- Yesus mengatakan, ' Akulah gembala yang baik'(Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, 'TUHAN adalah gembalaku'(Mazmur 23:1).
- Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).
- Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).
- Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5)
- Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6). Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58,
- 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada' (Yohanes 8:58).
Thursday, 24 July 2014
Sunday, 20 April 2014
PLUS ULTRA |
| Posted: 19 Apr 2014 10:00 AM PDT
Baca: 1 Korintus 15:35-58 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. (1 Korintus 15:53) Bacaan Alkitab Setahun: Uang logam Spanyol sebelum 1492 menunjukkan Selat Gibraltar dengan tulisan berbahasa Latin Ne plus ultra—tidak ada apa-apa lagi di luar sana. Namun, sesudah Columbus kembali dari perjalanannya menemukan Benua Amerika, mereka menerbitkan uang logam baru, dan tulisannya berbunyi Plus ultra—masih ada banyak hal lain di luar sana. Ketika Yesus Kristus mati di kayu salib dan dikuburkan, boleh jadi para murid berpikir, selesailah sudah perjuangan mereka. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan setelah Guru mereka meninggal. Namun, saat Dia bangkit kembali dari antara orang mati dan berulang-ulang menampakkan diri pada mereka, tak ayal cara pandang dan pengharapan mereka berubah. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kematian bukanlah titik akhir. Paulus menggambarkan kematian sebagai saat ketika "yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati" (ay. 53). Melampaui kematian, ada kehidupan yang lebih mulia dan lebih berlimpah. Maut tidak lagi berkuasa (ay. 54-55), sedangkan kehidupan kekal berlangsung selamanya. Oleh kemenangan-Nya atas maut, perjuangan mereka dalam kehidupan saat ini tidak sia-sia (ay. 58). Hari ini kita merayakan Minggu Kebangkitan. Kita dapat memandang Juru Selamat yang telah bangkit. Hati kita dapat berpaut pada pengharapan akan kehidupan kekal itu. Hidup kita saat ini bukan perjalanan yang sia-sia dan, sesudah kematian pun, masih ada kehidupan yang lebih mulia!—ARS DI LUAR KRISTUS, KEMATIAN ADALAH TITIK AKHIR YANG MENGGENTARKAN. Anda diberkati melalui Renungan Harian? Respons: |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian® To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
C.S. Lewis on the Spirit of God |
| C.S. Lewis on the Spirit of God Posted: 19 Apr 2014 11:36 AM PDT
Like I wrote earlier, think and read imaginatively when you read this long-unauthorized quote from C.S. Lewis in his book Mere Christianity: "The union between the Father and the Son is such a live concrete thing that this union itself is also a Person. I know this is almost inconceivable, but look at it thus. You know that among human beings, when they get together in a family, or a club, or a trade union, people talk about the 'spirit' of that family, or club, or trade union. They talk about its 'spirit' because the individual members, when they are together, do really develop particular ways of talking and behaving which they would not have if they were apart. It is as if a sort of communal personality came into existence. Of course, it is not a real person: it is only rather like a person. But that is just one of the differences between God and us. What grows out of the joint life of the Father and Son is a real Person, is in fact the Third of the three Persons who are God. This third Person is called, in technical language, the Holy Ghost or the 'spirit' of God. Do not be worried or surprised if you find it (or Him) rather vaguer or more shadowy in your mind than the other two. I think there is a reason why that must be so. In the Christian life you are not usually looking at Him. He is always acting through you. If you think of the Father as something 'out there', in front of you, and of the Son as someone standing at your side, helping you to pray, trying to turn you into another son, then you have to think of the third Person as something inside you, or behind you. Perhaps some people might find it easier to begin with the third Person and work backwards. God is love, and that love works through men – especially through the whole community of Christians. But this spirit of love is, from all eternity, a love going on between the Father and the Son." THINK BIG. START SMALL. GO DEEP. |
| You are subscribed to email updates from Word Speaks Today To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Status: Penjahat |
| Posted: 18 Apr 2014 06:19 PM PDT Posted on Sabtu, 19 April, 2014 by Saat Teduh - Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus - Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 19:16b-24 Sesungguhnya, Yesus Kristus disalibkan bukan karena desakan orang Yahudi kepada pemerintah pada waktu itu, tetapi karena Allah mengizinkan hal itu terjadi. Hukuman penyaliban adalah hukuman paling berat dan paling keji pada masa itu yang tujuannya adalah untuk mempermalukan seorang penjahat. Yesus Kristus disalibkan di tengah bersama dengan dua orang penjahat besar sehingga Yesus Kristus termasuk dalam kategori penjahat besar yang berbahaya. Dengan demikian, kemanusiaan Yesus Kristus dianggap menyandang status penjahat besar. Yesus Kristus menjalani perendahan diri—martabat, hak, dan status—sampai tahap paling rendah. Di kayu salib, Yesus Kristus mengalami pelecehan dan olokan, baik secara fisik maupun secara verbal. Tambahan pula, saat penyaliban, pakaian-Nya dan jubah-Nya diambil dan dibagi-bagi, dan dengan demikian menggenapi nubuat Kitab Suci tentang Sang Mesias (lihat Mazmur 22:19). Apakah status kita yang sesungguhnya di hadapan Tuhan? Seharusnya status kita adalah penjahat, tetapi Yesus Kristus menggantikan diri kita dan menempati posisi kita. Kita tidak perlu menjalani cercaan, olokan, penderitaan fisik, dan pelecehan karena Yesus Kristus telah menempati posisi kita. Sudah sepantasnya bila kita semakin mengasihi Dia dari hari ke hari saat kita mengingat apa yang telah Dia lakukan bagi kita di kayu salib. Marilah kita meninggikan Dia dalam hidup kita sambil mengingat apa yang telah Dia lakukan bagi kita.[FW] Filipi 2:5-8 Filed under: Renungan Harian |
| Posted: 18 Apr 2014 06:16 PM PDT Posted on Sabtu, 19 April, 2014 by Saat Teduh Baca: Yohanes 19:38:42 Malam akan segera tiba. Mayat-mayat yang tergantung di kayu salib harus segera diturunkan dan dikuburkan. Tampaknya tidak mungkin lagi mengadakan penguburan yang layak bagi Yesus, baik oleh keluarga atau para murid Yesus. Padahal waktunya sangat mendesak, Sabat hampir segera tiba. Tubuh Yesus harus segera dikuburkan sebelum gelap (bdk. Luk. 23:54). Dalam situasi demikian, tampillah Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus. Yusuf dari Arimatea adalah seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka (Mrk. 15:43). Menurut Lukas, Yusuf adalah orang yang baik dan benar (Luk. 23:50), yang menantikan kedatangan Kerajaan Allah (Luk. 23:51). Ia tidak setuju dengan keputusan para rekannya untuk membunuh Yesus (Luk. 23:51). Ia meminta kepada Pilatus agar diperbolehkan menguburkan mayat Yesus (38). Yusuf dari Arimatea tidak sendirian. Ia bekerja sama dengan Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi (Yoh. 3:1). Nikodemus pernah menemui Yesus pada malam hari untuk membahas arti kelahiran kembali (Yoh. 3). Ia juga pernah membela Yesus di hadapan anggota Mahkamah Agama (Yoh. 7:50-53). Awalnya mereka tidak berani menyatakan iman mereka, mungkin karena takut dikucilkan (bdk. Yoh. 9:22). Namun, mereka telah berubah. Setelah Pilatus mengabulkan permohonan Yusuf dari Arimatea, Yusuf dan Nikodemus mengapani mayat Yesus (40). Nikodemus membawa rempah-rempah untuk menguburkan mayat Yesus sesuai tradisi yang berlaku (40). Lalu mereka menguburkan mayat Yesus sebagaimana mestinya, di suatu makam yang masih baru (bdk. Mat. 27-60). Tampak kerja sama yang baik di antara mereka berdua. Mereka berani menyatakan iman, rela berkurban, dan sedia mempersembahkan yang terbaik bagi Yesus. Mereka tidak takut dikucilkan maupun menajiskan diri karena menyentuh mayat Yesus. - diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org - Filed under: Renungan Harian |
| You are subscribed to email updates from Saat Teduh To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
DARAH YESUS: Menutupi Dosa Kita |
| DARAH YESUS: Menutupi Dosa Kita Posted: 18 Apr 2014 11:00 AM PDT Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 April 2014 Baca: Mazmur 32:1-11 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!" Mazmur 32:1 Dalam Perjanjian Lama kita sering membaca tentang tabut perjanjian. Di atas tabut perjanjian tersebut terdapat penutup, yang disebut tutup pendamaian. "Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya." (Keluaran 25:17). Tutup pendamaian adalah lambang di mana Allah mencurahkan rahmat dan kasihNya, diartikan sebagai penutup dosa. Itulah lambang darah Yesus yang menutupi dosa umat manusia melalui kematianNya di Kalvari sehingga Allah disenangkan dan diperdamaikan dengan kita, sebab hutang dosa manusia telah dibayar lunas oleh Yesus. Yesus telah menjadi korban pendamaian sehingga keselamatan tersedia untuk semua orang. Allah adalah Pribadi yang Mahasuci; Ia tidak dapat melihat dosa dan Ia menuntut hukuman atas dosa itu. Yesus Kristus telah mencurahkan darahNya menjadi tebusan bagi dosa-dosa kita sebagai tutup pendamaian sehingga Allah tidak melihat dosa-dosa kita lagi. Kematian Yesus di atas kayu salib menjadi alasan bagi Allah yang adil untuk mengampuni manusia yang berdosa. "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18). Yesus Kristus telah menebus dosa-dosa kita. Kata menebus berarti melepaskan dari perhambaan, tawanan bahkan kematian dengan pembayaran yaitu tebusan. DarahNya telah menjadi tebusan kita yang dipersembahkan kepada Allah supaya kita dilepaskan dari dosa dan maut. Artinya Yesus telah mengambil tempat kita, menanggung hukuman dosa kita dan mati menggantikan kita orang berdosa. Hukuman yang seharusnya kita terima telah ditanggungNya supaya kita terbebas dari hukuman itu. Mari, jangan sekali-kali memandang remeh akan pengorbanan Kristus di atas kayu salib ini, di mana Ia menjelma menjadi manusia supaya Ia mati menggantikan kita, sebab hanya Dialah manusia yang benar-benar suci tanpa cacat cela. Kristus mengorbankan nyawaNya menutupi dosa-dosa kita sehingga keselamatan diberikan kepada orang-orang berdosa yang mau bertobat dan percaya kepadaNya! |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Air Hidup To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Saturday, 19 April 2014
Perjanjian Kesulungan – Petrus Agung – Minggu, 13 April 2014 |
| Perjanjian Kesulungan – Petrus Agung – Minggu, 13 April 2014 Posted: 18 Apr 2014 06:23 PM PDT Minggu, 13 April 2014 Perjanjian Kesulungan Petrus Agung Dalam anugerah Tuhan, kita semua bisa menerima perjanjian kesulungan Ada orang-orang yang melakukan kesalahan, tapi terbebas dari hukuman di dunia. 1. Kain – Kej 4: 13-15 Saat Kain membunuh Habel, ternyata Kain tidak dibunuh sebagai gantinya. Padahal saat itu hukumnya: "mata ganti mata, nyawa ganti nyawa". Kain ter-proteksi karena tanda yang Tuhan berikan kepadanya. Kain dapatkan tanda itu karena dia adalah anak sulung, sehingga di dalam dirinya ada Gereja Tuhan perlu mendapatkan tanda ini sehingga terlindungi dari yang jahat.
Harun beberapa kali melakukan hal yang fatal:
Proteksi yang dialami Harun karena ia memakai pakaian imam besar, dan itu adalah gambaran dari Kristus. Saat jubah Harun dilepas, Harun mati.
Kata tanda dalam huruf Ibrani adalah tâv (תּו, H8420), artinya tanda (mark). Jika ada orang diberi tanda oleh Tuhan, maka saat apapun terjadi akan ada proteksi Tuhan dan tak tersentuh apapun
Jika kita punya tanda yang dari Tuhan, tidak perlu khawatir dengan tanda yang dari setan
katanya: ” Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon- pohon sebelum kami memeteraikan hamba- hamba Allah kami pada dahi mereka! ” (Why 7: 3)
Kita memerlukan meterai dari Tuhan di dahi kita.
Hak kesulungan seharusnya bagi anak tertua. Tapi Alkitab menyebutkan bahwa hak kesulungan beberapa kali bergeser:
Ada orang-orang yang mendapatkan hak kesulungan sekalipun bukan anak sulung secara jasmani
Meterai Tuhan hanya aktif saat kita mengerjakan bagian kita dengan bertanggung-jawab.
Kej 37: 26 – Respon Yehuda saat saudara-saudaranya akan membunuh Yusuf. Hati Yehuda terusik dan sadar bahwa hal yang akan dilakukan terhadap Yusuf itu tidak benar. Yehuda mencegah saudara-saudaranya dan muncul sebagai pemimpin yang menunjukkan tanggung jawab. Banyak orang mimpi atau mendapat pengelihatan tentang kekacauan di Indonesia, bahkan pertumpahan darah. Kita adalah orang yang bertanggung-jawab jika kita mencegah hal itu dengan memenuhi cawan-cawan kita: doa, kebaikan dan deklarasi.
Adulam artinya "keadilan bagi manusia" (justice of the people). Yehuda seperti sedang mencari keadilan untuk adiknya yang dijual. Hira artinya keluarga yang terhormat, keluarga bangsawan (a noble family). Yehuda seolah berkata bahwa seharusnya keluarga Yakub adalah keluarga yang terhormat, bukan saling jual keluarga.
Kej 44: 12-34 – Saat Yusuf melakukan muslihat untuk menahan Benyamin, dan hal itu membahayakan nyawa Yakub. Maka Yehuda yang menjelaskan situasinya kepada Yusuf, sementara Ruben diam saja. Penjelasan Yehuda dan kesediaannya menggantikan posisi Benyamin, membuat Yusuf sadar bahwa keluarganya berubah, karena ada satu orang yang bertanggung-jawab. Kemudian Yusuf membuka identitasnya.
Jika ada berita di TV atau koran tentang situasi yang buruk, segera berdoa dan patahkan semua yang buruk, hanya kehendak Tuhan yang sempurna yang boleh jadi.
Lihat apa yang terjadi pada kota dan bangsa kita. Jika tidak ada yang bertanggung-jawab, maka akan habis. Abraham gagal menyelamatkan Sodom, tapi doanya membuat Lot selamat. Jika kita bertanggung-jawab, maka kita akan mendapat perlindungan istimewa dari Tuhan
Pengumuman:
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/
Korespondensi: antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM); antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB); @Antonius_FW (tweeter); pin BB 24D0C381 WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064
|
| You are subscribed to email updates from Minyak Cadangan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Pelukis Terkenal |
| Posted: 18 Apr 2014 05:00 PM PDT Di sebuah kota kecil tinggalah seorang pelukis terkenal. Lukisannya sudah sudah mendunia dan banyak orang yang memesan lukisan padanya. Dari kejauhan ada seorang pemuda yang mengamati pelukis itu. Dengan penuh percaya diri dia mengajukan diri untuk menjadi seorang murid. “Bolehkah saya menjadi muridmu? Saja juga bisa melukis dan ingin menjadi terkenal sepertimu.” Alangkah senangnya ketika dia diterima untuk menjadi seorang murid dan juga diperbolehkan untuk tinggal bersamanya. Hari pertama dia mulai melukis dan mendapatkan hasil lukisan kurang sempurna. Selama satu minggu lamanya dia merasa tidak puas dengan hasil lukisannya sendiri. “Saya rasa anda mempunyai rahasia dibalik kuas dan cat lukis itu sehingga dapat menghasilkan lukisan yang indah.” Pemuda itu pun meminjam peralatan lukis dari pelukis, namun tetap saja mendapatkan hasil yang buruk. Diapun menjadi lesu dan patah semangat sehingga memutuskan untuk berhenti melukis. “Saya sudah berusaha, namun tidak bisa melukis dengan baik seperti anda.” “Anak muda, untuk mendapatkan hasil yang sempurna, kau harus bisa melewati ribuan kegagalan. Kau harus tekun dengan apa yang kau kerjakan dan kau juga akan mendapatkan banyak pelajaran di dalamnya. Kau akan tahu di mana letak kekuranganmu dan kau juga akan tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Aku telah melakukan hal itu selama puluhan tahun.” Setiap orang memiliki talenta dan setiap orang juga berhak menikmati berkat dari telenta yang mereka miliki. Namun tidak banyak dari mereka yang dapat mengasah dan mengerjakan talenta itu dengan benar. Ketika dirasa untuk mencapai sukses itu sulit, maka mereka cenderung untuk berhenti dan mulai melirik keberhasilan orang lain. Sesungguhnya ketika kita mampu mengerjakan telenta itu dengan tekun dan bertahan dalam setiap kegagalan yang ada, maka kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa karena Tuhan memberkati orang-orang yang tekun. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Ibrani 10:36 Pelukis Terkenal is a post from: Renungan Harian Kristen |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Kristen To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
PERJANJIAN ANTARA TUHAN DAN MANUSIA |
| PERJANJIAN ANTARA TUHAN DAN MANUSIA Posted: 18 Apr 2014 04:00 PM PDT Kejadian 15:7-9 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."Suatu hari TUHAN memberikan janji kepada Abram bahwa DIA akan membawa Abram ke Tanah Perjanjian. Sesaat setelah mendengar janji itu, Abram bertanya, "Bagaimanakah saya dapat mengetahui bahwa saya akan mendapatkannya?" Apakah pertanyaan ini terdengar familiar di telinga Anda? Apakah hari ini Anda sedang menantikan janji TUHAN yang tidak kunjung tiba dan Anda bertanya-tanya, "Apakah saya akan mendapatkannya?" Waktu Abram mengajukan pertanyaan serius ini kepada TUHAN, TUHAN menyuruhnya mengambil seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur, dan seekor anak burung merpati. Sungguh respons yang tidak terduga, namun Abram mentaatiNYA. Jika Anda terus membaca pasal ini ke bawah, Anda akan menemukan fakta bahwa TUHAN sangat serius ingin memberikan janji tersebut kepada Abram. Untuk membuat Abram percaya, TUHAN bersedia mengikatkan diriNYA kepada Abram dalam sebuah perjanjian. Pada dasarnya perjanjian itu sama seperti kontrak, hanya saja tanpa batas waktu. Kontrak mengikat hanya sampai batas waktu tertentu, misalnya lima atau sepuluh tahun, atau sampai sebatas pemenuhan hak dan kewajiban, setelah itu kontrak akan berakhir. Tetapi perjanjian adalah sesuatu yang permanen. Satu-satunya cara memutuskan perjanjian adalah kematian. Pernikahan adalah sebuah perjanjian, bukan kontrak. Sifatnya permanen – "Sampai maut memisahkan kita."Di zaman Alkitab, ketika dua pihak membuat suatu perjanjian, mereka membawa seekor domba atau kambing jantan, dan membunuhnya dengan cara membelah hewan tersebut menjadi dua bagian. Kemudian Anda dan partner Anda berjalan mendekati satu sama lain di antara kedua potongan hewan tersebut sampai keduanya bertatapan. Ini adalah simbol apa pun yang menjadi milik Anda menjadi milik partner Anda dan sebaliknya, milik partner Anda adalah milik Anda. Dalam perjanjian seperti ini tentu saja yang paling diuntungkan adalah pihak memiliki lebih sedikit atau yang lebih miskin. Teman, TUHAN telah membuat perjanjiannya dengan Anda dan saya melalui YESUS. Darah YESUS adalah bentuk tandatangan persetujuan TUHAN di dalam perjanjian itu. Kita adalah pihak yang memiliki lebih sedikit, sedangkan TUHAN pemilik seluruh jagad raya. Anda mengerti maksud saya? Dalam perjanjian ini, kitalah yang paling diuntungkan, karena apa yang DIA miliki menjadi milik kita. Dan Anda tidak perlu kuatir TUHAN tidak menepati janjiNYA, karena perjanjianNYA dengan Anda bersifat kekal. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi) |
| You are subscribed to email updates from CHRISTIAN ONLINE DAILY BREAD To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?- Bagian 12 |
| Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?- Bagian 12 Posted: 16 Apr 2014 07:39 AM PDT Oleh : Martin SimamoraTuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat? Bacalah lebih dulu bagian11 Filipus dan Andreas, bahkan orang banyak, juga tercatat, telah lebih dahulu menghadapi apa yang telah dihadapi oleh Petrus, sebuah realita dalam bingkai "Allah telah menetapkan," yang kali ini wujudnya adalah: "...Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan - Yohanes 12:23" Menurut anda, bagaimana semestinya peristiwa yang akan mendatangkan kemuliaan itu? Melalui peritiwa mencekam? Peristiwa menyedihkan? Atau Peristiwa mengagumkan dan membahagiakan? Pasti atau hampir semua orang, normalnya, tidak akan membayangkan hal-hal kelam berwujud tragedi. Oposisi "pengharapan manusia" terhadap Tuhan, pun nampak nyata dan keras menghantam kemampuan manusia untuk menerimanya dalam damai, apalagi sukacita. Mari kita mendengarkan penjelasan Yesus ,pada kesempatan ini, bagaimana dia HARUS mati :
Yesus sedang membicarakan sebuah jenis kematian yang menghasilkan banyak buah, sebab dia berkata "jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Dengan demikian, haruslah dipahami sedari awal, kematiannya bukanlah sebuah hal yang akan menggagalkan kemuliaanya atau akan menjadi batu sandungan bagi para murid-nya. Kematiannya akan menghasilkan banyak buah! Tetapi jelas ini sungguh teramat sukar dan jiwa telah terlanjur digentarkan! Ini adalah peristiwa kelam memilukan hati dan teramat menyedihkan. Jika Yesus berbicara kematian, maka bagi manusia kematian adalah kesedihan, sebuah kedukaan. Tidak ada terang didalam dan dibalik kematian. Ini belum bicara bagaimana proses kematian itu terjadi. Apakah didahului oleh kesakitan?; apakah didahului oleh aniaya?; apakah didahului penderitaan yang berkepanjangan? Bagi manusia, pun kematian dipahami dalam makna yang beragam. Apakah dalam damai?; apakah dalam derita?; bahkan apakah dalam sebuah kehormatan? Kalau Yesus mengatakan "jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah," tetaplah hal yang sukar dibayangkan untuk diterapkan pada manusia. Jelas terlihat semakin sukar untuk diterima, sebab Yesus mendahuluinya dengan "...Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan." Mati dan dimuliakan pada Mesias? Ini tidak dapat dimengerti dalam derajat bagaimanapun, apalagi untuk diimani. Terlampau jauh bagi akal budi dan jiwa. Berbicara mati, bagi manusia, sama dengan kedukaan yang tak akan membuahkan DIMULIAKAN, selain larut dalam kehilangan yang tak dapat dipulihkan. Walau sebetulnya dan pada kenyataannya Yesus sedang menunjukan sebuah KEMATIAN yang AKTUAL atau NYATA atau Sebenarnya NAMUN kematian yang dialaminya tidak akan menghasilkan perendahan pada reputasinya sebagai Mesias yang telah dinantikan. Ketika dia mengatakan :"jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah," sudah jelas sebenarnya apa yang akan terjadi dibalik kematiannya. Tetapi nampaknya manusia tidak kuasa untuk melihat "akan menghasilkan banyak buah," seperti halnya Petrus yang tidak kuasa untuk melihat "dibangkitkan pada hari ketiga."
Kala Yesus kemudian bertutur :"...dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?" -Yohanes 12:27. Yesus secara tak langsung sedang menjawab pertanyaan paling krusial terhadap pengharapan para pendengarnya, yang berangkali dapat diwakilkan dengan sebuah pertanyaan sederhana :"tidak bisakah engkau melakukan sesuatu agar peristiwa kematian yang kaubicarakan tidak perlu terjadi?" Yesus sedang memperlihatkan bahwa apa yang sedang diakatakan adalah sebuah keputusan yang "rasional" bagi Allah. Yesus dalam hal ini memahami pengharapan-pengharapan pendengarnya, tetapi dia mengatakan bahwa keinginan anda sekalian berbeda dengan keinginan Bapa. Yesus dapat merasakan secara jitu apa yang berkecamuk didalam perasaan para pendengarnya. Yesus memahami bahwa KETETAPAN BAPA bukanlah perkara mudah untuk diterima oleh manusia, namun dia HARUS menghadirkannya. "...dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?" adalah sebuah jawaban kepada manusia yang sama kuatnya dengan perkataan Yesus yang berbunyi : "Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" Sebagaimana tercatat dalam Injil Matius 26:53. Yesus hendak mengatakan, sekalipun Aku bisa melakukannya dan sangat bisa, tetapi yang tidak anda sekalian pahami adalah: memang demikian kehendak Bapa (sehingga sekalipun Bapa dapat melakukan, Bapa tidak melakukannya) dan demikian juga kehendak Yesus (sehingga sekalipun dia bisa berseru kepada Bapa, dia tidak melakukan). Bukankah Yesus berkata Aku dan Bapa satu? Sebagaimana Injil Yohanes menyatakannya dalam Yohanes 14:10, dan Yohanes 10:30. Kematian Yesus, peristiwa-peristiwa keji yang megawali peristiwa kematiannya yang akan datang, dengan demikian sebuah peristiwa yang diantisiapsi dan juga telah ditetapkan oleh Allah. Berbicara kematian Yesus pun harus diperhatikan secara cermat bagaimana dia menggambarkan peristiwa kematian atas dirinya :
Apa yang luar biasa terkait KEMATIAN YESUS? Pertama-tama Yesus berkata "Bapa mengasihi Aku." Bagaimana mungkin Bapa mengasihi Yesus namun Yesus harus menderita dan mengalami kematian? Tidakkah ini mirip dengan kenyataan yang dialami oleh Maria dan Marta terkait Lazarus yang sakit; ketiganya dikatakan sebagai yang DIKASIHI YESUS, namun Yesus sengaja mengakibatkan penyakit mengakibatkan kematian dengan melakukan penundaan-penundaan? Bacalah kembali perihal ini pada bagian 9 dalam artikel berseri ini.
Yesus bahkan memberitahukan bagaimana kematian itu terjadi atas dirinya. Apakah sebagaimana lazimnya manusia pada umumnya yang meninggal dunia karena "maut telah menjemput orang tersebut?" Apakah pada Yesus "maut menjemput Yesus?" Yesus mengatakan tidak demikian (Yohanes 10:17-18) :
Saya bahkan tak perlu memberikan penjelasan apapun, sebab kematian Yesus terjadi disebabkan oleh tindakan aktif dari dalam dirinya sendiri : "MEMBERIKAN nyawaku"; "Aku MEMBERIKANNYA menurut KEHENDAKKU sendiri"; "Aku BERKUASA memberikannya"; "Aku berkuasa mengambilnya kembali." Dan ini selaras dengan pernyataan Yesus tentang dirinya sebagaimana tercatat dalam :
Penjelasan Yesus ini, memiliki dimensi yang tidak akan dapat disentuh oleh kematian dalam perspetif manusia dalam upaya yang bagaimanapun. Sebab sebetulnya Yesus hendak mengatakan bahwa Kematian itu sendiri adalah OBYEK KEDAULATAN ALLAH itu sendiri dalam kemutlakan yang tak terbayangkan.
Kematian Yesus adalah sebuah fakta, namun seperti yang telah didemonstrasikan oleh Yesus pada Lazarus, bahwa kematian yang betul-betul membusukan mayat tersebut, tidaklah sama sekali berkuasa atas jiwa Yesus. Tidakkah Yesus sudah memberitahukan ini secara nyata kepada semua pendengarnya kala dia berkata :
Kematian pada Yesus dan Lazarus adalah kematian yang nyata dan aktual. Namun kematian TIDAK PERNAH MENJADI SUBYEK ATAS KEDAULATAN ALLAH, TETAPI SELALU MENJADI OBYEK KEDAULATAN ALLAH.
Inilah sebabnya Yesus BERANI berkata : jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah
Lalu bagaimana reaksi pendengarnya terhadap ketetapan semacam ini?
Kehendak Yesus ini sungguh aneh dan luar biasa janggalnya bagi para pendengar kuno era tersebut, bahkan juga bagi era kini. Tidak dapat diterima! Mesias HARUS mati? Bukankah Mesias dipahami hidup selama-lamanya?--[ Mazmur 110:4, Mazmur 45:6, Mazmur 72:17 anda dapat mempelajari perihal ini di sini]. Jika dia adalah Mesias mengapa dia berkata bahwa dia harus mati? Yesus tahu secara pasti tidak ada yang salah dengan apa yang menjadi kehendaknya,bahkan terhadap pengharapan orang banyak pada seorang Kristus, seorang Mesias. Sebab itu adalah apa yang menjadi kehendak Bapa dan merupakan sebuah ketetapan Allah. Dan... bukankah dia telah berkata "untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini." Apa yang diharapkan dari sang Mesias oleh orang-orang Yahudi kuno di era Yesus sebetulnya tidak salah, sebab bukankah kitab suci juga mendukung pengharapan mereka tersebut- sebuah penantian kuno, lama dinantikan! Tetapi apakah hal itu akan terwujud "saat ini?" Melalui Yohanes Pembaptis, sebetulnya sedari semula telah dinyatakan untuk apa Yesus datang saat ini : "...Lihatlah Anak domba Allah,Yohanes 1:29." Yesus adalah Anak domba Allah yang datang ke dalam dunia dan misinya adalah : "menghapus dosa dunia." Demikian seruan lantang dari mulut Yohanes Pembaptis mengenai Yesus. Orang-orang Yahudi memahami Mesias yang datang saat ini, SEMESTINYA akan segera menegakkan kerajaan kekal dan dia akan menjadi raja yang memerintah, bukan malah datang untuk mati. Namun pengharapan yang tidak keliru itu, tidak akan terjadi oleh kedatangan Yesus pada saat ini; sebab saat ini Mesias adalah Anak domba Allah dengan misi menghapus dosa dunia. Jika pun para pendengarnya mengingat cermat pada seruan Yohanes Pembaptis mengenai Yesus adalah Anak Domba Allah. Tidakkah Kitab Suci mereka akan menjelaskannya? Berbicara domba, pasti terkait dengan kematian dan pengampunan dosa melalui anak domba tersebut:
Dengan demikian, ketika Yohanes berkata mengenai Yesus : "...Lihatlah Anak domba Allah - Yohanes 1:29. Maka sedari awal nabi ini sedang mendeklarasikan bahwa Yesus, saat ini, datang untuk disembelih. Yesus dikatakan Anak domba Allah; dia adalah domba yang berasal dari sorga, dikirimkan ke dunia ini untuk disembelih. Yesus mengatakan bahwa dia harus dibunuh. Yesus tahu bahwa dia pasti akan mati sebagaimana dikehendaki Bapa dan dirinya sendiri. Surat kepada Orang Ibranibahkan, akan membantu kita, sebab menggambarkan Yesus dan kematiannya sebagai seorang imam yang mempersembahkan dirinya sendiri; dia adalah Imam dan sekaligus Anak domba korban:
Dengan kata lain, KEMATIAN ADALAH OBYEK KEDAULATAN ALLAH dalam kematian Yesus! Ketika Ibrani menggambarkan kematian Yesus dengan frasa "mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban," tidakkah ini SENILAI dengan perkataan Yesus tadi yang berbunyi: "Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku" dan "seperti Bapa... juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri?" Sebagaimana telah saya sajikan di atas sebelumnya? Teks-teks Surat Ibrani diatas tersebut menggambarkan secara tepat "untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini," sebagaimana yang Yesus nyatakan kepada pendengarnya sebagaimana dicatat dalam injil Yohanes 12.
Bagaimana dan apa tujuan Yesus "disembelih," atau dibunuh atau mengalami kematian? Beginilah dia menggambarkanya "dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku - Yohanes 12:32." Dia sedang menyingkapkan apa yang harus terjadi pada dirinya ketika berkata demikian, "Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati Yohanes 12:33."
Saudara-saudaraku, ketika Yesus berbicara bahwa dirinya dimuliakan dalam kematian, tidak sama sekali menyurutkan kekejian dan keaktualan yang melingkupi peristiwa kematiannya. Ini bukanlah kematian yang main-main; ini adalah kematian Mesias yang mengakibatkan MAUT, kelak setelah itu, tidak lagi memiliki sengat maut, JIKA ANDA ADALAH ORANG-ORANG YANG DITEBUSNYA. Perhatikankanlah ini:
Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Dengan demikian Yesus adalah MANUSIA SEMPURNA tanpa CACAT sedikitpun MENURUT HUKUM TUHAN YANG SEMPURNA : HUKUM TAURAT!
Itu sebabnya ketika berbicara kematian dirinya, Yesus mengatakan hal yang sukar untuk dilihat relasinya; relasi kematian dan kemuliaan : "telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan, " tetapi juga dengan "Bapa dimuliakan."
Kedatangan Yesus SAAT INI memang bukan untuk menegakan kerajaan abadi dan memerintahnya Mesias sebagai raja kekal, sehingga kemuliaannya berpendar dalam kemilau yang menyilaukan mata dan mengalahkan cahaya matahari. Sebab SAAT INI kedatangan Mesias untuk menjadi Anak domba yang dikorbankan oleh Bapa untuk menghapus dosa manusia, sehingga dalam hal ini Anak Manusia dimuliakan dan Bapa memuliakan nama-Nya. Bagaimana kematian Yesus akan memuliakan dirinya sendiri- Anak Manusia?
Peristiwa kematian Yesus dikatakannya sebagai akan MENARIK semua orang datang kepada-Nya. Sangat menarik bahwa peristiwa kematian Yesus di kayu salib digambarkan oleh Yesus sendiri sebagai peristiwa PENINGGIAN DIRINYA yang MENYEBABKAN semua orang datang kepada-Nya. Tidakkah sukar bagi siapapun bahwa KEMATIANNYA adalah PENINGGIANNYA? Tidakkah sukar bagi siapapun bahwa PENYALIBANNYA adalah PEMULIAANNYA? Tidakkah sukar bagi siapapun bahwa kematian Yesus malah membuat semua orang datang kepadanya? Kecuali anda memahami bahwa dalam kematian Yesus, KEMATIAN MENJADI OBYEK KEDAULATAN ALLAH; KEMATIAN YESUS HANYA DAPAT MEMBUNUH TUBUH TETAPI TIDAK DAPAT MEMBUNUH JIWA YESUS!
Biji gandum itu adalah Yesus, dan sebagaimana Yesus menjelaskan bahwa dia SAAT INI datang sebagai Anak domba Allah yang dikorbankan sebagaimana domba kurban untuk mati. Kematiannya memiliki Kuasa untuk MENGHASILKAN banyak buah. Kematiannya malah membuat orang mendatangi dia; kematiannya MENARIK banyak orang datang kepadanya. Perkataan Yesus ini secara sempurna memberikan sebuah "pilar" teramat megah bagi perkataan-perkataan Yesus jauh sebelumnya, yang merupakan fondasi bagaimana keselematan boleh berlangsung pada seorang manusia :
Kalau Bapa tidak mengaruniakannya? Tidakkah ini hendak mengatakan bahwa kecuali Bapa mengaruniakannya maka tidak ada satupun yang dapat datang dan percaya kepada Yesus? Mengapa demikian?
Tahukah anda bahwa ini adalah KETETAPAN yang SANGAT SUKAR atau bahkan MUSTAHIL diterima dengan sepenuh hati dan penuh sukacita, tanpa sebuah upaya untuk mematahkannya. Ya...mematahkan kesaksian Yesus sendiri: Konsekuensi-konsekuensi minimal atas pernyataan Yesus terkait Yohanes 6: 44 , Yohanes 6:55 dan Yohanes 12:37-40 adalah sebagai berikut :
Tidak ada satupun yang dapat percaya; dapat melihat; dapat lembut hati KECUALI BAPA MENYEMBUHKANNYA.
Hanya Kematian Yesus yang diperlukan umat manusia sebagai kebutuhan TERHAKIKI: Perhatikan pernyataan Yesus yang luar bisa ini; sebuah perkataan yang sudah menuturkan bagaimana kematiannya akan berlangsung :
Tetapi jelas, Yunus bukanlah Anak domba Allah sebagaimana digambarkan oleh Yohanes Pembaptis, sebab KEMATIAN YESUS memiliki kuasa untuk menghapus dosa dan MENARIK banyak orang. Itu sebabnya Yesus berkata keras kepada mereka :
PENETAPAN KEMATIAN YESUS SEBAGAI HAL TERHAKIKI YANG DIBUTUHKAN MANUSIA BAGI KESELAMATANNYA dan PENARIKAN SESEORANG OLEH BAPA KEPADA DIRI YESUS MELALUI KEMATIANNYA, adalah HUKUM SORGAWI yang tak dapat ditawar-tawar sebagaimana juga pada fakta yang tak dapat ditawar-tawar atau harus terjadi bahwa YESUS HARUS PERGI KE YERUSALEM UNTUK MENANGGUNG BANYAK PENDERITAAN DAN DIBUNUH.
Yohanes 12:37-40, juga menjelaskan kepada kita bahwa TIDAK SATUPUN PERISTIWA MUJIZAT, PERISTIWA BAHAGIA, PERISTIWA KESEMBUHAN yang dapat membuat seseorang datang dan percaya kepada Yesus atau mengalami kelahiran baru, selain DITARIK OLEH BAPA. Tidak satupun peristiwa bahagia dan mujizat yang dapat mendatangkan keselamatan dan kehidupan dari Tuhan bagi banyak orang. HANYA oleh KEMATIAN KRISTUS di Kayu salib saja akan melahirkan buah yang banyak, yaitu orang-orang yang diberikan Bapa kepada Yesus untuk datang kepadanya dan percaya kepadanya! (bacalah artikel ini, terkait perihal ini) Untuk inilah dia datang TELAH saat ini; adalah sebuah kemutlakan dari Allah yang tidak dapat ditawar oleh manusia. Untuk inilah Yesus datang saat ini, adalah sebuah misi penyelamatan dari Allah melalui kematian Mesias; bukan sebuah kematian yang tak berdaya, tetapi sebuah kematian yang berkuasa atas kematian itu sendiri sebab ini adalah jenis kematian yang menghasilkan buah! Adakah anda menjumpai kematian yang menghasilkan buah? Adakah kematian yang menghasilkan buah? Adakah kematian yang menghasilkan kehidupan? Hanya kematian Yesus saja yang menaklukan kematian itu sendiri sebab Yesus sendiri mengatakan bahwa kematiannya menyingkirkan penguasa dunia ini. Itu sebabnya kematiannya memiliki kuasa untuk menarik orang untuk datang kepada Dia. Bersambung ke Bagian 13 *** |
| You are subscribed to email updates from Anchor of Life Fellowship To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |










