Showing posts with label Sarai. Show all posts
Showing posts with label Sarai. Show all posts

Saturday, 19 July 2014


Roma 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Selama ribuan tahun manusia mencoba hidup benar di mata TUHAN dengan cara melakukan sesuatu yang baik, mulia, dan kudus. Tujuannya sederhana, yaitu untuk mendapatkan kebaikan dan kemurahan TUHAN. Tidak sedikit orang yang menjadikan Keluaran 15:26 yang berbunyi, "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau," menjadi dasarnya.

Berita buruknya adalah tidak seorang pun yang pernah melakukan yang benar di mata TUHAN dengan sempurna. Sampai satu titik, manusia akan gagal dan berbuat salah. Itu sebabnya kalimat "tidak ada orang yang sempurna" tidak asing di telinga kita. Ya, faktanya tidak ada manusia yang sempurna dan dapat hidup benar di mata TUHAN melalui perbuatannya. Saya sarankan Anda berhenti mencobanya, karena saya tidak yakin Anda dapat menjadi orang pertama yang berhasil hidup sempurna di mata TUHAN dengan kekuatan sendiri.

Ini berita gembiranya. Anda dan saya patut bersyukur karena kita hidup di zaman kasih karunia, di mana YESUS telah datang, menderita, mengorbankan nyawa, dan bangkit bagi kita. Yesus menjadi tebusan bagi setiap kekurangan, kelemahan, dan ketidaksempurnaan kita. Hari ini kita dapat menarik napas lega, karena kita tidak perlu lagi melakukan sesuatu supaya dapat dipandang benar oleh TUHAN. Seperti yang Firman Tuhan katakan dalam ayat di atas, Anda dibenarkan karena IMAN.

Kata dibenarkan diambil dari bahasa Yunani "Diakioo" yang artinya dianggap benar. Anda dan saya dianggap benar semata-mata karena IMAN. "Iman kepada siapa?" Sudah jelas kepada YESUS. "Semudah itu?" Ya, semudah itu. Pada saat Anda percaya kepada YESUS sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, Anda dipandang benar oleh Bapa Sorgawi. Atau dengan kata lain, Anda dipandang sempurna oleh Bapa, sama seperti Bapa memandang YESUS. Anda ingat kata-kata Bapa kepada YESUS, "Inilah Anak-KU yang Kukasihi, kepadaNYAlah AKU berkenan." Tepat seperti itulah Bapa memandang Anda.

Ya, ya, ya, saya bisa mengerti betapa sulit mempercayai kabar baik ini. Itu sebabnya saya bersyukur kebenaran ini datangnya bukan dari saya, melainkan dari Firman Tuhan. Yang artinya, Anda bisa mencari, menyelidiki, meneliti, dan merenungkan sendiri kebenaran ini melalui Alkitab yang Anda miliki. Saya percaya ketika Anda merenungkan Roma pasal 3, 4, dan 5, Roh Kudus akan semakin membukakan kebenaran yang dahsyat ini bagi Anda. (penulis: @mistermuryadi)


Markus 1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
Pertanyaan: "Saya ingin tahu, apakah saya harus dibaptis supaya bisa masuk ke Sorga? Saya mencintai TUHAN dan saya pernah dibaptisa waktu berusia 7 tahun. Sekarang saya berusia 18 tahun dan seseorang dari gereja saya mengatakan bahwa tidak seorang pun dapat diselamatkan dan dibaptis saat di usia kecil. Mereka juga mengatakan bahwa saya harus dibaptis supaya bisa masuk Sorga, tapi orang lainnya katakan tidak seperti itu. Saya perlu tahu apakah saya harus dibaptis lagi. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati."

Jawaban: "Keselamatan dan pengampunan dosa kita dapatkan secara cuma-cuma sebagai pemberian saat kita percaya dengan IMAN kepada YESUS Kristus. Kis 10:43 mengatakan, "Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya." Keselamatan diberikan melalui iman kita kepada YESUS. Hanya itu. Saat Anda percaya kepada karya YESUS, darahNYA membuat Anda dilayakkan dan dibenarkan di hadapan TUHAN. Dalam Kis 10:44-48 dikatakan bahwa Roh Kudus diberikan kepada orang percaya, bahkan sebelum mereka dibaptis."

Dalam beberapa kesempatan, pengampunan dosa diberikan pada saat dilakukan baptisan (Kis 2:38). Ini karena baptisan tersebut merupakan ekspresi atau tindakan iman akibat seseorang bertobat dan berbalik kepada YESUS. Itu sebabnya dalam Mar 16:16 dikatakan, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." Baptisan juga merupakan salah satu cara untuk berseru kepada TUHAN meminta hati yang baik / bersih (Kis 22:16 dan 1 Pet 3:21).

Jika Anda sungguh-sungguh berbalik kepada YESUS dengan segenap hati Anda di usia 8 tahun dan dibaptis, maka TUHAN akan menerima IMAN Anda. Baptisan tidak memiliki syarat. Satu-satunya syarat adalah Anda sudah bertobat dan percaya kepada YESUS. Apakah Anda mengalami perubahan di hati Anda dan di dalam pikiran Anda saat Anda menyatakan percaya kepada YESUS (Kis 2:38, Kis 20:21, dan Kis 17:30)? Apakah Anda melatih iman Anda (membaca dan merenungkan Firman TUHAN) sejak menjadikan YESUS sebagai TUHAN dan Juruselamat (Mar 16:16, Yoh 3:16, Rom 10:9-10)? Jika tidak, berbaliklah kepada YESUS sekarang, bertobatlah dari segala dosa Anda, kembalilah kepada kasih karuniaNYA. Jika Anda belum pernah dibaptis, Anda dapat membuktikan komitmen pertobatan tersebut melalui baptisan air.

Baptisan air adalah tindakan untuk menyatakan iman Anda kepada YESUS. Tanpa iman tersebut, tindakan baptisan tidak ada artinya. Orang yang menerima dan percaya YESUS pasti ingin menyatakan imannya dan mengakui YESUS secara terbuka. Sebaliknya, orang yang menolak YESUS, selalu menunjukkan iman yang mati. IMAN dikatakan mati pada saat seseorang tidak memiliki keinginan untuk menyatakan imannya (Yak 2:18-19). IMAN kepada YESUS saja sebenarnya sudah cukup untuk menyelamatkan Anda, namun orang yang menyadari dirinya diselamatkan oleh YESUS selalu ingin mengeksrepsikannya. Baptisan adalah salah satu cara untuk mengekspresikan iman tersebut. Bukan baptisan yang menyelamatkan seseorang, YESUSlah yang menyelamatkan. Air tidak menghapus dosa Anda, darah YESUSlah yang menghapusnya. IMAN kepada YESUSlah yang membuat dosa Anda dibasuh oleh darahNYA yang kudus dan terkadang orang mengekspresikan IMAN-nya melalui baptisan (Kis 22:16). (penulis: @mistermuryadi)

Friday, 18 July 2014

Bagianmu, Bagian-Ku


Bagianmu, Bagian-Ku

Posted: 17 Jul 2014 07:35 PM PDT

Bagianmu, Bagian-Ku

Bagianmu, Bagian-Ku

Setiap manusia yang hidup di muka bumi ini pastinya harus memperjuangkan kehidupannya sendiri. Apa yang akan mereka makan, di mana mereka akan tinggal dan juga semua hal yang menyangkut tentang kehidupannya haruslah dicarinya sendiri. Tak heran jika banyak orang mengatakan bahwa kehidupan itu berat.

Ketika kita mau berjuang dan bekerja dengan jujur, pastilah banyak pihak-pihak yang tidak senang, terutama iblis. Tuhan pun juga mengijinkan berbagai macam pencobaan menerpa kehidupan kita untuk mengetahui seberapa besar iman kita kepada-Nya.

Saat kita ingin mendapatkan yang terbaik, maka pencobaan selalu menghadang. Dan di saat itu juga banyak orang yang mulai menyerah. Mereka lebih memilih mundur dan mencari tempat yang nyaman menurut kemauannya sendiri. Mereka percaya bahwa keputusannya itu adalah yang terbaik.

Sesungguhnya yang Tuhan mau adalah kita tetap berjuang dalam setiap pencobaan yang ada. Tuhan tidak ingin kita menyerah karena Dia selalu ada bersama kita dalam melewati semua pencobaan itu. Tuhan akan selalu memberi kekuatan dan tidak akan membiarkan kita terjatuh.

Segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita, baik atau buruk, pastilah sudah sesuai dengan rencana Tuhan untuk kehidupan kita. Semua yang telah terjadi adalah kehendak Tuhan dan semua itu pasti akan mendatangkan kebaikan di kemudian hari.

Mungkin saat kita kita sedang menjalani kehidupan dengan bercucuran air mata. Namun percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan air mata dan pengorbanan kita terbuang begitu saja dengan sia-sia. Tuhan akan memberkati semua yang telah kita lakukan. Mungkin berkat itu tidak langsung kita rasakan karena berkat itu akan nyata tepat pada waktunya. Kerjakan apa yang sudah menjadi bagian kita di dunia ini, selebihnya biarkan mujizat Tuhan yang bekerja dalam kehidupan kita.

Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 126:4-6

Bagianmu, Bagian-Ku is a post from: Renungan Harian Kristen

Dosa Serakah


Dosa Serakah

Posted: 16 Jul 2014 04:39 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 18

Allah menyuruh Yeremia untuk pergi ke tukang periuk. Melalui gambaran tentang tukang periuk, Allah menjelaskan bahwa Dia berdaulat atas semua bangsa. Sebagaimana penjunan akan menghancurkan bejana yang rusak, demikianlah Tuhan memperlihatkan kedaulatan-Nya untuk mencabut dan merobohkan bangsa yang jahat. Firman Tuhan mengatakan, "… Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!" (18:6). Pernyataan ini berarti bahwa bangsa Israel berada di dalam kendali Allah, sehingga bangsa Israel sebenarnya tidak dapat berpikir dengan seenaknya bahwa hidup mereka dikendalikan oleh diri mereka sendiri seperti yang mereka kira (18:12). Mengapa tukang periuk menghancurkan bejana tersebut? Bejana tersebut dihancurkan karena bejana itu tidak sesuai dengan standar yang diharapkan oleh tukang periuk. Seorang tukang periuk memiliki harapan seperti apa nantinya bentuk bejana itu, sehingga bejana itu bisa dibanggakan. Melalui gambaran ini, Allah menyatakan bahwa Dia berdaulat atas kehidupan umat-Nya. Dalam kedaulatan-Nya, terdapat standar yang diharapkan Allah atas ciptaan-Nya. Allah berhak memberikan standar dan Israel harus hidup sesuai dengan standar tersebut. Kesadaran bahwa Allah berdaulat atas kehidupan kita seharusnya membuat kita dengan sukacita mempercayakan segala sesuatu dalam hidup kita kepada-Nya. Kita perlu meyakini bahwa dalam kedaulatan Tuhan terdapat kebaikan Tuhan. Oleh karena itu, jika kita tunduk pada kedaulatan Allah, sepantasnya kita hidup sesuai dengan standar Tuhan, bukan standar diri kita sendiri.[LH]

Yeremia 18:6
"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!"

Jangan Sembunyikan Dosa mu

Posted: 15 Jul 2014 04:44 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 17

Nabi Yeremia memaparkan dosa-dosa yang dilakukan oleh umat Tuhan, yaitu penyembahan berhala (17:1-4); ketidakpercayaan terhadap penyertaan Allah, lebih percaya kepada manusia atau kepada bangsa lain (17:5-10); keserakahan (17:11); meninggalkan Tuhan (17:12-13); dan menolak nabi Tuhan (17:14-18). Pada zaman ini, dosa keserakahan sangat kuat menguasai manusia. Keserakahan umumnya tidak disebabkan karena seseorang mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi karena ia tidak pernah bisa merasa cukup dengan apa yang dia miliki. Keserakahan akhirnya mendorong seseorang untuk berani mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak halal. Nabi Yeremia menuliskan masalah di atas untuk menjelaskan bahwa kekayaan tidak ada artinya bila waktu penghakiman tiba, apalagi bagi mereka yang memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak halal. Keserakahan mendatangkan hukuman Tuhan. Orang yang serakah adalah orang yang beriman pada materi, bukan pada Tuhan. Keserakahan menunjukan bahwa sumber kebahagiaan hidup seseorang bukanlah Tuhan, melainkan materi. Dia mengira bahwa banyaknya materi akan membuat hidupnya terasa bahagia, aman, dan tenang, padahal kebahagiaan, keamanan, dan ketenangan yang dimilikinya adalah palsu. Kenyataannya, orang yang serakah akan hidup dalam kekuatiran karena dia takut kehilangan apa yang dimilikinya. Tuhan tidak menghendaki kekayaan yang kita peroleh dengan cara yang tidak halal (melalui korupsi, tipuan, atau dengan melakukan ketidakadilan).

Semua yang diperoleh dengan cara tidak halal bukanlah berkat

Tuhan dan tidak memberikan damai sejahtera. [LH]

Yeremia 17:11
"Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal."

SERI BANGSA ISRAEL: Dosa Percabulan (1)


SERI BANGSA ISRAEL: Dosa Percabulan (1)

Posted: 16 Jul 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 Juli 2014

Baca:  1 Korintus 10:1-13

"Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang."  1 Korintus 10:8

Perbuatan lain yang diperbuat oleh umat Israel yang membuat Tuhan marah adalah karena mereka melakukan percabulan.  Jika memperhatikan situasi-situasi yang ada dewasa ini, percabulan atau dosa seksual banyak sekali terjadi dan kian mengalami peningkatan, baik ditinjau dari si pelaku maupun korbannya.  Meski di tiap-tiap negara ada undang-undang yang mengatur tentang pornografi, godaan untuk melakukan percabulan atau tindakan pornoaksi tidak lantas hilang begitu saja dalam masyarakat.  Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, di mana teknologi semakin canggih dan mutakhir, orang dengan mudahnya mendapatkan informasi tentang hal-hal negatif yang berbau pornografi, entah itu lewat film atau internet.  Akibatnya banyak orang terjerat di dalamnya dan timbul dorongan untuk melakukan seperti yang telah mereka lihat.  Dosa jenis ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dunia tapi harus diakui ada banyak anak Tuhan yang terjerat dan jatuh di dalam tipu muslihat Iblis ini.

     Kita masih ingat kasus yang terjadi dan mencuat menjadi headline di media-media beberapa waktu lalu dan menjadi perbincangan nasional yaitu kasus pelecehan seksual dan percabulan yang dialami oleh anak-anak di bawah umur, siswa-siswa playgroup/TK di salah satu lembaga pendidikan ternama dan bertaraf internasional di Jakarta.  Anak-anak yang masih polos dan memiliki masa depan sangat panjang, yang seharusnya mendapat perhatian, kasih sayang, dan perlindungan, justru harus mengalami peristiwa yang menyisakan trauma dalam hidupnya karena menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.  Tragis sekali!

     Dosa percabulan dapat terjadi di mana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja tanpa mengenal usia.  Bahkan tanpa disadari mungkin kita sendiri telah melakukan percabulan meskipun tidak terjadi secara vulgar karena dosa dosa percabulan bisa saja timbul melalui ucapan kita, pikiran, hati dan juga perbuatan kita.  Jadi dalam hati saja bisa timbul dosa percabulan, perzinahan dan jenis-jenis kejahatan lainnya  (baca  Matius 15:19).

Tidak ada tempat di dunia ini yang sanggup melindungi dan memberikan jaminan keamanan kepada kita, Dialah tempat perlindungan sejati!  (Bersambung)

Thursday, 17 July 2014

SARAI MENJADI SARAH


SARAI MENJADI SARAH

Posted: 16 Jul 2014 04:00 PM PDT

Kejadian 17:15-16 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."

Bisa dipahami mengapa terjemahan Bahasa Indonesia hanya mengatakan Sara. Mungkin karena sang penerjemah belum mengerti pentingnya keberadaan huruf H yang terdapat di dalam nama Sarah. Dalam bahan renungan kita kemarin, saya menjelaskan bahwa sebelum Abram dan Sarai mendapatkan keturunan, TUHAN mengubah nama mereka. Perhatikan sebentar di sini. Bukan berarti TUHAN baru memberikan keturunan setelah nama mereka berubah, bukan itu. Tuhan sudah memberikan janji keturunan kepada pasangan ini puluhan tahun sebelumnya. Nama mereka diubah supaya mereka percaya kepada janji tersebut. Karena jika mereka tidak percaya, janji itu tidak akan terjadi. Anda bisa melihat dalam Kejadian 17:17 dan Kejadian 18:12 di mana Abraham dan Sarah menertawakan janji TUHAN. Pada dasarnya respons itu disebabkan oleh ketidakpercayaan mereka. Jadi, TUHAN mengganti kedua nama mereka supaya setiap hari, ketika memanggil satu sama lain, mereka mengingat bahwa janji TUHAN di dalam hidup mereka YA dan AMIN. Seperti kita ketahui tepat setahun kemudian anak perjanjian itu lahir.

Mari kita kembali ke misteri di balik nama Sarah.

Seperti yang sudah saya jelaskan kemarin, kata Sarai berarti tuan putri. Kata ini terdiri dari tiga huruf Ibrani: shin, resh, dan yod. Dan TUHAN mengubahnya menjadi Sarah, yang artinya wanita yang mulia / terhormat. Tuhan mengganti huruf yod dengan hey. Oh, ini dashyat! Huruf yod memiliki arti tangan atau dapat juga digambarkan sebagai bekerja dengan usaha sendiri. Sedangkan huruf hey adalah nama pendek dari Yahweh atau gambaran dari Firman Tuhan. Apa artinya semua ini?

Lihat, TUHAN ingin mengatakan kepada Sarah bahwa bukan karena usaha atau perbuatannya janji tersebut digenapi, melainkan hanya karena mereka percaya kepada kebenaran Firman Tuhan. Saya berharap kebenaran ini berbicara sesuatu bagi hidup Anda.

Teman, Anda perlu mengerti prinsip ini. Bahwa bukan karena usaha Anda janji TUHAN digenapi, melainkan semata-mata karena Anda percaya kepada kebenaran Firman Tuhan. Efesus 2:8-9 mengatakannya dengan gamblang, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Saya tidak katakan kita tidak perlu berbuat apa-apa. Saya hanya ini meneguhkan Anda bahwa pada saat Anda mempercayai kebenaran Firman Tuhan, maka Anda akan melakukan sesuatu yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

Arti Peduli


Arti Peduli

Posted: 16 Jul 2014 07:58 PM PDT

Arti Peduli

Arti Peduli

Saya mempunyai murid sekolah Minggu. Anak ini lebih senang berlama-lama di gereja dan terkadang menangis ketika hendak diantar pulang. Saya pun bisa menangkap inti dari semua keluh-kesah yang dia ungkapkan kepada saya.

Anak ini berasa dari keluarga yang sangat berkecukupan. Apapun yang dia inginkan selalu terpenuhi namun tidak pernah bisa membuatnya bahagia. Seorang anak kecil tidak membutuhkan uang, dia butuh kehadiran kedua orang tuanya dan juga kasih sayang.

Begitu juga dengan pasangan yang sedang menjalin kasih. Hubungan yang baik bukanlah hubungan yang selalu memuaskan dalam hal materi. Namun kehadiran untuk bisa menjadi tempat berbagi sangatlah penting.

Jadilah pribadi yang peduli dengan orang-orang di sekitar kita, terlebih terhadap orang-orang terdekat kita. Jangan biarkan mereka merasa kehilangan akan diri kita karena kesibukan yang dunia tawarkan kepada kita.

Saat ini ada orang-orang yang sedang membutuhkan kehadiran kita. Mungkin suami, istri, anak-anak, sahabat atau keluarga kita yang lainnya. Jangan hanya mempedulikan diri sendiri, namun ingatlah mereka dan berbagi kasihlah dengan mereka. Jika kita bisa peduli terhadap orang lain, pastilah Tuhan juga akan lebih peduli kepada kita.

Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Filipi 2:3b-4

Arti Peduli is a post from: Renungan Harian Kristen

Hati yang Tersakiti

Posted: 16 Jul 2014 08:34 AM PDT

Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

Tadi pagi saya bertemu dengan salah satu sahabat saya pada masa sekolah. Kamipun saling berbagi cerita, namun tak banyak cerita bahagia yang saya dapatkan darinya. Hanya lelehan air mata yang mewarnai setiap pembicaraan kami.

“Apa salahku pada Tuhan? Mengapa tak ada kebahagiaan sedikitpun pada hidupku? Ayahku memang sedang dipenjara dan setiap hari aku harus menelan hinaan orang. Ibuku menghilang begitu saja dan tak pernah mempedulikanku dan kedua adikku. Aku harus bekerja demi adik-adikku, sehingga aku tak lagi melanjutkan ke SMA sampai semua orang mengatakan bahwa aku bodoh. Mengapa semua ini harus terjadi padaku? Hatiku terus tersakiti.”

Setiap manusia mempunyai ujiannya sendiri. Setiap manusia memiliki salib yang harus dipikulnya sendiri. Tidak ada seorangpun yang ingin hidup dalam lembah derita karena semua orang pastilah ingin selalu bahagia. Menyalahkan keadaan dan orang lain bukanlah jalan keluar yang tepat. Dengan berbalik mengutuk orang lain, sama halnya dengan memasukkan kerikil dalam hati.

Orang lain boleh menghina kita. Dunia boleh menjatuhkan kita. Namun Tuhan melihat semuanya. Orang yang selalu penuh dengan kasih walau tak pernah mendapat belas kasih dari orang lain dan yang selalu memuliakan Tuhan walau dalam penderitaan adalah orang-orang yang tahan uji. Dan orang-orang yang tahan uji akan diberkati.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Yakobus 1:12

Hati yang Tersakiti is a post from: Renungan Harian Kristen

Wednesday, 16 July 2014

ABRAM MENJADI ABRAHAM


ABRAM MENJADI ABRAHAM

Posted: 15 Jul 2014 04:00 PM PDT

Kejadian 17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Hal pertama yang TUHAN lakukan terhadap Abraham dan Sara sebelum mereka memiliki banyak keturunan adalah mengubah nama mereka. Nama kedua orang ini sebelumnya Abram dan Sarai. Arti nama Abram adalah bapak yang ditinggikan/mulia dan TUHAN mengubahnya menjadi Abraham, yang artinya bapak banyak bangsa. Begitu juga Sarai. Arti nama Sarai adalah tuan putri dan TUHAN mengubahnya menjadi Sara (dibaca: Sarah), yang artinya wanita bangsawan/terhormat. TUHAN menambahkan huruf H (hey – dalam bahasa Ibrani) ke dalam nama mereka. Huruf H merupakan nama singkat dari Yahweh.

Alasan TUHAN mengubah nama mereka adalah supaya ketika setiap kali mereka saling memanggil satu sama lain, mereka selalu mengingat bahwa TUHAN telah memberikan janji yang luar biasa kepada mereka. Janji untuk memiliki keturunan dan menjadi bapak bangsa-bangsa. Perubahan nama ini semata supaya Abraham dan Sarah semakin hari semakin percaya kepada janji TUHAN. Bukankah itu yang Firman Tuhan katakan di dalam Roma 10:17, "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus"? Teman, semakin sering Anda mengucapkan janji TUHAN, semakin Anda akan mengingat dan percaya kepada janji tersebut. Karena hanya pada saat kita percaya, kita akan melihat janji tersebut terjadi di dalam hidup kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

BERTOBAT ARTINYA MENGUBAH CARA PIKIR

Posted: 14 Jul 2014 04:00 PM PDT

2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Banyak orang salah mengerti tentang pertobatan. Ketika kita bertobat bukan berarti kita tiba-tiba menjadi orang yang sempurna, melainkan kita mengubah haluan dan cara kita berpikir. Kata bertobat diambil dari bahasa Yunani "Metanoia", yang artinya mengubah cara pikir. Atau dengan kata lain, seseorang akan mengalami perubahan di dalam hidupnya, menjadi lebih baik, di saat pikirkannya diubahkan oleh kebenaran Firman Tuhan.

Saya punya seri kotbah METANOIA yang bisa Anda unduh gratis di FREE SERMON. Kotbah ini berisi hal-hal yang akan mengubah cara berpikir Anda tentang TUHAN.

Tahukah Anda bahwa perbuatan kita sangat dipengaruhi oleh cara berpikir kita? Jika cara berpikir dan apa yang Anda pikirkan salah, Anda pasti akan melakukan hal yang salah. "Tapi saya melakukan apa yang tidak saya pikirkan?" Teman, faktanya adalah Anda tidak akan dapat melakukan sesuatu yang tidak Anda pikirkan. Misalnya dosa berzinah. Anda tidak akan lakukan perzinahan kalau Anda tidak memikirkannya. Jauh sebelum seseorang melakukan sesuatu, dia terlebih dahulu memikirkannya. Jadi, untuk mengubah apa yang kita lakukan, sederhananya, ubah apa yang kita pikirkan. Jika kita mengisi pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan, hidup Anda akan diubahkan secara luar biasa.

Saya berikan contoh. Anda tahu alasan mengapa banyak orang menjauhi TUHAN ketika jatuh ke dalam dosa? Ada beberapa alasan, di antaranya: mereka berpikir TUHAN akan marah kepada mereka, mereka berpikir diri mereka kotor dan tidak layak, atau karena mereka merasa bersalah. Padahal Firman Tuhan katakan dalam Roma 5:9 bahwa kita pasti diselamatkan dari murka TUHAN, lalu Ibrani 13:12 katakan hidup kita dikuduskan oleh darah YESUS, bukan karena kita tidak berbuat dosa. Lihat, jika Anda memiliki pemikiran yang salah, hal tersebut akan mengakibatkan tindakan yang salah. Kalau Anda tahu kebenaran yang baru saja saya sebutkan di atas, maka setiap kali Anda terjatuh ke dalam dosa, respons Anda bukan menjauhi TUHAN, melainkan Anda akan mendekat kepadaNYA, karena Anda menyadari bahwa DIA mengasihi Anda dan ingin memulihkan Anda.

Hari ini saya hanya ingin meluruskan salah kaprah mengenai pertobatan. Pertobatan lebih dari sekadar menangis dan mengakui dosa kita di hadapan TUHAN, pertobatan menuntun seseorang untuk berbalik dari cara pikirnya yang lama ke yang baru. Setiap orang hanya perlu Lahir Baru (percaya dan mengakui YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat) satu kali seumur hidup, namun kita perlu melakukan pertobatan (mengubah cara pikir) setiap hari. Itu sebabnya kehidupan orang percaya tidak bisa jauh dari Firman Tuhan. Firman Tuhanlah yang mengubahkan pikiran kita yang lama untuk semakin percaya kepada Kristus dan semakin tidak serupa dengan dunia ini (Rom 12:2). (penulis: @mistermuryadi)

KABAR BAIK MENGENAI SORGA

Posted: 13 Jul 2014 04:00 PM PDT

Yohanes 14:2-3 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Berita mana yang lebih Anda sukai, mengenai neraka yang panas atau Sorga yang indah? Ada dua cara yang populer di dunia penginjilan dalam konteks membuat orang bertobat. Cara pertama adalah menceritakan tentang neraka dan cara kedua adalah menceritakan tentang Sorga. Meskipun kedua cara ini sudah terbukti dapat membuat banyak orang bertobat dan percaya kepada YESUS, namun masing-masing petobat bertobat dengan motivasi yang berbeda. Yang mendengar berita mengenai neraka bertobat karena ketakutan, yang mendengar berita mengenai Sorga bertobat karena mengerti betapa TUHAN mengasihi dirinya. Anda lihat perbedaannya? Kabar tentang neraka tentu saja bukan kabar baik. Terhadap murid-muridNYA, YESUS tidak menceritakan mengenai betapa mengerikannya neraka, supaya membuat mereka mengikuti diriNYA. Sebaliknya, YESUS menceritakan mengenai Sorga yang indah. Ya, berita mengenai Sorga adalah kabar baik yang perlu kita ceritakan kepada banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

BANYAK ORANG YANG AKAN MASUK SORGA

Posted: 12 Jul 2014 04:00 PM PDT

Wahyu 7:9-10 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, dulu saya sering mendengar beberapa hamba TUHAN mengatakan bahwa hanya sedikit orang yang akan masuk Sorga. Lebih sedikit dibandingkan mereka yang akan masuk neraka. Berita tersebut yang menyebabkan saya beberapa kali patah semangat ketika menceritakan INJIL kepada orang-orang terdekat saya. Saya berpikir, "Ah, biarkan saja dia menolak Injil, salah sendiri, lagipula Firman Tuhan sudah katakan memang sedikit yang masuk Sorga." Di lain kesempatan saya berpikir, "Mungkin memang belum rencana TUHAN untuk menyelamatkan hidupnya." Intinya, saya menyerah dan perlahan berhenti menceritakan Injil kepada orang tersebut. Hal ini disebabkan saya salah mendengar kebenaran. Sampai akhirnya Tuhan menuntun saya kepada ayat di atas.

Saya sedikit terkejut ketika membaca ayat di atas. Ayat ini mengatakan bahwa suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung jumlahnya berada di Sorga kekal. Haleluya! Ini janji untuk Anda dan keluarga Anda dan janji untuk orang-orang yang ada di dekat Anda, bahwa mereka pasti diselamatkan. Teman, Firman Tuhan di 2 Pet 3:9 mengatakan bahwa DIA menghendaki tidak ada binasa. Adalah kehendak TUHAN untuk menyelamatkan semua orang. Bagian Anda dan saya adalah percaya kepada janji tersebut, bahwa kita dan seisi rumah kita akan diselamatkan (Kis 16:31).

Kini saya memandang jiwa-jiwa yang terhilang dengan cara yang sama sekali berbeda. Setiap kali saya menceritakan Injil saya memiliki suatu keyakinan yang sangat kuat bahwa mereka akan ada bersama-sama dengan saya di Sorga kelak. Saya menjadi yakin bahwa Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia. Itu yang membuat saya tidak menyerah sekalipun mengalami penolakan berkali-kali dan membuat saya dapat terus menceritakan Injil dengan kasih. Saya menyadari TUHAN telah memberikan saya sebuah janji yang dahsyat, di mana ada sekumpulan orang dalam jumlah sangat besar yang tidak terhitung jumlahnya berada di Sorga, dan janji itu YA dan AMIN. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menyerah terhadap beberapa orang yang Anda ceritakan Injil? Pegang janji di atas dan mulailah ceritakan lagi tentang YESUS kepada mereka dengan pengharapan yang baru. (penulis: @mistermuryadi)

TEMPAT PERHENTIAN TUHAN

Posted: 11 Jul 2014 04:00 PM PDT

Ibrani 3:17-19 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Perhatikan, penyebab Bangsa Israel tidak masuk ke dalam tanah yang TUHAN janjikan, atau ayat di atas menyebutnya sebagai Tempat PerhentianNYA, karena ketidakpercayaan mereka. Perlu saya perjelas, Bangsa Israel tidak menikmati janji TUHAN, bukan karena dosa, ketidaktaatan, atau pun karena TUHAN belum memberikannya. Sangat jelas dikatakan karena mereka tidak percaya.

Kata "Tempat perhentianNYA" ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai HIS REST. TUHAN menyediakan kepada kita sebuah "tempat" di mana kita tidak perlu lagi takut, gelisah, atau pun kuatir akan apa pun. Puji Tuhannya, tempat tersebut bukan di Sorga kelak, melainkan ketika kita hidup di dunia ini. Di Sorga Anda tidak membutuhkan lagi keamanan, kesehatan, atau pun kesejahteraan. Anda membutuhkannya sekarang. Untuk menikmatinya, Anda perlu percaya. Ya, hanya dengan percaya, Anda akan menerimanya.

Dulu Bangsa Israel mengenal Tempat Perhentian tersebut dengan nama Tanah Kanaan, namun sekarang kita mengenal "Tempat" tersebut dengan nama YESUS. Ya, di dalam YESUS-lah kita dapat "beristirahat", meletakkan segala pengharapan, masa depan, dan ketakutan kita.

Banyak orang mengira "REST" itu artinya santai dan tidak perlu melakukan apa pun lagi. Sungguh pemahaman yang keliru. "Rest" itu bukan tentang apa yang ada di luar, melainkan tentang apa yang terjadi di dalam diri Anda. Sederhananya, "Rest" berarti mempercayai janji-janji TUHAN yang telah DIA berikan melalui YESUS. Lakukan yang perlu Anda lakukan di dalam kegiatan Anda sehari-hari, namun pada saat Anda melakukan semua itu, pastikan hati Anda "REST" di dalam TUHAN. (penulis: @mistermuryadi)

SERI BANGSA ISRAEL: Mengingini Hal Jahat


SERI BANGSA ISRAEL: Mengingini Hal Jahat

Posted: 14 Jul 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Juli 2014

Baca:  1 Korintus 10:1-13

"Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun."  1 Korintus 10:5

Sebelum mencapai Tanah Perjanjian bangsa Israel harus mampu menaklukkan musuh.  Dengan kekuatan sendiri pastilah mereka tidak akan mampu mengalahkan musuh yang kuat itu.  Keadaan akan berbeda jika mereka mau mengandalkan Tuhan, artinya tunduk dan taat kepada tuntunan Tuhan.  Saat mereka mengandalkan Tuhan, Dia akan turut campur tangan.  "TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  ( Keluaran 14:14).  Itulah yang mejadi dasar iman Kaleb dan Yosua, keduanya  "...hidup karena percaya, bukan karena melihat."  (2 Korintus 5:7).  Sesungguhnya yang menjadi musuh utama bangsa Israel adalah kedagingan mereka sendiri.  Karena itu dibutuhkan iman dan ketaatan mutlak kepada Tuhan.

     Hidup di Tanah Perjanjian inilah yang memungkinkan setiap orang percaya untuk hidup secara optimal.  Namun jika diperhatikan, ternyata tidak semua umat Israel dapat mencapai dan menikmati Kanaan,  "...karena mereka ditewaskan di padang gurun."  (ayat nas).  Banyak hal yang menyebabkan mereka tidak menikmati Kanaan atau janji Tuhan ini, di antaranya adalah menginginkan hal-hal yang jahat  (1 Korintus 10:6).  Salah satunya adalah perbuatan yang dilakukan Akhan  (baca  Yosua 7).  Oleh karena mengingini jubah, emas dan perak, Akhan terperangkap dalam dosa.  "...aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."  (Yosua 7:21).  Apa yang diperbuat Akhan ini telah mencelakai umat Israel sehingga Israel terpukul kalah musuh.  Sebagai akibatnya Yosua menjatuhkan hukuman mati kepada Akhan dan keluarga berserta dengan seluruh isi rumah dan segala miliknya.

     Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar mereka tidak berlaku sama seperti bangsa Israel sewaktu di padang gurun.  Peringatan ini juga berlaku atas kita!  Janganlah kita melakukan hal-hal yang jahat seperti yang diperbuat bangsa Israel.  Perbuatan jahat yang mereka lakukan akhirnya menjadi penghalang bagi mereka untuk menikmati berkat Tuhan, bahkan hal itu menyebabkan Tuhan murka atas mereka.

Untuk dapat menikmati Kanaan kita harus bertekad untuk menjauhi kejahatan!


Bacaan Alkitab hari ini: Yeremia 16

Babel sebagai alat penghukuman Tuhan digambarkan seperti penangkap ikan dan sebagai pemburu (16:16). Hukuman terhadap bangsa Yehuda itu seperti jala yang disebarkan dan tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari tangkapan jala itu. Penghukuman Tuhan juga digambarkan sebagai pemburu yang ditempatkan di berbagai penjuru, bahkan sampai di celah-celah bukit, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menyembunyikan diri. Gambaran di atas merupakan jawaban terhadap umat Allah yang berpikir bahwa Allah mungkin tidak mengetahui dosa yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Mereka bertanya, "… Apakah kesalahan kami dan apakah dosa yang telah kami lakukan terhadap TUHAN, Allah kami?" (16:10). Pertanyaan tersebut menunjuk kepada dua kemungkinan, yaitu mereka tidak menyadari dosa yang mereka perbuat atau mereka mengira bahwa TUHAN tidak mengetahui dosa yang mereka lakukan. Mereka tidak menyadari bahwa tidak ada dosa yang dapat disembunyikan dari hadapan Tuhan. Tuhan mengamati tingkah langkah mereka dan tidak ada yang dapat disembunyikan dari Tuhan (16:17). Jelaslah bahwa hukuman yang diberikan Allah kepada Yehuda setimpal dengan dosa yang mereka perbuat, yang semuanya diketahui oleh Allah. Apakah anda saat ini masih mempertahankan kebiasaan kehidupan yang berdosa dan Anda berharap bahwa Tuhan tidak memperhatikan dosa tersebut? Sesungguhnya, Allah mengetahui segala sesuatu. Kesadaran bahwa Allah mengetahui segala sesuatu merupakan langkah awal yang akan membawa kita kepada pertobatan. [LH]

Ibrani 4:13
"Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."

Anugerah & penyertaan pada pemimpin

Baca: 2 Samuel 23:1-7

Ucapan Daud di sini merupakan nubuat bagi pelayanannya di kemudian hari, melalui keturunannya. Bukan berisikan jasa-jasa Daud sehingga berhak mendapatkan kehormatan raja dan kelanggengan takhta, melainkan semata karena anugerah Allah.

Daud mulai dengan menyebut diri sebagai "…orang yang diangkat tinggi", "…diurapi Allah Yakub", dan "…pemazmur yang disenangi Israel" (1). Tak ada kesombongan dalam kesadaran anugerah itu. Berita nubuat yang dia ucapkan pun disampaikan karena Allah yang berbicara (2-3), sedangkan dirinya hanya sebagai media. Isi berita itu merupakan esensi perjanjian Allah kepada Daud (5; 2Sam. 7). Dimulai dengan kriteria seorang raja yang berkenan kepada Tuhan (3b) dan efeknya bagi umat yang dilayani (4). Indah sekali karena gambaran yang dipakai begitu alami, kesegaran pagi oleh mentari dan kesegaran hari oleh hujan. Semua melambangkan kehidupan yang segar dan berpengharapan! Itulah hasil pelayanan raja-gembala Israel yang diberkati Tuhan dan yang akan dinikmati umat Tuhan.

Semua itu merupakan perkenan Tuhan atas dirinya dan keluarganya untuk tetap ada di takhta Israel sehingga pelayanan kepada umat Tuhan terjaga terus menerus! Sedangkan para musuh akan dimusnahkan seperti orang membongkar habis semak duri dan alang-alang tajam yang menutupi ladang agar dapat ditanami kembali (6-7).

Kenyataan kelak, keturunan Daud tidak semua setia pada panggilan sebagai raja-gembala Israel, tetapi Tuhan tetap setia meneguhkan mereka pada takhta Israel. Bahkan kelak dari keturunan Daud akan muncul Sang Mesias yang pemerintahan-Nya melampaui Israel kepada semua bangsa.

Walau penuh kelemahan dan kegagalan, Daud dapat menengok ke belakang, bahwa Tuhan telah memakai dirinya melayani umat-Nya. Daud juga berani menatap ke depan, berkat Tuhan akan dicurahkan melalui keturunannya. Kita belajar menengok ke belakang melihat kesetiaan dan anugerah-Nya. Mari kita menatap ke depan, dengan penyertaan Tuhan, kita berkomitmen memberikan yang terbaik!

- Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org -

Hukuman Bagi Pengikut Nabi Palsu

Bacaan Alkitab hari ini: Yeremia 15

Bagi Nabi Yeremia, menjadi nabi merupakan suatu tugas yang berat yang membuat dia menyesali hari kelahirannya. Kehidupannya dirasakan sebagai masalah bagi orang lain, yaitu saudara sebangsanya. Sang nabi merasa bahwa tidak ada seorang pun yang ramah terhadap dirinya. Semua orang mengutuki dirinya bukan karena kehidupannya bobrok, tetapi karena kebenaran firman Allah yang disampaikannya (15:10). Di tengah keadaan seperti ini, Nabi Yeremia berharap bahwa Tuhan memperhatikan dia dan segera menolongnya. Nabi Yeremia bertanya kepada Tuhan, mengapa penderitaan yang dialaminya seperti tidak ada habisnya. Mungkin kita bisa terperanjat saat membaca tentang kekecewaan Nabi Yeremia terhadap Tuhan. Nabi Yeremia merasa bahwa Tuhan tidak memenuhi apa yang dia harapkan (15:18, seperti sungai yang curang, tidak dapat dipercayai). Perhatikan bahwa Nabi Musa juga pernah mengalami putus asa karena beban berat yang harus dia pikul (Bilangan 11:10-15), demikian pula dengan Yosua (Yosua 7:6-11) dan Nabi Elia yang ingin mati (1 Raja-raja 19). Ternyata bahwa seorang hamba Tuhan adalah manusia biasa yang masih bisa berkeluh kesah, merasa kecil hati, dan merasa ketakutan. Allah mengetahui beratnya tekanan yang dialami oleh Nabi Yeremia dalam menjalankan tugasnya. Walaupun Nabi Yeremia telah mengucapkan hal yang tidak berharga (15:18), Allah dengan penuh kasih menyerukan kepada Nabi Yeremia untuk "kembali" atau "bertobat". Bila Nabi Yeremia kembali kepada Allah dan percaya kepada janji-Nya, Allah akan menyertai Nabi Yeremia dan menguatkan dia (15:19-21). Demikian pula, Tuhan akan selalu menyertai dan menguatkan orang percaya dalam menjalani tantangan kehidupan yang berat untuk menjadi alat di tangan-Nya guna menyatakan kemuliaan-Nya. [LH]

Yeremia 1:8
"Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Tuesday, 15 July 2014


Prita, seorang anak berumur 4 tahun sedang makan semangkuk bakso dengan ibunya. Tampaknya dia mengalami kesulitan ketika hendak melahab bakso tersebut. Dengan lembut ibunya membantu untuk memotong bakso itu menjadi bagian-bagian kecil.

“Kenapa harus dipotong, Bu?”

“Agar kamu bisa memakannya, Prita.”

Kita mempunyai banyak kesempatan untuk menggenggam kesuksesan yang besar. Namun kita memiliki kesulitan untuk bisa langsung mengambilnya karena kemampuan kita terbatas. Sama halnya dengan sebuah bakso yang harus dipotong menjadi beberapa bagian kecil hingga pada akhirnya bisa masuk pada mulut Prita. Sebuah kesuksesan juga terdiri dari bagian-bagian yang kecil dari kehidupan kita.

Jika kita adalah seorang pimpinan, maka semua karyawan yang ada pada perusahaan kita memiliki arti yang sangat penting dalam membangun kesuksesan itu. Jika kita adalah seorang ayah, maka istri dan anak-anakmu adalah pendukung setia dalam setiap karir yang telah kita capai. Jika kita adalah seorang istri, maka tanpa suami dan anak-anak, hidup kita tidaklah menjadi sempurna.

Semua bagian terkecil dalam hidup kita memiliki arti yang besar. Jika kita bisa melihatnya lebih dalam lagi, maka udara yang kita hirup juga merupakan sususan dari unsur-unsur senyawa yang kecil. Bersyukurlah, karena sesungguhnya itu adalah bagian terpenting yang harus selalu kita ucapkan kepada Tuhan.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Ibrani 11:3

Menjadi Lebih Kecil is a post from: Renungan Harian Kristen

The Man You Thought You Knew


The Man You Thought You Knew

Posted: 14 Jul 2014 08:47 AM PDT


Jesus was born in an obscure village, the child of a pleasant woman. He grew up in another obscure village where he worked in a carpenter's shop until he was thirty. He never wrote a book. He never held an office. He never had a family, or owned a house. He never went to college. He never visited a big city. He never travelled more than two hundred miles from the place where he was born. He did none of those things one usually associated with greatness. He had no credentials but himself.

He was only thirty-three when the tide of public opinion turned against him. His friends ran away. One of them denied him. He was turned over to his enemies and went through the mockery of a trial. He was nailed to a cross between two thieves. While dying, his executioners gambled for his clothing, the only property he had on earth. When he was dead, he was laid in a borrowed grave through the pity of a friend.

Nineteen centuries have come and gone, and today he is the central figure of the human race and the leader of mankind's progress. All the armies that have ever marched, all the navies that ever sailed, all the parliaments that ever sat, all the kings that ever reigned put together have not affected the life on earth of mankind as powerfully as that one solitary life. His name is Jesus. (Author unknown)

You got to know this Man

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

A Plea to My Students: Translating Our Faith into Social Action

Posted: 13 Jul 2014 05:26 PM PDT

When I hear Christians, especially Christian students, a lot of them, deep down inside their hearts, want to be heroes, who long to change the world for Jesus. But many get burned out and discourage after a while because they don't feel one person can make a difference. This is the truth that I want you who think the same to understand that: Jesus saved you and me so that He could work through us to accomplish things that He want to have done in this world. Jesus saved us in order that we might be agents of reconciliation, justice and mercy in the world. Jesus saved us to make a difference.

After someone knew that I work fulltime in student ministry he said to me, "I know that today's young Christians could change the world." "Yes," I responded. Then added, "But they don't know how to do it. Theology without methodology is ineffective. We must teach them what, why, and how." Open our eyes! Whether you realize or not, today we actually have more opportunities than ever before to get involved in social action of some kind. There are lots of opportunities to show to the world that our faith in Christ is alive and God is living in and with us through social actions. "Love God" which is invisible to the unbelievers' eyes must be translated by (or is the motivation to) "love our neighbors" which can be seen.

We can do this through local church or through Christian organization or perhaps side by side with non-Christians through secular charity or through your Christian fellowship in university and campus. Students know that university and college campuses are a focal point for young, idealistic people (like you) to organize and try to effect change. Organize awareness about deforestation in Sarawak, defend the right for every Malaysians to study in the local university and campus, be the voice for domestic violent against women and children, stand up for justice and against corruption in the country by distributing literatures or brochures or setting booth every week, initiate peaceful debates over religious and social issues in Malaysia. Or visit the orphanage and play with them, distribute food for the homeless, paint, repair and build houses for the poor, be volunteers, start a Bible Study group, etc. There are lots of opportunities for us to make a difference today.

Unfortunately, many Christian people feel too busy with college, work and church commitments to get involved in social action. Other than that, if you ask me, I would dare to also add that we are so preoccupied with 'spiritual' activities. For examples, young Christians always relate worship with heavy blast of music and no more. Older Christians on the other hand think that the Bible is mainly for study and meditation (just that). Confuse Christians assume that the ability to speaking in tongue is the most important and the highest experience of all. Average Christians assume that going to church every week is enough. And Good News is preached to Christians only (which doesn't make sense). I know that I'm over generalizing people here, but the main point is that, if we only think that Christianity is only an inside job and faith is exercises within the circle of our comfort zones only, then we really can't make the different in this world. No wonder young Christians feel discouraged, burn out – and almost hopeless.

I'm not reducing Christianity to some simplistic social gospel. What I'm trying to do is to plea all of us to translating our faith in Christ (if it's real) into social action. People need to be saved from sin and people need to know that only through faith in Jesus Christ, our Lord and Savior by God's grace that they can be saved. This salvation is the ultimate reason (or Kingdom's agenda) behind all our social actions. But how can they know if the faith that we are proclaiming is real or not? How can they be interested to hear let alone receive the Good News if it doesn't effect change? Real faith will produce fruits of the Spirit. Real faith will translate into actions. Real faith will make a different in our lives and people's lives around us.

Throughout the Gospels Jesus calls us to move beyond a desire for personal piety to a desire to serve others. To have our hearts broken by the things that breaks the heart of God. To be filled with righteousness, justice and merciful heart over people around us and the world. Jesus is with us, therefore we can effect change around us.  We need to be willing to stand up and make things happen for God. Jesus reminds us in the Scripture that if we cannot respond to those whom we can see, it is impossible to respond to a God whom we cannot see. Remember: Jesus saved us to make a difference. Yes, we can make a difference!

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips
“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes