Monday, 3 March 2014

Keluhan dan permohonan


Keluhan dan permohonan

Posted: 01 Mar 2014 06:32 PM PST

Posted on by Saat Teduh

Baca: Ratapan 1:1-22

Seorang istri yang masih muda, ditinggal mati suaminya secara mendadak. Ia menjadi janda dengan dua anaknya yang masih remaja. Kesedihan melanda hidupnya, kehilangan harapan dan masa depan. 

Penulis Ratapan memulai ratapannya yang pertama dengan menggambarkan Yerusalem sebagai janda yang berduka dan meratap (1-11a).Bukan hanya kehilangan suami, semua teman dan kekasih ikut meninggalkannya (2).Para kekasih itu ialah bangsa-bangsa di sekeliling Yehuda yang dulu menjadi rekan sekutunya menghadapi Babel (lih.Yer.22:20). Nyata jelas mereka bukan teman sejati. Kondisi sedemikian diakui Yerusalem sebagai hukuman dosa dari Tuhan (5). Yerusalem sadar sepenuhnya akan kejahatan dan keberdosaannya (8-9) sehingga pantas menerima hukuman keras. Hukuman itu ialah Tuhan mengizinkan para musuh yang dahulu dilarang mengusik umat-Nya untuk menjarah kota Yerusalem dan bait sucinya (10).

Pada bagian kedua (11b-22), penulis mengidentifikasikan diri ("aku") dengan Yerusalem.Ia sadar bahwa dosa-dosanya begitu dahsyat sehingga ia mengakui bahwa murka Allah memang pantas diterimanya.Justru oleh karenanya, ia memberanikan diri memanjatkan doa mohon belas kasih Allah. Ia sadar kalau sudah begini, hanya Tuhan yang tetap mengasihinya, betapa pun murka-Nya atas kejahatannya. Maka, seraya mengaku dosa dan menerima segala konsekuensinya, ia tetap berharap belas kasih-Nya.

Kepada siapa lagi kita harus berpaling kala deraan murka Allah melanda hidup kita saat kita bermain-main dengan dosa? Dia murka dan menghukum bukan untuk membinasakan melainkan untuk mendisiplin, memurnikan, supaya akhirnya bisa memulihkan umat-Nya dalam kekudusan dan kemuliaan. Kristus menjadi alasan keberanian kita untuk meminta pengampunan Allah bila kita jatuh, supaya kita bisa bangkit kembali.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Sunday, 2 March 2014

Rajawali Tidak Makan Bangkai – Petrus Agung – Minggu, 23 Februari 2014


Rajawali Tidak Makan Bangkai – Petrus Agung – Minggu, 23 Februari 2014

Posted: 01 Mar 2014 09:47 AM PST

Minggu, 23 Februari 2014

Rajawali Tidak Makan Bangkai

Petrus Agung

 

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!”. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi. (Why 6: 7-8)

Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. (Why 4: 7)

Dalam terjemahan lain dikatakan kuda kuning hijau sebagai pale house (kuda pucat). Secara global maut akan meraja-lela dan mematikan banyak orang. Tapi yang dibahas kali ini dalam hubungan antara kuda pucat dan rajawali.

Luk 17: 32-37 – Tuhan memberikan peringatan bahwa menjelang akhir jaman akan ada mayat dan bangkai, di situ berkerumun burung nasar. Para ahli berdebat, karena sebagian berkata bahwa itu bukan rajawali, karena rajawali tidak bergerombol dan tidak makan bangkai. Tapi menurut teks aslinya sangat mungkin itu rajawali.

 20140223 Rajawali

Kita adalah generasi rajawali Tuhan, dan rajawali tidak di desain untuk makan bangkai.

Rajawali yang makan bangkai umurnya tidak bisa panjang. Maka artinya Tuhan memperingatkan kita semua: saat ada begitu banyak kematian, kita sebagai rajawalinya Tuhan tidak makan bangkai. Karena ini menentukan apakah kita menjadi pasukan Tuhan yang kuat, atau kita suatu saat kita akan terhentikan. Yesus adalah roti yang hidup, dan pasukan rajawali Tuhan harus makan roti yang segar dari Tuhan setiap hari, dan tidak boleh makan bangkai/ sesuatu yang mati.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat 3: 22-23)

 

Kita bisa memilih apa yang kita "makan" setiap pagi: berita-berita jelek dan buruk, atau firman Tuhan.

Rajawali berhadapan dengan pilihan untuk makan bangkai saat lemah dan tidak punya kekuatan untuk berburu. Sesuatu yang bergerak dan harus diburu membutuhkan kekuatan, kelincahan, dan energi yang besar.

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.(Yes 40: 31)

Pada usia tertentu rajawali mengalami fase yang menyakitkan. Dia mencari tempat terpencil, lalu bulu-bulunya mulai rontok, bahkan sering harus mencabut bulunya sendiri dengan paruhnya. Kukunya pun mulai rontok. Beberapa saat kemudian barulah kuku dan bulu tumbuh kembali. Semua bagian yang sudah tidak berfungsi, digantikan oleh yang baru. Jika pulih, cakar dan kuku tumbuh baru, dan dia siap hidup sekian puluh tahun kemudian. Tidak semua rajawali sanggup melakukan hal ini.

Ada orang yang punya bulu-bulu lama di hidupnya yang belum dicabut: pengalaman dan trauma di masa lalu, dikecewakan di waktu lalu. Semua itu harus dicabut dan dibuang. Jika "bulu yang lama" dibiarkan tidak dicabut, maka yang baru tidak bisa muncul.

Jika tidak bisa melepaskan kepahitan yang lama, maka kekuatan yang baru tidak kita dapatkan


Rajawali yang sehat mampu terbang melayang di atas badai. Rajawali yang tidak alami peremajaan akan ketakutan dan memilih tinggal di bawah.

Perlu proses pengampunan, berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan orang yang melukai kita. Seringkali orang Kristen terluka, tapi yang jadi sasaran kemarahan adalah Tuhan.
Padahal untuk masuk ke surga yang dibutuhkan adalah nama Yesus. 2000 tahun yang lalu Yesus sudah jalani semuanya untuk keselamatan kita.

Kita perlu melewati peoses-proses yang menyakiitkan: pengampunan, berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan siapapun yang kita anggap telah melukai kita.

Seringkali orang Kristen terluka atau dirugikan oleh orang lain, tapi yang jadi sasaran kemarahan dan kepahitan adalah Tuhan. Padahal untuk masuk ke surga yang dibutuhkan adalah nama Yesus, bukan karena nama orang-orang lain yang sudah melukai kita.

Jangan korbankan surga kita karena satu-dua nama orang yang mengecewakan dan menyakiti kita.

Keselamatan kita sudah ditanggung Yesus, seharusnya kita berterima kasih sepanjang hidup kita

Kecewa terhadap beberapa orang Kristen adalah hal yang wajar. Karena yang membutuhkan tabib/ dokter adalah orang sakit. Orang yang datang kepada Yesus sadar bahwa dirinya sakit karena dosa. Maka benturan antar sesama pasien itu wajar, karena dokternya Yesus, dan bukan mereka. Jika ada benturan, jangan buang "dokter"nya.

Dunia mengharapkan kita seperti Kristus, tapi seringkali beberapa orang masih “sakit”

Rajawali yang tidak bisa mencabut hal-hal lama dari hidupnya, dia tidak lagi memiliki kekuatan yang dibaharui. Maka akibatnya tidak bisa berburu, kelincahan dan keberaniannya hilang.

Jika salah satu rajawali lemah, rajawali yang lain akan mencoba membantu dengan memberikan daging segar di dekatnya. Tapi jika sudah terlalu lemah, maka akan berhenti, ditinggalkan temannya, dan mulai makan bangkai atau binatang yang sudah mati.

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1:2-3)

Orang Kristen yang menjauh dari Tuhan, firman Tuhan tidak lagi menarik. Tidak mau ke gereja karena merasa bisa mengikuti via internet, karena tidak mau bertemu orang yang menyakitinya.

Kecenderungannya mereka kemudian lebih suka mencari berita buruk tentang orang lain, gosip terbaru, dll. Berita-berita buruk harus kita kebaskan, karena tidak akan membangun iman kita. Jika kita suka hal-hal seperti itu, kita adalah rajawali yang sakit.

Kesaksian:

P Agung mendapat mobil dari p Yusak. Malamnya p Agung mimpi bahwa p Yusak berperang sebagai infanteri/ jalan kaki, dan kendaraan yang digunakan p Agung adalah milik p Yusak. Maka mobil itu dikembalikan ke p Yusak. P Agung bersyukur berhasil lulus saat melewati ujian ini: baik saat menerima maupun mengembalikan mobil. Ini terjadi sekitar 3 tahun yang lalu.

Tuhan beri mobil Jaguar ke p Agung tahun 2005. Sebulan terakhir p Agung sempat terlintas untuk ganti mobil, sebagai bagian persiapan pernikahan anaknya. Dengan bantuan teman-temannya, p Agung men-survey beberapa mobil, dan akhirnya memilih salah satu mobil.

Ada dua cara untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan:

  • Tidak ada dana, lalu berdoa dan hadapkan ke Tuhan, hingga di suatu titik mendapatkan sesuatu dari Tuhan.

  • Diberkati limpah, sehingga saat ingin sesuatu bisa langsung membeli.

Cara pertama lebih aman karena hati kita terjaga. Sedangkan jika kita menggunakan kehendak bebas (freewill) kita, resikonya kita lakukan hal yang salah. Tuhan mau kita menikmati hal kedua, tapi dengan hati yang tidak bergeser dari Tuhan, selalu bertanya lebih dulu apakah Tuhan berkenan dengan yang kita inginkan.

P Agung bermimpi berada di istana yang pilarnya warna emas bening. Di tengahnya ada tahta Tuhan, atmosfir ruangan itu adalah kebaikan Tuhan (grace of God), dan semua yang berada dalam ruangan itu menangis, terharu dan tersungkur. P Agung merasa bahwa pemberian Tuhan terlalu banyak dibanding apa yang telah dikerjakan. Tuhan suka dengan sikap hati "tahu diri", dan sikap hati itu yang membuat p Agung menerima banyak dari Tuhan.

Wujud dari mimpi di atas: seseorang menyelesaikan semua pembayaran mobil baru p Agung.

Jika Tuhan ingin memberi, tidak jadi masalah apakah kita punya uang atau tidak.

Menjelang Tuhan datang, banyak bangkai di sekitar kita. Rajawali yang sakit akan bergerombol makan bangkai, dan mati dalam sekejap. Yesus adalah roti hidup, kita harus makan roti hidup yang segar/ fresh setiap hari.

Hentikan semua yang membawa berita bangkai. Makan hanya dari Firman Tuhan yang hidup !

Sabtu sore – Minggu pagi – minggu sore 1-2 Maret 2014 – ps Bill Wilson

akhir Maret – ps John Avanzini

Mei – ps Kong Hee

Juli 22-23 – ps Benny Hinn

Pembukaan

Dalam beberapa minggu terakhir ada banyak bencana alam: banjir, gunung meletus, dll. P Agung mensyukuri respon dari jemaat yang membantu dan turun tangan dengan cepat. Ini adalah saat terbaik untuk memberitakan kabar baik. Pemberitaan Injil akan lebih efektif jika dilihat (Injil dalam bentuk perbuatan nyata), dibanding jika hanya didengar (dikhotbahkan). Ada satu desa dengan 600 KK yang hanya dilayani tim JKI. Kita akan tuntaskan hingga tanah daerah itu pulih.

Kebutuhan untuk bencana gn Kelud:

Tempat tidur tipis, jeep + sopirnya, sarung, sampo, pakaian laki, semprotan air, genset, sepatu boots.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

 

Korespondensi:

antoniusfw@facebook.com (FB);

antonius_fw@yahoo.com (YM);

antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);

@Antonius_FW (tweeter);

pin BB 24D0C381

WhatsApp , WeChat, Line, Viber – 085 727 868 064

Dengan Satu Kaki


Dengan Satu Kaki

Posted: 01 Mar 2014 10:42 PM PST

Dengan Satu Kaki

Dengan Satu Kaki

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat seseorang yang hanya memiliki satu kaki saja? Apakah Anda akan merasakan kasihan dan menduga bahwa hidupnya akan biasa-biasa saja dan tidak bisa maju?

Kemarin saya baru saja menyaksikan sekelompok pemuda yang sedang menari (breakdance) dan salah satu dari mereka hanya memiliki satu kaki. Sebut saja namanya John dan dia memegang sebuah kamera. Dalam hati saya, seseorang yang memiliki kekurangan secara fisik ternyata masih memiliki kemampuan yang luar biasa sebagai fotografer.

Saat sekelompok pemuda itu menari, setelah selesai memotret, John mulai mendekati arena menari. Dia menaruh tongkat penyangganya lalu mulai berjalan dengan cara melompat-lompat menuju ke tengah arena. Semua mata tertuju pada John. Dia mulai menari dengan memutar-mutar tubuhnya dan terlihat sangat mahir dalam hal menari.

Semua orang menangis melihat tarian John di mana seseorang yang memiliki kekurangan fisik ternyata masih mampu menampilkan yang terbaik dari kekurangannya tersebut.

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menampilkan yang terbaik dalam kehidupan kita dengan didukung fisik yang sempurna? Jangan pernah mempunyai cita-cita untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja. Cobalah untuk bisa mengembangkan diri dan membuat kehidupan kita menjadi lebih maju dan lebih berharga. Kita harus menjadi pribadi yang luar biasa di dalam Tuhan Yesus.

Aku, Akulah yang mengatakannya dan yang memanggil dia juga, Akulah yang mendatangkan dia, dan segala usahanya akan berhasil.

Yesaya 48:15

Dengan Satu Kaki is a post from: Renungan Harian Kristen

Kematian Rohani

Posted: 28 Feb 2014 09:49 PM PST

Kematian Rohani

Kematian Rohani

Ada seorang yang memutuskan untuk meninggalkan orang tuanya. Dia memutuskan untuk hidup sendiri dan tidak mau lagi hidup bersama dengan keluarganya. Pada awalnya memang terasa sangat menyenangkan namun pada akhirnya hidupnya menjadi terkatung-katung karena tidak ada sandaran hidup.

Demikian juga ketika kita memutuskan untuk meninggalkan Tuhan. Kita lebih memilih untuk mengejar kenikmatan duniawi dan itu terasa sangat memuaskan, namun pada akhirnya kita menjadi orang-orang mengalami kematian secara rohani.

Hidup kita sudah tak lai mengandalkan Tuhan melainkan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Kita harus menyadari bahwa hidup tanpa Yesus adalah kesia-siaan. Ketika kita mengalami kematian secara rohani, maka berkat-berkat yang sebelumnya mengai]lir dalam kehidupan kita pun akan terhenti juga. Bukan Tuhan yang menutup berkat-Nya untuk kita, melainkan kita sendiri yang memilih untuk menutupnya.

Mendekatlah kepada Tuhan, bacalah firman-Nya dan sembahlah Dia setiap waktu maka Tuhan akan memperbaharui roh dan kehidupan kita setiap waktu.

Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

Yesaya 1:4

Kematian Rohani is a post from: Renungan Harian Kristen

Tugas yang sakral


Tugas yang sakral

Posted: 28 Feb 2014 08:37 PM PST

Posted on by Saat Teduh

Baca: Imamat 13:1-28

Kita sering memisahkan antara kehidupan sakral dan sekuler, tetapi firman Tuhan menyatakan bahwa semua bagian kehidupan adalah sakral. Sehingga, "segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa" (Rm. 14:23b). Tugas imam yang sakral tidak hanya berkenaan dengan persembahan kurban kepada Tuhan, seperti meneliti apakah binatang kurban yang dibawa oleh jemaat sudah sesuai tuntutan Taurat. Ternyata meneliti apakah seseorang terkena penyakit kusta juga merupakan tugas imam yang penting. Penyakit yang diterjemahkan sebagai "kusta" ini berbeda dengan penyakit kusta yang sekarang kita kenal. Sepertinya kata tsara'at ("kusta" bhs. Ibrani) dalam Alkitab ini menunjuk pada beberapa penyakit kulit yang rumit. Penyakit ini menular dan berbahaya, dan mereka yang terjangkit akan dianggap najis.

Karena penyakit ini sulit untuk dideteksi, maka Tuhan memberikan beberapa prosedur. Jika pada awalnya tidak jelas terlihat bahwa itu merupakan panyakit "kusta" maka orang itu perlu dikurung selama 7 hari (4), dan jika masih belum jelas, maka ditambahkan 7 hari lagi (5). Jika "kusta" dan orang itu tahir setelah mencuci pakaiannya (6). namun jika ada komplikasi, orang itu harus diperiksa lagi, dan jika ternyata ia terkena penyakit "kusta," ia dinyatakan najis (8).

Begitu pula jika seorang yang menderita penyakit ini secara kronis, setelah ada kemungkinan ia telah sembuh, maka imam harus mendiagnosa. Jika ternyata ia tidak sembuh, ia dinyatakan mendapat kusta idapan (11). Akan, tetapi, jika "kusta" itu kemudian menutupi seluruh tubuh, menjadi putih (mungkin ada kulit yang baru yang telah tumbuh), maka ia pun dinyatakan telah sembuh dan tahir (12-13).

Semua tugas kita adalah sakral di mata Tuhan saat kita melakukan dengan iman. Walaupun ada tugas yang mungkin kita anggap remeh, tugas tersebut tetap harus kita lakukan dengan teliti dan benar. Karena hal itu merupakan bagian yang penting dari keseluruhan tugas yang telah Allah berikan pada kita.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

KEDEWASAAN ROHANI: Merenungkan Firman


KEDEWASAAN ROHANI: Merenungkan Firman

Posted: 28 Feb 2014 10:00 AM PST

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Maret 2014

Baca:  Mazmur 119:41-56

"Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu."  Mazmur 119:48

Kedewasaan rohani seseorang tidak bisa kita ukur dengan umur atau usia orang tersebut.  Mungkin kita akan dengan mudah menebak berapa umur seseorang dari cici-ciri fisiknya yang memang sudah nampak jelas dan bisa kita kira-kira.  Namun menilai kedewasaan rohani seseorang tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kita hanya tahu orang tersebut secara sekilas tanpa pernah bergaul karib dengan waktu yang cukup lama.

     Kedewasaan rohani seseorang dapat dilihat dari karakter dan buah Roh yang dihasilkannya, sebab  "...dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."  (Matius 7:20), karena itu  "...hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan."  (Matius 3:8).  Inilah kehendak Tuhan,  "sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."  (Efesus 4:13-15).

     Ada aspek yang membawa seseorang kepada kedewasaan rohani, di antaranya adalah firman Tuhan.  Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya.  "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."  (Matius 4:4).  Sama halnya dengan tubuh jasmani yang terus mengkonsumsi makanan yang bergizi, tubuh rohani kita pun harus mengkonsumsi firman Tuhan.  Semakin kita mencintai firman Tuhan dan merenungkan itu siang dan malam, perbuatan dan karakter kita pun akan semakin diperbaharui dari hari ke sehari, sebab  "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  (2 Timotius 3:16).  Semakin kita merenungkan firman Tuhan, maka semakin kita rindu untuk menyenangkan hati Tuhan di segala aspek kehidupan kita.

Pertanyaan:  seberapa besar rasa haus dan lapar kita terhadap firman Tuhan?

Saturday, 1 March 2014

TETAP BERSUKACITA


TETAP BERSUKACITA

Posted: 28 Feb 2014 09:00 AM PST

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 4:1-9

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah. (Filipi 4:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 1-2

Umurnya kira-kira sepuluh tahun. Wajahnya tampak lelah. Namun, ia tersenyum ketika kami berjumpa. Yang membuat saya sangat terkesan, ia gadis cilik yang tidak biasa: ia tidak memiliki kaki sama sekali. Badannya hanya sampai sebatas paha, dan ia mesti "berjalan" dengan tangannya. Tidak mudah, dan amat melelahkan tentunya. Toh ia tetap tersenyum. Melihat kondisinya itu, saya terharu dan sekaligus tersadar betapa banyak hal yang patut disyukuri dalam hidup ini.


Di dalam surat yang ditulisnya di penjara ini, Rasul Paulus menyampaikan beberapa nasihat pribadi, yaitu kepada Euodia, Sintikhe, dan Sunsogos (ay. 34). Salah satunya adalah supaya mereka tetap bersukacita di dalam Tuhan. Kata bahasa Yunani untuk "senantiasa" adalah pantote, yang artinya setiap saat, selalu, terus-menerus apa pun kondisi dan keadaannya. Jadi, sukacita bukanlah perasaan gembira yang muncul karena sedang mengalami situasi yang membahagiakan, melainkan buah Roh, karya Roh Kudus di dalam hidup orang percaya. Kita bersukacita karena berada di dalam Tuhan Allah yang damai sejahtera-Nya melampui segala akal dan pikiran kita (ay. 7).

Kita sering sulit mengalami sukacita karena menganggapnya sebagai perasaan yang ditentukan oleh keadaan. Namun, ketika kita belajar mengenali bahwa sukacita adalah karya Roh Kudus, kita akan menyadari bahwa sukacita itu tidak ditentukan oleh situasi atau kondisi di sekitar kita. Senantiasa bersukacita itu ternyata bukan sesuatu yang mustahil!—AAS

SUKACITA SEJATI TIDAK DITENTUKAN OLEH KEADAAN,
MELAINKAN MERUPAKAN KARYA ROH KUDUS YANG MELAMPAUI KEADAAN


 

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

 

Respons:

PINTU

Posted: 27 Feb 2014 09:00 AM PST

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 10:7-18

Akulah pintu; siapa saja yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9)

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 34-36

George Adam Smith, seorang guru Alkitab, suatu kali berkunjung ke Israel dan bercakap-cakap dengan seorang gembala. George ingin tahu apa yang dilakukan para gembala Israel terhadap domba-domba yang mereka gembalakan. Menjelang malam, ia melihat gembala menggiring domba ke sebuah gua kecil. "Apakah aman? Bukankah tidak ada pintu penutupnya?" tanya George. "Sayalah pintunya," kata gembala itu. Dalam budaya di Timur Tengah, gembala akan berbaring di depan lubang gua sehingga tidak ada serigala atau binatang buas yang dapat masuk tanpa melalui tubuhnya.

Gembala yang baik menyerahkan nyawa bagi dombanya. Ia sendiri yang menjadi pintu agar dombanya aman dan terlindung dari serangan binatang buas. Yesus adalah guru, penginjil, dan pembuat mukjizat, namun Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Dia tidak saja memberikan nyawa-Nya, tetapi Dia juga yang menjaga dan memelihara hidup kita. Apabila Yesus sendiri yang menjadi perlindungan kita, apa yang perlu kita takutkan? Apabila si jahat hendak menyentuh kita, para domba-Nya, apakah ia sanggup melewati Sang Gembala?

Rasa aman sejati bukan terdapat di dalam deposito, properti, atau harta yang kita miliki. Itu semua tidak dapat memberikan keamanan yang sesungguhnya. Kiranya kita tenang di dalam naungan-Nya. Badai hidup boleh menerjang, masalah dan tantangan dapat menerpa, namun kita tetap tinggal tenang dalam lindungan-Nya. Ingat, Gembala kita adalah Pintu. Kita aman bersama-Nya.—HS

YESUS ADALAH PINTU YANG SEJATI,
PELINDUNG DAN PEMELIHARA KAWANAN DOMBA-NYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

Spiritual Living in a Secular World (Free Books Inside)


Spiritual Living in a Secular World (Free Books Inside)

Posted: 28 Feb 2014 03:19 AM PST


"It was the book and particularly the character of Daniel that strengthen my faith in Christ when I worked as assistance manager in the entertainment industry for almost 2 years ago (Before I joined the full-time ministry). By God's Word encouragements, I get to witness for Christ in my workplace (with my ups and downs of course). I hope that this book can encourage you to read and practice the Book of Daniel in your life." (RA)

Christians today often feel without a voice: a minority in an indifferent world. Should we withdraw? Get stuck in, despite blurred boundaries? Like the Israelites in Babylon, for many of us this is a time of temptation and defeat.

Ajith Fernando's Spiritual Living in a Secular World engaging book uses the experience of the young Israelite, Daniel. Daniel and his companions were the elite: young men of outstanding ability. God put them in a position where their names – their very identity – were changed to fit Babylonian culture. They learned pagan languages and became steeped in Babylonian society.

Yet they did not compromise. They avoided the opposite traps of isolation and accommodation, preferring instead the option of obedient involvement. By their radical obedience they proclaimed that the Kingdom of God is alive and well – and so can we.

FREE BOOKS!

This month of March 2014, I would like to offer you 3 BOOKS (ONLY) entitled Spiritual Living in a Secular World by Ajith Fernando.

You are welcome to get a copy of this book for yourself by simply do these 2 things:

First, comment below "Rich, give me one copy (Your name). I hope that through this book I can… [Not less than 10 words]"

Then, send message to my inbox Facebook account your real name, phone no. and your postal address. [For book distribution purposes only] Thank you.

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Ask and Knock (Or Pray with Open Wallet)

Posted: 26 Feb 2014 05:54 PM PST

"Ask, and it shall be given you; seek, and ye shall find;

knock, and it shall be opened unto you" (Jesus in Matthew 7:7)

"When you pray, you must ask, seek and – knock!" (RA)

A father was leading his family in their time of devotions. When he prayed, he told God about the needs of the poor widow across the street. He listed the things she needed, and he proceeded to tell the Lord just how to send them.

Tear of sympathy tolled down his wife's cheeks. But one member of the family – the couple's son – wasn't praying. He was thinking. When the father said "Amen", his son walked over to him and with his hand held out said, "Dad, give me your wallet and I'll go over there and answer your prayer myself." It was obvious to that youngster that prayer and practice must go together whenever possible.

Of course, prayer must come first. But the reason of prayer is action and practice. There are certain prayers that need extraordinary miracles to happen (and we can't do anything, except fully relying on God) such as when we pray for people's salvation, spiritual comfort for the broken, Spirit-anointed ministry, healing, etc. But there are great many prayers that need us to pray and at the same time need us to move into actions. When we pray for a job, we need to find job. When we pray for the hungry, we need to provide food for them. When we pray for good result in exam, we need to study.

Remember this old-ever-relevant advice about prayer: When you pray, pray as though everything depended on God. When you work, work as though everything depended on you. Both God's sovereignty and human's free will.

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

C.S. Lewis on The Theology of Being Good

Posted: 24 Feb 2014 08:09 AM PST


"[Anyone] is in Christ, he is a new creation" (2 Corinthians 5:17,ESV)

From C.S. Lewis's Mere Christianity:

"Even the best Christian that ever lived is not acting on his own steam – he is only nourishing or protecting a life he could never have acquired by his own efforts. And that has practical consequences. As long as the natural life is in your body, it will do a lot towards repairing that body. Cut it, and up to a point it will heal, as a dead body would not. A live body is not one that never gets hurt, but one that can to some extent repair itself.

In the same way a Christian is not a man who never goes wrong, but a man who is enabled to repent and pick himself up and begin over again after each stumble – because the Christ-life is inside him, repairing him all the time, enabling him to repent (in some degree) the kind of voluntary death which Christ Himself carried out.

That is why the Christian is in a different position from other people who are trying to be good. They hope, by being good, to please God if there is one; or – if they think there is not – at least they hope to deserve approval from good men.

But the Christian think any good he does comes from the Christ-life inside him. He does not think God will love us because we are good, but that God will make us good because He loves us; just as the roof of a greenhouse does not attract the sun because it is bright, but becomes bright because the sun shines on it."

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

MURAH HATIKAH KITA?


MURAH HATIKAH KITA?

Posted: 27 Feb 2014 10:00 AM PST

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Februari 2014

Baca:  Matius 5:1-12

"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."  Matius 5:7

Ayat nas diatas menyatakan bahwa jika kita ingin beroleh kemurahan, maka kita pun harus bermurah hati.  Adapun arti kata  'murah hati'  adalah suka memberi, tidak pelit dan suka menolong.  Karakter inilah yang harus dikembangkan dalam diri setiap diri anak-anak Tuhan, sebab keKristenan itu identik dengan kasih dan salah satu bukti bahwa kita memiliki kasih adalah murah hati.  Kemurahan juga merupakan salah satu buah-buah Roh yang harus kita hasilkan  (baca  Galatia 5:22-23).  Namun faktanya?  Banyak orang Kristen yang tidak punya sifat murah hati, mereka lebih suka menerima daripada memberi.  Padahal Alkitab menyatakan,  "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."  (Kisah 20:35).  Seringkali kita berpikir bahwa yang berbahagia adalah orang yang suka menerima, karena ia mendapat sesuatu dari orang lain.  Mulai hari ini mindset itu harus dirubah!  Justru kebahagiaan itu ada dalam diri orang yang suka memberi.  Memberi, saat memberi atau menabur, harus ada yang dikorbankan dan itu mungkin terasa sangat berat bagi kita, tapi percayalah bahwa Tuhan tidak pernah tertidur, Dia melihat apa yang telah kita perbuat untuk-Nya dan juga sesama.

     Mengapa kita harus murah hati?  Karena Bapa kita di sorga  "...seumur hidup Ia murah hati;"  (Mazmur 30:6), dan sebagai anak-anak-Nya, kita wajib dan harus mengikuti jejak-Nya.  "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."  (Lukas 6:36).  Bukti nyata bahwa Bapa itu Maha pemurah adalah Ia rela memberikan Putera-Nya Yesus Kristus untuk mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, yang oleh-Nya kita diselamatkan.  Selama pelayanan-Nya di bumi, Tuhan Yesus juga selalu menunjukkan kasih dan kemurahan hati terhadap semua orang.  Maka dari itu,  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).

     Bermurah hati atau suka memberi itu tidak selalu identik dengan berkorban uang atau materi.  Tapi kita yang diberkati Tuhan, adalah wajib bagi kita untuk memberkati orang lain, karena tujuan Tuhan memberkati kita adalah supaya kita dapat menjadi berkat.

"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai."  Mazmur 126:5

Andalkan Sang Sumber


Andalkan Sang Sumber

Posted: 27 Feb 2014 03:38 PM PST

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 4

Salah satu kunci keberhasilan Rasul Paulus dalam pelayanan yang Tuhan percayakan kepadanya adalah soal integritas, khususnya menyangkut uang atau materi. Meskipun ia mengalami kesusahan (4:14), ia tidak mengemis kepada jemaat Filipi. Setelah jemaat Filipi mengetahui bahwa Rasul Paulus sedang dalam kesulitan pun, Rasul Paulus tidak mendesak mereka untuk segera mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Ia tetap bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, walaupun sebenarnya ada sumber-sumber yang bisa ia andalkan. Bisa saja Rasul Paulus—atas nama pelayanan—memanipulasi kepercayaan dan kedekatan yang ia miliki dengan jemaat Filipi. Sebaliknya, ia menunggu—dan kita percaya bahwa ia pasti berdoa. Ia membiarkan Tuhan yang menggerakkan hati jemaat Filipi untuk menyokong pelayanan Rasul Paulus. Dengan memberi, jemaat Filipi telah menyimpan harta di surga (bandingkan 4:17 dengan Matius 6:20).

Pelayanan kita adalah pelayanan Tuhan. Bila Tuhan mempercayakan suatu pelayanan kepada kita, Ia akan bertanggung jawab untuk membuat pelayanan itu berhasil. Sayangnya, sebagian orang yang dipercaya Tuhan untuk melayani kadang-kadang merasa terlalu bertanggung jawab sehingga merasa bersalah kalau pelayanan itu "tidak jalan". Akibatnya, kalau pelayanan itu dihadang oleh kesulitan. kita mudah tergoda untuk mengandalkan sumber-sumber yang kelihatan, bukan mengandalkan Sang Pemberi sumber-sumber itu sendiri. Akibat yang lebih parah adalah bila kita secara tidak sadar mulai memakai cara-cara duniawi demi suksesnya pelayanan rohani yang kita jalani. Saat kita menghadapi keadaan yang seperti jalan buntu, iman kita diuji. Ingatlah janji Tuhan, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu…." (Matius 7:7) [MN/P]

Filipi 4:11, 13
"… aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan… Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." 

Ketidaktahiran seorang ibu

Posted: 27 Feb 2014 03:30 PM PST

Posted on by Saat Teduh

Baca: Imamat 12:1-8

Pasal 12 menjelaskan hukum mengenai ketidaktahiran seorang ibu saat ia melahirkan anaknya. Alasan yang diberikan ialah bahwa saat itu ia sedang mengeluarkan darah dan oleh karenanya menjadi tidak tahir (2, 4,7). Penjelasan detail mengenai mengeluarkan darah menjadi najis baru dibahas di pasal 15

Mengapa masa ketidaktahiran seorang ibu ketika melahirkan anak perempuan lebih lama dibandingkan anak laki-laki? Beberapa alasan coba dikemukakan oleh para penafsir. Karena anak perempuan lebih lemah, mudah diserang oleh roh jahat. Jelas pandangan ini tidak memiliki dasar Alkitab sama sekali. Ada pandangan seorang dokter, yang dari hasil penelitiannya mengatakan bahwa seorang ibu yang melahirkan bayi perempuan biasanya pendarahannya lebih lama daripada bila ia melahirkan bayi laki-laki. Akan tetapi, kalaupun benar, jumlah hari pendarahannya tidak sampai dua kali lipat seperti yang diaturkan di perikop ini. Pandangan lain mengatakan bahwa karena seorang anak perempuan nantinya akan mengalami menstruasi bulanan, oleh karena itu saat ia dilahirkan, ketidaktahiran ibunya menjadi lebih panjang. Pandangan-pandangan ini lebih bersifat spekulatif daripada berdasarkan penjelasan Alkitab.

Penjelasan lain ialah berhubungan dengan budaya patriarkat masyarakat pada umumnya yang menganggap perempuan lebih rendah derajat sosialnya daripada laki-laki. Bukan berarti Alkitab mengajarkan perempuan lebih rendah daripada laki-laki, melainkan itulah realitas masa itu. Taurat diberikan untuk melindungi perempuan dari pelecehan. Dengan memberikan waktu lebih lama seorang perempuan tidak tahir saat melahirkan bayi perempuan, perempuan akan diterima kembali dalam sosial masyarakatnya.

Di dalam Kristus, perempuan dan laki-laki setara. Maka tak perlu ada pembedaan seperti yang masih terjadi pada masa Perjanjian Lama. Mari kita memberikan penghargaan yang tinggi kepada kaum perempuan yang Tuhan ciptakan sebagai pasangan yang sepadan bagi laki-laki (Kej. 2:18).

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Menjaga makanan

Posted: 26 Feb 2014 03:34 PM PST

Posted on by Saat Teduh

Baca: Imamat 11:1-47

Pasal 11-15 merupakan bagian baru yang mengatur mengenai najis-tahir atau haram-halal dalam kehidupan sehari-hari umat. Baik yang menyangkut makanan maupun kondisi tertentu seseorang. 

Pasal 11 berbicara panjang lebar mengenai binatang yang boleh dimakan dan yang tidak boleh dimakan. Dimulai dengan binatang darat (2-8), dilanjutkan binatang laut (9-12), binatang udara (13-20), dan binatang merayap dan bersayap (21-23).Penjelasannya berikutnya ada yang seperti mengulang dan menambahkan larangan sebelumnya (28-38), juga larangan untuk menyentuh bangkai binatang dan apa yang harus dilakukan ketika tersentuh bangkai tersebut (24-27, 39-43). Peraturan-peraturan ini ditutup penjelasan bahwa Tuhan menuntut umat-Nya hidup kudus sebagaimana Dia kudus (44-45).

Tidak ada penjelasan rasional mengapa binatang tertentu haram dan yang lainnya halal. Ada penafsir yang mengatakan bahwa sebagian binatang yang dinyatakan haram digunakan sebagai persembahan kurban dalam ibadah-ibadah nonIsrael yang jelas-jelas menyembah berhala. Ada pula yang berpendapat bahwa larangan itu menyangkut masalah higienis. Beberapa binatang tertentu yang disebut haram, telah diketahui merupakan binatang yang dapat mengganggu kesehatan manusia yang memakannya.

Kita tidak bisa memastikan apakah alasan itu yang menjadi dasar larangan di pasal 11 ini. Yang jelas, ini adalah perintah Allah bagi umat Israel. Mungkin orang Israel mengerti larangan itu dalam konteks sosial masyarakat masa itu. Yang paling penting buat kita ialah percaya bahwa Allah punya alasan yang tepat untuk larangan tersebut, dan selalu ada dalam kemahatahuan dan kemahabijakan-Nya. Percaya dan taat kepada perintah Allah merupakan sikap tunduk kepada kedaulatan-Nya. Israel perlu menjaga kehidupan mereka sehari-hari, mulai dari makanan, kebersihan tubuh, dst., agar mereka layak menghampiri kemah suci yang merupakan kehadiran Allah yang kudus di tengah-tengah umat-Nya. Prinsip yang berlaku di sini ialah kuduslah kamu, sebab AKu Tuhan Allahmu, kudus!

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes