan. Saat ini terjadi perang.

  • Thailand: di KKR minggu lalu, p Agung sudah menyampaikan pesan Tuhan untuk negara itu.


Kej 42: 37-38 – Kelaparan terjadi di Kanaan, dan saudara-saudara Yusuf harus membeli gandum di Mesir. Untuk pembelian berikutnya, Yusuf meminta anak-anak Yakub membawa Benyamin. Ruben mau menyerahkan 2 anaknya sebagai jaminan Benyamin, tapi Yakub menolaknya.


Kej 43: 8-9 – Kelaparan semakin parah. Yakub akhirnya menyerahkan Benyamin kepada Yehuda, karena Yehuda bisa dipercaya. Sementara Ruben reputasinya tidak bisa dipercaya, pernah tidur dengan gundik Yakub.


Jika orang Kristen tidak sungguh-sungguh mendoakan bangsa kita, suatu hari Tuhan akan tanyakan tanggung jawab kita untuk bangsa ini.


Jika Tuhan menyatakan sesuatu kepada kita, itu artinya kita bisa dipercaya.

Kej 44: 12-34 – Saat Yusuf melakukan muslihat untuk menahan Benyamin, dan hal itu membahayakan nyawa Yakub. Maka Yehuda yang menjelaskan situasinya kepada Yusuf, sementara Ruben diam saja. Penjelasan Yehuda dan kesediaannya menggantikan posisi Benyamin, membuat Yusuf sadar bahwa keluarganya berubah, karena ada satu orang yang bertanggung-jawab. Kemudian Yusuf membuka identitasnya.


Saat kita ambil tanggung-jawab, tiba-tiba hak kesulungan akan menjadi bagian kita.

Jika ada berita di TV atau koran tentang situasi yang buruk, segera berdoa dan patahkan semua yang buruk, hanya kehendak Tuhan yang sempurna yang boleh jadi.


Kej 46: 28 – Yusuf menjemput Yakub dengan kereta yang megah. Sesampai di Mesir, Yakub memerintahkan Yehuda untuk bertemu Yusuf lebih dulu. Ini adalah kepercayaan yang diberikan karena tanggung-jawab.

Lihat apa yang terjadi pada kota dan bangsa kita. Jika tidak ada yang bertanggung-jawab, maka akan habis. Abraham gagal menyelamatkan Sodom, tapi doanya membuat Lot selamat.

Jika kita bertanggung-jawab, maka kita akan mendapat perlindungan istimewa dari Tuhan


Saat tanda Tuhan ada pada kita, tidak perlu khawatir akan tanda apapun dari si jahat, karena ada proteksi Tuhan atas kita. Tapi tanda itu hanya aktif saat kita mau mengambil tanggung-jawab.


Saat Yehuda mau memikul tanggung-jawabnya, maka berkat Yakub membuka peluang bagi Yehuda untuk menerima hak kesulungan


Dunia bisa membedakan antara orang yang bertanggung-jawab dan yang tidak. Seringkali orang tidak mau lagi berbisnis atau mempekerjakan kita karena tidak mempunyai tanggung jawab.

Pengumuman:

  • Ibadah Jumat Agung jam 7 pagi. Perjamuan kudus menggunakan roti yang kosher, dari toko orang Yahudi di Bangkok.

  • Senin 18:30 – pembukaan impact, doa untuk bangsa, jemaat di-doakan satu-persatu.

  • Kamis: Penjangkauan dewasa muda jam 18:00

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

 

Korespondensi:

antoniusfw@facebook.com (FB);

antonius_fw@yahoo.com (YM);

antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);

@Antonius_FW (tweeter);

pin BB 24D0C381

WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

 

Pelukis Terkenal


Pelukis Terkenal

Posted: 18 Apr 2014 05:00 PM PDT

Pelukis Terkenal

Pelukis Terkenal

Di sebuah kota kecil tinggalah seorang pelukis terkenal. Lukisannya sudah sudah mendunia dan banyak orang yang memesan lukisan padanya. Dari kejauhan ada seorang pemuda yang mengamati pelukis itu. Dengan penuh percaya diri dia mengajukan diri untuk menjadi seorang murid.

“Bolehkah saya menjadi muridmu? Saja juga bisa melukis dan ingin menjadi terkenal sepertimu.”

Alangkah senangnya ketika dia diterima untuk menjadi seorang murid dan juga diperbolehkan untuk tinggal bersamanya. Hari pertama dia mulai melukis dan mendapatkan hasil lukisan kurang sempurna. Selama satu minggu lamanya dia merasa tidak puas dengan hasil lukisannya sendiri.

“Saya rasa anda mempunyai rahasia dibalik kuas dan cat lukis itu sehingga dapat menghasilkan lukisan yang indah.”

Pemuda itu pun meminjam peralatan lukis dari pelukis, namun tetap saja mendapatkan hasil yang buruk. Diapun menjadi lesu dan patah semangat sehingga memutuskan untuk berhenti melukis.

“Saya sudah berusaha, namun tidak bisa melukis dengan baik seperti anda.”

“Anak muda, untuk mendapatkan hasil yang sempurna, kau harus bisa melewati ribuan kegagalan. Kau harus tekun dengan apa yang kau kerjakan dan kau juga akan mendapatkan banyak pelajaran di dalamnya. Kau akan tahu di mana letak kekuranganmu dan kau juga akan tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Aku telah melakukan hal itu selama puluhan tahun.”

Setiap orang memiliki talenta dan setiap orang juga berhak menikmati berkat dari telenta yang mereka miliki. Namun tidak banyak dari mereka yang dapat mengasah dan mengerjakan talenta itu dengan benar. Ketika dirasa untuk mencapai sukses itu sulit, maka mereka cenderung untuk berhenti dan mulai melirik keberhasilan orang lain.

Sesungguhnya ketika kita mampu mengerjakan telenta itu dengan tekun dan bertahan dalam setiap kegagalan yang ada, maka kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa karena Tuhan memberkati orang-orang yang tekun.

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Ibrani 10:36

Pelukis Terkenal is a post from: Renungan Harian Kristen

PERJANJIAN ANTARA TUHAN DAN MANUSIA


PERJANJIAN ANTARA TUHAN DAN MANUSIA

Posted: 18 Apr 2014 04:00 PM PDT

Kejadian 15:7-9 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."

Suatu hari TUHAN memberikan janji kepada Abram bahwa DIA akan membawa Abram ke Tanah Perjanjian. Sesaat setelah mendengar janji itu, Abram bertanya, "Bagaimanakah saya dapat mengetahui bahwa saya akan mendapatkannya?" Apakah pertanyaan ini terdengar familiar di telinga Anda? Apakah hari ini Anda sedang menantikan janji TUHAN yang tidak kunjung tiba dan Anda bertanya-tanya, "Apakah saya akan mendapatkannya?"

Waktu Abram mengajukan pertanyaan serius ini kepada TUHAN, TUHAN menyuruhnya mengambil seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur, dan seekor anak burung merpati. Sungguh respons yang tidak terduga, namun Abram mentaatiNYA. Jika Anda terus membaca pasal ini ke bawah, Anda akan menemukan fakta bahwa TUHAN sangat serius ingin memberikan janji tersebut kepada Abram. Untuk membuat Abram percaya, TUHAN bersedia mengikatkan diriNYA kepada Abram dalam sebuah perjanjian.

Pada dasarnya perjanjian itu sama seperti kontrak, hanya saja tanpa batas waktu. Kontrak mengikat hanya sampai batas waktu tertentu, misalnya lima atau sepuluh tahun, atau sampai sebatas pemenuhan hak dan kewajiban, setelah itu kontrak akan berakhir. Tetapi perjanjian adalah sesuatu yang permanen. Satu-satunya cara memutuskan perjanjian adalah kematian. Pernikahan adalah sebuah perjanjian, bukan kontrak. Sifatnya permanen – "Sampai maut memisahkan kita."Di zaman Alkitab, ketika dua pihak membuat suatu perjanjian, mereka membawa seekor domba atau kambing jantan, dan membunuhnya dengan cara membelah hewan tersebut menjadi dua bagian. Kemudian Anda dan partner Anda berjalan mendekati satu sama lain di antara kedua potongan hewan tersebut sampai keduanya bertatapan. Ini adalah simbol apa pun yang menjadi milik Anda menjadi milik partner Anda dan sebaliknya, milik partner Anda adalah milik Anda. Dalam perjanjian seperti ini tentu saja yang paling diuntungkan adalah pihak memiliki lebih sedikit atau yang lebih miskin.

Teman, TUHAN telah membuat perjanjiannya dengan Anda dan saya melalui YESUS. Darah YESUS adalah bentuk tandatangan persetujuan TUHAN di dalam perjanjian itu. Kita adalah pihak yang memiliki lebih sedikit, sedangkan TUHAN pemilik seluruh jagad raya. Anda mengerti maksud saya? Dalam perjanjian ini, kitalah yang paling diuntungkan, karena apa yang DIA miliki menjadi milik kita. Dan Anda tidak perlu kuatir TUHAN tidak menepati janjiNYA, karena perjanjianNYA dengan Anda bersifat kekal. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?- Bagian 12


Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?- Bagian 12

Posted: 16 Apr 2014 07:39 AM PDT

Oleh : Martin Simamora

Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?


Bacalah lebih dulu bagian11
Filipus dan Andreas, bahkan orang banyak, juga tercatat, telah   lebih dahulu menghadapi apa yang  telah  dihadapi oleh Petrus, sebuah realita  dalam bingkai "Allah telah menetapkan," yang kali ini  wujudnya adalah:  "...Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan - Yohanes 12:23" Menurut anda, bagaimana semestinya peristiwa yang akan mendatangkan kemuliaan itu? Melalui peritiwa mencekam? Peristiwa menyedihkan? Atau Peristiwa mengagumkan dan membahagiakan?  Pasti atau hampir semua orang, normalnya, tidak akan membayangkan hal-hal kelam  berwujud tragedi.

Oposisi "pengharapan manusia" terhadap Tuhan, pun nampak nyata dan keras menghantam kemampuan manusia untuk menerimanya dalam damai, apalagi sukacita.

Mari kita mendengarkan penjelasan  Yesus ,pada kesempatan ini, bagaimana dia HARUS mati :


"Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Yesus sedang mengaitkan "dimuliakan" dengan "jatuh dan mati. " (Yohanes 12:24)

Yesus sedang membicarakan sebuah jenis kematian yang menghasilkan banyak buah, sebab dia berkata "jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Dengan demikian, haruslah dipahami sedari awal, kematiannya bukanlah sebuah hal yang akan menggagalkan kemuliaanya atau akan menjadi batu sandungan bagi para murid-nya. Kematiannya akan menghasilkan banyak buah! Tetapi jelas ini sungguh teramat sukar dan jiwa telah terlanjur digentarkan!

Ini adalah  peristiwa kelam memilukan hati dan teramat menyedihkan. Jika Yesus berbicara kematian, maka bagi manusia kematian adalah kesedihan, sebuah kedukaan. Tidak ada terang didalam dan dibalik kematian. Ini belum bicara bagaimana proses kematian itu terjadi. Apakah didahului oleh kesakitan?; apakah didahului oleh aniaya?; apakah didahului penderitaan yang berkepanjangan?  Bagi manusia, pun kematian dipahami dalam makna yang beragam. Apakah dalam damai?; apakah dalam derita?; bahkan apakah dalam sebuah kehormatan?

Kalau Yesus mengatakan "jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah," tetaplah hal yang sukar dibayangkan untuk diterapkan pada manusia. Jelas terlihat semakin sukar untuk diterima, sebab Yesus mendahuluinya dengan "...Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan."

Mati dan dimuliakan pada Mesias? Ini tidak dapat dimengerti dalam derajat bagaimanapun, apalagi untuk diimani. Terlampau jauh  bagi akal budi dan jiwa.

Berbicara mati, bagi manusia, sama dengan kedukaan yang tak akan membuahkan DIMULIAKAN, selain larut dalam kehilangan yang tak dapat dipulihkan. Walau sebetulnya dan pada kenyataannya Yesus sedang menunjukan sebuah KEMATIAN yang AKTUAL atau NYATA atau Sebenarnya NAMUN kematian yang dialaminya  tidak akan menghasilkan perendahan pada reputasinya sebagai Mesias yang telah dinantikan.

Ketika dia mengatakan :"jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah," sudah jelas  sebenarnya apa yang akan terjadi dibalik kematiannya. Tetapi nampaknya manusia tidak kuasa untuk melihat "akan menghasilkan banyak buah," seperti halnya Petrus yang tidak kuasa untuk melihat "dibangkitkan pada hari ketiga."

Kematian Yesus, bukanlah kegelapan sama sekali, ada sebuah masa depan dibalik kematiannya; masa depan yang begitu cerah dan gemilang. Demikianlah dia menggambarkan ketetapan Allah yang harus terjadi atas dirinya, sebuah kematian yang tidak biasa!


Dengan kata lain, kematian Yesus adalah sesuatu yang telah direncanakan dan sesuai dengan maksud Allah ;bukan sebuah peristiwa yang tak tekendali apalagi untuk dikatakan sebagai peristiwa yang membuktikan bahwa Tuhan tidak berdaya; Tuhan tidak dapat mencegah manusia untuk berbuat jahat kepada Yesus, apalagi mengatakan sebagai sebuah tindakan bunuh diri.

Kala Yesus kemudian bertutur :"...dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?" -Yohanes 12:27.  Yesus secara tak langsung sedang menjawab pertanyaan  paling krusial terhadap  pengharapan para pendengarnya, yang berangkali dapat diwakilkan dengan sebuah pertanyaan sederhana :"tidak bisakah engkau melakukan sesuatu agar peristiwa kematian yang kaubicarakan tidak perlu terjadi?"

Yesus sedang memperlihatkan bahwa apa yang sedang diakatakan adalah sebuah keputusan yang "rasional" bagi Allah. Yesus dalam hal ini memahami pengharapan-pengharapan pendengarnya, tetapi dia mengatakan bahwa keinginan anda sekalian berbeda dengan keinginan Bapa.

Yesus dapat merasakan secara jitu apa yang berkecamuk didalam perasaan para pendengarnya. Yesus memahami bahwa KETETAPAN BAPA bukanlah perkara mudah untuk diterima oleh manusia, namun dia HARUS menghadirkannya. "...dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?" adalah sebuah jawaban kepada manusia yang sama kuatnya dengan perkataan Yesus yang berbunyi : "Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" Sebagaimana tercatat dalam Injil Matius 26:53.

Yesus hendak mengatakan, sekalipun Aku bisa melakukannya dan sangat bisa, tetapi yang tidak anda sekalian pahami adalah: memang demikian  kehendak Bapa (sehingga sekalipun Bapa dapat melakukan, Bapa tidak melakukannya) dan demikian juga kehendak Yesus (sehingga sekalipun dia bisa berseru kepada Bapa,  dia tidak melakukan). Bukankah Yesus berkata Aku dan Bapa satu? Sebagaimana Injil Yohanes menyatakannya  dalam Yohanes 14:10, dan Yohanes 10:30.

Kematian Yesus, peristiwa-peristiwa keji yang megawali peristiwa kematiannya yang akan datang, dengan demikian sebuah peristiwa yang diantisiapsi dan juga telah ditetapkan oleh Allah.

Berbicara kematian Yesus pun harus diperhatikan secara  cermat bagaimana dia menggambarkan  peristiwa kematian atas dirinya :


Yohanes 10:17-18 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."



Yesus hendak mengatakan bahwa KEMATIANNYA tidak  memiliki  makna ,sama sekali tidak, bahwa BAPA TIDAK MENGASIHI AKU. Didalam menghadapi kekelaman bahkan kematian, ternyata KASIH BAPA ada hadir menyertai Yesus. Yesus akan mengalami kematian dalam kasih Bapa. Bukankah Yesus sendiri  menegaskan bahwa Bapa mengasihi Anak? Yohanes 5:20 "Sebab Bapa mengasihi Anak..."

Yesus bahkan memberitahukan bagaimana kematian itu  terjadi atas dirinya. Apakah sebagaimana lazimnya manusia pada umumnya yang meninggal dunia karena "maut telah menjemput orang tersebut?" Apakah pada Yesus "maut menjemput Yesus?" Yesus mengatakan tidak demikian (Yohanes 10:17-18) :


karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali

Saya bahkan tak perlu memberikan penjelasan apapun, sebab kematian Yesus terjadi disebabkan oleh tindakan aktif dari dalam dirinya sendiri : "MEMBERIKAN nyawaku"; "Aku MEMBERIKANNYA menurut KEHENDAKKU sendiri"; "Aku BERKUASA memberikannya"; "Aku berkuasa mengambilnya kembali."

Dan ini selaras dengan pernyataan Yesus  tentang dirinya sebagaimana tercatat dalam :


Matius 5:26 "Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri."

Penjelasan Yesus ini, memiliki  dimensi yang tidak akan dapat disentuh oleh kematian dalam perspetif manusia dalam upaya yang bagaimanapun. Sebab sebetulnya Yesus hendak mengatakan bahwa Kematian itu sendiri  adalah OBYEK KEDAULATAN ALLAH itu sendiri dalam kemutlakan yang tak terbayangkan.


Yesus mengatakan "Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku," dengan  kata lain KEMATIAN hanya dapat bekerja SEBAGAI OBYEK KEDAULATAN ALLAH, dalam rencana Allah! Kematian  tidak pernah bekerja sebagai SUBYEK kala bekerja atas diri Yesus.


Sebagaimana Lazarus memang mati, maka Yesus pun benar- benar mati. Namun dihadapan Allah KEMATIAN SELALU MENJADI OBYEK KEDAULATAN ALLAH.  Kematian  ada dalam kendali KEDAULATAN ALLAH. Dan   kala Yesus berkata "Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku" dan "seperti Bapa... juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri," maka pada faktanya ALLAH YANG BERDAULAT ADA DALAM MANUSIA YESUS KRISTUS, sehingga  cara kerja KEMATIAN dalam diri Yesus bukanlah sebagai "pengusa" atas "jiwa" Yesus. Kematian tidak berkuasa atas "jiwa" Yesus sebab kematian adalah OBYEK KEDAULATAN ALLAH yang berdiam didalam diri Yesus.


Kematian Yesus adalah sebuah  fakta, namun seperti  yang telah didemonstrasikan oleh Yesus pada Lazarus, bahwa kematian yang betul-betul membusukan  mayat tersebut, tidaklah sama sekali berkuasa atas jiwa Yesus.

Tidakkah Yesus sudah memberitahukan ini secara nyata kepada semua pendengarnya kala dia berkata :

Matius 10:28 "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka."

Kematian pada Yesus dan Lazarus adalah kematian yang nyata dan aktual. Namun kematian TIDAK PERNAH MENJADI SUBYEK ATAS KEDAULATAN ALLAH, TETAPI SELALU MENJADI OBYEK KEDAULATAN ALLAH.

Kematian sukses membunuh tubuh Yesus (sebagamana Lazarus dan semua manusia) tetapi kematian tidak kuasa untuk membunuh jiwa Yesus!

Inilah sebabnya Yesus BERANI berkata : jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah

  


Ini adalah pernyataan yang, sekali lagi, segera mematahkan pandangan atau ajaran yang menyatakan  bahwa "Tuhan tidak dapat mencegah manusia untuk berbuat jahat." Konspirasi dan kejahatan   yang dilakukan manusia terhadap Yesus. Dikehendaki dan telah ditetapkan oleh Allah!

Bahwa kematiannya adalah sebuah ketetapan Allah yang juga dia setujui atau diinginkan, terungkap sederhana namun mengekspresikan sebuah kebulatan didalam jiwanya sendiri :"Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini."

Lalu bagaimana  reaksi pendengarnya terhadap ketetapan semacam ini?


Yohanes 12:34 "Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?"


Kehendak Yesus ini sungguh aneh dan luar biasa janggalnya bagi para pendengar kuno era  tersebut, bahkan juga bagi era kini. Tidak dapat diterima! Mesias HARUS mati? Bukankah Mesias dipahami hidup selama-lamanya?--[ Mazmur 110:4, Mazmur 45:6, Mazmur 72:17 anda dapat mempelajari perihal ini di sini]. Jika dia adalah Mesias mengapa dia berkata bahwa dia harus mati?

Yesus tahu secara pasti tidak ada yang salah dengan apa yang menjadi kehendaknya,bahkan terhadap pengharapan orang banyak pada  seorang Kristus, seorang Mesias. Sebab itu adalah apa yang menjadi kehendak Bapa dan  merupakan sebuah ketetapan Allah. Dan... bukankah dia  telah berkata  "untuk itulah  Aku datang ke dalam saat ini."

Apa yang diharapkan dari sang Mesias oleh orang-orang Yahudi kuno di era Yesus sebetulnya tidak salah, sebab bukankah kitab suci juga mendukung pengharapan mereka tersebut- sebuah penantian kuno, lama dinantikan! Tetapi apakah   hal itu akan terwujud "saat ini?"

Melalui Yohanes Pembaptis, sebetulnya sedari semula telah dinyatakan untuk apa Yesus datang saat ini : "...Lihatlah Anak domba Allah,Yohanes 1:29." Yesus adalah Anak domba Allah yang datang ke dalam dunia dan misinya adalah : "menghapus dosa dunia." Demikian seruan lantang dari mulut Yohanes Pembaptis mengenai Yesus.

Orang-orang Yahudi memahami Mesias yang datang  saat ini, SEMESTINYA akan segera menegakkan kerajaan kekal dan dia akan menjadi raja yang memerintah, bukan malah datang untuk mati. Namun pengharapan yang tidak keliru itu,  tidak akan terjadi  oleh kedatangan Yesus pada  saat ini; sebab saat ini Mesias adalah Anak domba Allah dengan misi menghapus dosa dunia.

Jika pun para pendengarnya mengingat cermat pada  seruan Yohanes Pembaptis mengenai Yesus adalah Anak Domba Allah. Tidakkah Kitab Suci mereka akan menjelaskannya?

Berbicara  domba, pasti  terkait dengan kematian  dan pengampunan dosa melalui anak domba tersebut:


Imamat 4:35 "Tetapi segala lemak haruslah dipisahkannya, seperti juga lemak domba korban keselamatan dipisahkan, lalu imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah di atas segala korban api-apian TUHAN. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia menerima pengampunan."



Imamat 16:15 "Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu."

Dengan demikian, ketika Yohanes  berkata mengenai Yesus : "...Lihatlah Anak domba Allah - Yohanes 1:29. Maka sedari awal nabi ini sedang mendeklarasikan  bahwa Yesus, saat ini, datang untuk disembelih. Yesus dikatakan Anak domba Allah; dia adalah domba yang berasal dari sorga, dikirimkan ke dunia ini untuk disembelih. Yesus mengatakan bahwa dia harus dibunuh.  Yesus tahu bahwa dia pasti akan mati sebagaimana dikehendaki Bapa dan dirinya sendiri.

Surat kepada Orang Ibranibahkan, akan membantu kita, sebab menggambarkan Yesus dan kematiannya sebagai seorang imam yang mempersembahkan dirinya sendiri; dia adalah Imam dan sekaligus Anak domba korban:


Ibrani 7:27 "yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban."



Ibrani 9:22 "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."

Dengan kata lain, KEMATIAN ADALAH OBYEK KEDAULATAN ALLAH dalam kematian Yesus! Ketika Ibrani menggambarkan kematian Yesus dengan frasa "mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban," tidakkah ini SENILAI dengan perkataan Yesus tadi yang berbunyi: "Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku" dan "seperti Bapa... juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri?" Sebagaimana telah saya sajikan di atas sebelumnya?

Teks-teks  Surat Ibrani diatas tersebut menggambarkan secara tepat   "untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini,"   sebagaimana yang Yesus nyatakan kepada pendengarnya  sebagaimana dicatat dalam injil Yohanes 12.


Hewan-hewan kurban yang tak bersalah itu menjadi korban atas kesalahan yang tidak dilakukan oleh hewan-hewan tersebut; tak bersalah tetapi dibuat menjadi korban (Baca Imamat 16). Dan demikianlah yang terjadi pada Yesus, tak bersalah tetapi dijadikan  sebagai bersalah :

2 Korintus 5:21 "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Bagaimana dan apa tujuan Yesus  "disembelih," atau dibunuh atau mengalami kematian? Beginilah dia menggambarkanya "dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku -  Yohanes 12:32."  Dia sedang menyingkapkan apa yang harus terjadi pada dirinya ketika berkata demikian, "Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati Yohanes 12:33."

Yesus adalah Anak domba Allah yang akan dibunuh atau dikorbankan atas kesalahan yang tidak dia lakukan, "sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini" -Yohanes 12:27."  Yesus tunduk kepada Bapa sebagaimana Bapa telah menetapkan dia sebagai Anak domba untuk  menghapus dosa. Namun Yesus berkata bahwa dalam kematiannya ada terkandung 2 tujuan mulia sekaligus! Pertama, Yesus dimuliakan, dan kedua, Bapa dimuliakan. Dua hal ini  tidak akan dapat dilihat oleh manusia sama sekali, kecuali Bapa memperlihatkan kepadanya!

Saudara-saudaraku, ketika Yesus berbicara bahwa dirinya dimuliakan dalam kematian, tidak sama sekali menyurutkan kekejian dan keaktualan  yang melingkupi peristiwa kematiannya. Ini bukanlah kematian yang main-main; ini adalah kematian Mesias yang mengakibatkan MAUT, kelak setelah itu, tidak lagi memiliki sengat maut, JIKA ANDA ADALAH ORANG-ORANG YANG DITEBUSNYA.

Perhatikankanlah ini:


1 Korintus 15:55-56 "Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat."

Dan kita telah mengetahui bahwa KEDAULATAN ALLAH DAN ALLAH SENDIRI ada didalam diri MANUSIA YESUS sebab dia berkata bahwa Dia dan Bapa adalah Satu! Sehingga Maut tidak berkuasa atas  "jiwa" Yesus (telah kita ketahui tadi) dan hukum Taurat sendiri tidak berkuasa atas dirinya tetapi dia berkuasa atas hukum Taurat :


Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
"

Dengan demikian Yesus adalah MANUSIA SEMPURNA tanpa CACAT sedikitpun MENURUT HUKUM TUHAN YANG SEMPURNA : HUKUM TAURAT!


Itulah sebabnya KEMATIAN YESUS pada akhirnya BERUJUNG pada Yesus dimuliakan dan Bapa dimuliakan melalui KEMATIAN YESUS yang tidak terjadi oleh sebuah PENGUASAAN ATAS JIWA YESUS. Karena KEMATIAN YESUS ADALAH KEMATIAN YANG  HANYA DAPAT MEMBUNUH TUBUH DAN TIDAK BERKUASA ATAS/MEMBUNUH JIWA YESUS; Karena KEMATIAN YESUS sebagai KEMATIAN MANUSIA YANG MEMILIKI HIDUP (sebagaimana Allah sejatinya PEMILIK HIDUP) maka kematian Yesus memiliki kuasa yang dahsyat atas kematian :


Yohanes 12:31 "Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar."

Itu sebabnya ketika berbicara kematian dirinya, Yesus mengatakan hal yang sukar untuk dilihat relasinya; relasi kematian dan kemuliaan : "telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan, " tetapi juga dengan "Bapa dimuliakan."

Bahkan Bapa menjawab pemintaan Yesus : " muliakanlah nama-Mu!" Dalam sebuah relasi yang janggal bagi manusia :"kematian Yesus."


Yohanes 12:28 "Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"

Kedatangan Yesus SAAT  INI memang bukan untuk  menegakan kerajaan abadi dan memerintahnya Mesias sebagai raja kekal, sehingga kemuliaannya berpendar dalam kemilau yang menyilaukan mata dan mengalahkan cahaya matahari. Sebab SAAT INI kedatangan Mesias untuk menjadi Anak domba yang dikorbankan oleh Bapa untuk menghapus dosa manusia, sehingga dalam hal ini Anak Manusia dimuliakan dan Bapa memuliakan nama-Nya.

Bagaimana kematian  Yesus akan  memuliakan dirinya sendiri- Anak Manusia?


"dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." – ayat 32

NIV : "And I, when I am lifted up from the earth, will draw all people to myself."

Peristiwa kematian Yesus dikatakannya sebagai akan MENARIK semua orang datang kepada-Nya. Sangat menarik bahwa peristiwa kematian Yesus di kayu salib digambarkan oleh Yesus sendiri sebagai peristiwa PENINGGIAN DIRINYA yang MENYEBABKAN semua orang datang kepada-Nya.

Tidakkah  sukar bagi siapapun bahwa KEMATIANNYA adalah PENINGGIANNYA? Tidakkah sukar bagi siapapun bahwa PENYALIBANNYA  adalah PEMULIAANNYA? Tidakkah sukar bagi siapapun  bahwa kematian Yesus malah  membuat semua orang  datang kepadanya?

Kecuali anda memahami bahwa dalam kematian Yesus, KEMATIAN MENJADI OBYEK KEDAULATAN ALLAH; KEMATIAN YESUS HANYA DAPAT MEMBUNUH TUBUH TETAPI TIDAK DAPAT MEMBUNUH JIWA YESUS!


Jelas sukar untuk memahami apalagi untuk  melihat bahwa KEMATIANNYA  malah membuat orang mendatangi dia. Jelas  mustahil, KECUALI mereka DITARIK datang kepadanya oleh Bapa. Ini malah secara luar biasa menjelaskan perkataan Yesus yang  kerap dihindari seolah mengindikasikan sebuah  fatalisme ( sudah saya jelaskan bahwa dalam penetapan Allah tidak ada sama sekali elemen fatalisme sebagaimana terindikasi dalam bagian10 dan bagian11)


Yohanes 12:24 "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah"


Biji gandum itu adalah Yesus, dan sebagaimana Yesus menjelaskan bahwa dia  SAAT INI datang sebagai Anak domba Allah yang dikorbankan sebagaimana domba kurban untuk mati. Kematiannya  memiliki Kuasa untuk MENGHASILKAN banyak buah. Kematiannya malah membuat orang mendatangi dia; kematiannya MENARIK banyak orang datang kepadanya.

Perkataan Yesus ini  secara sempurna memberikan sebuah "pilar" teramat  megah  bagi perkataan-perkataan Yesus  jauh sebelumnya, yang merupakan fondasi bagaimana keselematan boleh berlangsung pada seorang manusia :


Yohanes 6:44 "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman." 



Yohanes 6:65 "Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."

NIV :"He went on to say, "This is why I told you that no one can come to me unless the Father has enabled them."  (memampukan)

Kalau  Bapa tidak mengaruniakannya?

Tidakkah ini hendak mengatakan bahwa kecuali Bapa mengaruniakannya maka tidak ada satupun yang dapat  datang dan  percaya kepada Yesus? Mengapa demikian?

Bapa adalah kunci bagi setiap orang untuk datang kepada Yesus; Yesus bahkan mengatakannya  dalam bentuk ketetapan yang telah Allah nyatakan jauh sebelum Yesus sendiri datang ke duni saat ini .


Yohanes 12:37-40 "Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka."


Tahukah anda bahwa ini adalah KETETAPAN yang SANGAT SUKAR atau bahkan MUSTAHIL diterima dengan sepenuh hati dan penuh sukacita, tanpa sebuah upaya  untuk mematahkannya. Ya...mematahkan kesaksian Yesus sendiri:

Konsekuensi-konsekuensi minimal atas pernyataan Yesus terkait Yohanes 6: 44 , Yohanes 6:55 dan Yohanes 12:37-40 adalah sebagai berikut :


  1. Bahwa seseorang dapat datang kepada dan percaya kepada Yesus, semata akibat penarikan oleh Bapa. Dalam hal ini Bapa menjadi  penyebab utama dan tunggal bagi seseorang untuk dapat datang dan percaya kepada Yesus.
  2. Bahwa orang-orang Yahudi tersebut TIDAK PERCAYA KEPADANYA sekalipun Yesus begitu banyak mengadakan banyak mujizat, dikarenakan Allah sendiri telah menetapkan demikian jauh sebelumnya- sebelum Yesus datang ke dunia "Saat ini." Sebab dikatakan supaya genaplah firman yang disampaikan  oleh  nabi Yesaya." Yesus bahkan mengatakan  bagaimana itu terjadi : sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Tidak ada satupun yang dapat  percaya; dapat melihat; dapat lembut hati KECUALI BAPA MENYEMBUHKANNYA.

Keselamatan manusia SECARA TOTAL BERGANTUNG PADA KEMAUAN BAPA UNTUK MENYEMBUHKAN MANUSIA. Tidakkah kalau dikatakan Allah membutakan, mendegilkan, dan membuat tidak dapat percaya, sama saja dengan mengatakan semua manusia pada dasarnya adalah mati? Jika mati, adakah manusia mati dapat menghidupkan manusia mati selain Allah sendiri? TIDAKKAH INI MENGATAKAN BAHWA  JIKA ALLAH TIDAK MELAKUKAN APAPUN PADA SEMUA MANUSIA YANG PADA DASARNYA ADALAH MATI DALAM DOSA MAKA TIDAK ADA YANG DAPAT DIHARAPKAN?

Hanya Kematian Yesus yang diperlukan umat manusia  sebagai kebutuhan TERHAKIKI:

Perhatikan pernyataan Yesus yang luar bisa ini; sebuah perkataan yang sudah menuturkan bagaimana kematiannya akan berlangsung :


Matius 12:38 "Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

Tetapi jelas, Yunus bukanlah Anak domba Allah sebagaimana digambarkan oleh Yohanes Pembaptis, sebab  KEMATIAN YESUS memiliki kuasa untuk menghapus dosa dan MENARIK banyak orang. Itu sebabnya Yesus berkata keras kepada mereka :


Matius 12:41 "Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

PENETAPAN KEMATIAN YESUS SEBAGAI HAL TERHAKIKI YANG DIBUTUHKAN MANUSIA BAGI KESELAMATANNYA dan PENARIKAN SESEORANG OLEH BAPA KEPADA DIRI YESUS MELALUI KEMATIANNYA, adalah HUKUM SORGAWI yang tak dapat ditawar-tawar  sebagaimana  juga pada fakta yang tak dapat ditawar-tawar atau harus terjadi bahwa YESUS HARUS PERGI KE YERUSALEM UNTUK MENANGGUNG BANYAK PENDERITAAN DAN DIBUNUH.


Bapa menjadi PENENTU segala sesuatu  diatas semua ciptaan-Nya. Tak terkecuali dalam keselamatan manusia. Anda harus ditarik oleh Bapa, sebab Bapa telah menyatakan bahwa tidak ada yang dapat datang kepada Yesus dan percaya kepadanya (apalagi mengetahui bahwa dia adalah Mesias yang mengalami kematian?) selain yang ditarik  Bapa untuk datang dan percaya kepada Yesus.

Yohanes 12:37-40, juga menjelaskan kepada kita bahwa TIDAK SATUPUN  PERISTIWA MUJIZAT, PERISTIWA BAHAGIA, PERISTIWA KESEMBUHAN  yang  dapat membuat seseorang datang  dan percaya kepada Yesus  atau mengalami kelahiran baru, selain DITARIK OLEH BAPA.

Tidak satupun  peristiwa bahagia dan mujizat yang dapat mendatangkan keselamatan dan kehidupan dari Tuhan  bagi banyak orang. HANYA oleh KEMATIAN KRISTUS di Kayu salib saja akan melahirkan buah yang banyak, yaitu orang-orang yang diberikan Bapa kepada Yesus untuk datang kepadanya dan percaya kepadanya! (bacalah artikel ini, terkait perihal ini)

Untuk inilah dia datang TELAH saat ini; adalah  sebuah kemutlakan dari Allah yang tidak dapat ditawar oleh manusia. Untuk inilah Yesus datang saat ini, adalah sebuah misi   penyelamatan dari Allah melalui kematian Mesias; bukan sebuah kematian yang  tak berdaya, tetapi sebuah kematian yang berkuasa atas kematian itu sendiri sebab ini adalah jenis kematian yang menghasilkan buah!

Adakah anda menjumpai  kematian yang menghasilkan buah? Adakah kematian yang menghasilkan buah? Adakah kematian yang menghasilkan kehidupan? Hanya kematian Yesus saja yang menaklukan kematian itu sendiri sebab Yesus sendiri mengatakan bahwa kematiannya  menyingkirkan  penguasa dunia ini. Itu sebabnya kematiannya memiliki kuasa untuk menarik orang untuk datang kepada Dia.

Bersambung ke Bagian 13

***


“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes