Friday, 6 June 2014

Kesetiaan


Kesetiaan

Posted: 04 Jun 2014 04:37 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Matius 25:14-30

Dalam perumpamaan tentang talenta yang terkenal ini, hamba-hamba yang dipercayakan talenta oleh tuannya dinilai bukan berdasarkan berapa banyak yang dihasilkan atau hal-hal lain, tetapi dinilai karena kesetiaannya. Baik hamba yang dipercayakan lima atau dua talenta, dinilai sebagai hamba yang baik dan setia (25:21, 23). Sebaliknya seorang hamba lain yang hanya dipercayakan satu talenta itu dinilai jahat dan malas karena ia tidak setia (25:26). Oleh sebab itu di sini kita belajar betapa pentingnya menjadi orang yang setia, karena berdasar kesetiaan itulah Tuhan akan menilai dan menghakimi kita. Kata kesetiaan (Inggris :faithfull) di dalamnya mengandung pengertian iman. Jadi kesetiaan berhubungan erat dengan iman kepada Allah yang setia. Kesetiaan terhadap hal yang kecil sebenarnya adalah ujian karakter yang paling dapat dipastikan yang membawa kepada kepercayaan yang semakin besar. Seperti tadi telah kita baca, Yesus berkata, "…engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tangggung jawab dalam perkara yang besar."(25:23). Kesetiaan bukanlah ketaatan kepada sesuatu yang tidak ada dasarnya. Kesetiaan adalah satu kesungguhan hati untuk tetap jujur dan terus menerus bertanggung jawab kepada apa yang harus kita patuhi. Kesetiaan dimanifestasikan dengan melaksanakan apa yang sudah dijanjikan atau dipercayakan. Allah yang setia menghendaki anak-anak-Nya juga setia.

Sebuah refleksi buat kita, sejauh mana kita sebagai orang Kristen setia kepada Tuhan dalam hidup kita sehari-hari? Apakah kita sudah setia dalam hal-hal kecil seperti janji-janji yang kita buat, pemanfaatan waktu kita, apa yang kita baca dan lihat, kesetiaan kepada pasangan hidup kita dan hidup sesuai prinsip kebenaran Firman Tuhan yang kita yakini? [JS]

Wahyu 2:10c
"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."

Belajar bersandar lagi pada Tuhan

Posted: 04 Jun 2014 04:36 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: 1 Samuel 30:1-31

Luput dari dilema, Daud dan pasukannya menghadapi masalah baru. Selama ini mereka telah meninggalkan para istri dan anak-anak mereka untuk berperang bagi Akhis. Ternyata tempat tinggal mereka di Ziklag, telah diserbu dan dijarah orang Amalek, termasuk anak istri mereka ditawan.Kesedihan para pengikut Daud begitu besar sampai-sampai mereka hendak merajam Daud, yang mereka anggap bertanggung jawab atas malapetaka mereka. 

Dalam keadaan kepepet, Daud kembali mencari petunjuk Tuhan (6-8). Kesadaran bahwa ia tidak dapat menyelesaikan masalah yang begitu besar dan serius ini, membuat Daud berpaling kepada Tuhan. Maka atas petunjuk Tuhan pula, Daud dan pasukannya berhasil mengalahkan Amalek serta merampas pulang semua yang dirampas. Tindakan iman Daud ini mengembalikan kepekaan rohaninya.

Pertama, ia tidak merendahkan sebagian pasukannya yang keletihan dalam perjalanan ke tempat musuh. Ia justru mengajarkan para pasukannya bahwa sebagai satu tim mereka harus sepenanggungan dan sependeritaan (23-25). Hal itu ditunjukkannya dengan berbagi jarahan dengan pasukan yang tidak ikut berperang.

Kedua, Daud tetap ingat dirinya sebagai bagian dari umat Israel. Maka, ia pun memberikan sebagian jarahan itu kepada para pemimpin suku Yehuda. Tindakannya sekaligus memulihkan kepercayaan mereka terhadap Daud, yang mungkin memudar saat melihat Daud ada di pihak musuh.

Semua yang terjadi dalam hidup Daud merupakan proses pembentukan iman dan karakter yang mempersiapkannya untuk menggantikan Saul menjadi raja atas Israel. Perjalanan hidup kita masing-masing pasti berbeda dari Daud maupun satu sama lainnya. Namun, kerumitan masalah yang kita hadapi mungkin sama, bisa jadi lebih. Jangan pernah menyerah kalah, apalagi kehilangan pengharapan. Allah yang sama yang dikenal dan dipercayai Daud, ialah Allah yang kita kenal dan sembah dalam Kristus. Dia menyertai kita dan mengizinkan masalah membentuk kita agar lebih bersandar kepada Tuhan dan lebih peka terhadap panggilan kita.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Thursday, 5 June 2014

Aku Bukan Orang Kaya


Aku Bukan Orang Kaya

Posted: 05 Jun 2014 12:13 AM PDT

Aku Bukan Orang Kaya

Aku Bukan Orang Kaya

Tuhan, aku memang bukan orang kaya

Aku tidak memiliki banyak uang

Tapi aku ingin memberi

Memberi sesuai dengan kemampuanku

Memberi sesuai dengan apa yang kuingini dalam hati

Tuhan, aku begitu mengasihi mereka

Aku menyayangi mereka

Aku hanya ingin melakukan yang terbaik

Aku ingin melakukukan sesuatu yang membuat mereka terseyum

Aku sangat mengasihi keluargaku, Tuhan

Hanya ini yang aku punya

Aku ingin memberi karena kasih

Aku juga tidak pernah melupakan-Mu, Tuhan

Aku juga tak pernah lali memberi bagi-Mu

Memberi bagi pekerjaan tangan-Mu

Terlebih lagi memberi hati dan jiwaku untuk-Mu, Bapa

Aku mengasihi-Mu, keluargak dan juga sahabat-sahabtku

Aku mengasihi rekan kerjaku

Aku mengasihi atasanku

Aku mengasihi semua orang yang berada dekatku

Mereka semua adalah anugerah terindah dari-Mu

Aku ingin hidupku menjadi berarti bagi mereka dan bagi-Mu

Aku ingin berarti dengan cara memberi

Karena aku mengasihi

*

Aku Bukan Orang Kaya is a post from: Renungan Harian Kristen

Selalu Kalah

Posted: 04 Jun 2014 07:42 PM PDT

Selalu Kalah

Selalu Kalah

Pagi-pagi, seorang pelatih tinju mengomel. Pelatih itu marah terhadap anak buahnya si Ucok karena selalu mengalami kekalahan pada saat pertandingan. Sudah bertahun-tahun, Ucok tak pernah terkalahkan namun sudah satu bulan terakhir ini tak satupun pertandingan yang Ucok menangkan.

Pelatih : Ucok, apa yang telah kamu lakukan? Mengapa kamu selalu kalah dalam setiap pertandingan? Bukannya aku sudah melatihmu dengan maksimal?

Ucok : Saya suda melakukan yang terbaik Pak.

Pelatih : Tapi mengapa kamu selalu kalah? Ini sangat memalukan.

Ucok : Saya juga telah mempelajarinya selama sebulan ini Pak. Dan yang saya lakukan sudah benar.

Pelatih : Apa yang sudah kamu pelajari?

Ucok : Jika ada yang menampar pipi kananmu maka berikanlah pipi kirimu dan balaslah kejahatan dengan kebaikan. Itulah yang Firman Tuhan ajarkan.

Pelatih : Ucoooooooooooooooooook! Aaaaaaarrrrrrgggghhhhhh!

***

Selalu Kalah is a post from: Renungan Harian Kristen

Ungkapan Hati

Posted: 04 Jun 2014 07:29 PM PDT

Ungkapan Hati

Ungkapan Hati

Setiap orang pasti memiliki hati, tempat berkumpulnya semua rasa baik suka maupun duka. Mungkin kita bisa menyembunyikan perasaan itu dari orang lain akan tetapi kita akan tetap bisa merasakannya. Di dalam hati ada cinta, ada kecewa, sedih, terluka, kepahitan, bahagia, senang, harapan dan juga masih banyak rasa-rasa yang lain.

Orang akan lebih mudah untuk mengungkapkan perasaan senangnya namun banyak di antara mereka yang lebih memilih untuk menyimpan dalam-dalam lukanya. Jika luka itu terus disimpan dan tidak mengijinkan orang lain untuk menyembuhkannya, maka luka itu akan parah. Sama dengan sebuah penyakit yang akan semakin parah jika kita tidak memeriksakannya ke dokter.

Kita perlu datang kepada Tuhan agar Tuhan memeriksan sampai ke kedalaman hati kita. Tuhan akan meyembuhkan semua luka hati dan juga membuang rasa-rasa negatif seperti dengki, iri, dendam dan lainnya yang dapat merusak hubungan kita dengan orang lain.

Tuhan juga akan menempatkan kasih itu di dalam hati kita agar kita bisa lebih banyak lagi untuk mengasihi orang lain. Ungkapkanlah kepada Tuhan segala hal yang membuatmu tidak damai sejahtera. Menangislah di bawah kaki Yesus dan katakan bahwa kamu berserah penuh kepada-Nya. Kekuatan kita mungkin sangatlah terbatas, namun tangan kuat Tuhan akan membereskan segala perkara dalam hidup kita.

Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu.

Mazmur 89:14

Ungkapan Hati is a post from: Renungan Harian Kristen

BERDOA vs KHAWATIR


BERDOA vs KHAWATIR

Posted: 04 Jun 2014 10:00 AM PDT

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 4:2-9

Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 10

Penyanyi dan penulis lagu Sarah Masen pernah bersaksi tentang kesulitannya dalam membuat lagu. "Kadang-kadang ketika saya duduk dan menulis, saya begitu takut bahwa nanti lagunya tidak akan jadi, tidak akan berhasil, tidak akan ada lagi inspirasi. Tetapi, waktu saya mengambil keputusan untuk berdoa di tengah kebingungan itu, saya mendapati upaya saya untuk melakukan sesuatu selalu saja disempurnakan Allah, namun tidak menurut cara yang saya pikirkan. Hal itu berlaku bukan hanya untuk proses penulisan lagu, melainkan untuk semua bidang kehidupan."

Rasa khawatir dapat melumpuhkan kita. Kita khawatir tentang pernikahan kita atau, jika belum menikah, kita khawatir tidak akan menemukan pasangan hidup. Kita khawatir tentang uang, keluarga, pekerjaan, dan seterusnya. Mengenai pemikiran yang merusak ini Paulus berkata, "Janganlah hendaknya kamu khawatir." Mungkin kita akan menjawab, "Yah, benar. Tapi, engkau tidak mengalami apa yang kualami." Namun, sesungguhnya Paulus cukup mengerti keadaan kita. Ia juga mengalami banyak hal yang dapat membuat cemas—pelayanan, kesehatan, jemaat yang dirintis. Namun, ia melatih kebiasaan berdoa.

Secara bersamaan dan dalam waktu yang sama, doa dan rasa khawatir tidak bisa muncul sebagai satu kondisi mental yang sama, yang satu akan mendorong yang lain keluar. Kala kita berdoa dan mengisi pikiran kita dengan kuasa dan pemeliharaan-Nya, niscaya ruang yang tersisa untuk hal-hal yang membuat kita takut menjadi lebih sempit.—ISP

DOA MEMBERIKAN KEKUATAN PADA ORANG YANG LEMAH,
MEMBANGKITKAN KEPERCAYAAN DAN KEBERANIAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

PERNAH HIDUP BENAR

Posted: 03 Jun 2014 10:00 AM PDT

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 24:1-27

Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada.(2 Tawarikh 24:2)

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 8-9

Saya suka mencermati kesaksian para pelayat tentang kehidupan orang yang terbujur kaku di rumah duka. Selain ingin mendengar hal baik tentang mendiang, saya ingin tahu apakah ia hidup benar dalam Kristus sampai akhir hayat. Sedih sekali jika mendapati ada orang yang pernah hidup benar, tetapi dalam perjalanan hidupnya berbalik dari Tuhan dan hidup sekehendak hatinya. Bagi saya, panggilan untuk hidup benar berlaku seumur hidup, bukan hanya pada masa awal kekristenan kita.

Raja Yoas pernah hidup dengan benar di hadapan Allah. Selama imam Yoyada melayani, kurban bakaran teratur dipersembahkan di rumah Tuhan (ay. 14), bukan kepada berhala. Sayangnya, hal yang sangat menyukakan hati Allah ini hanya berlangsung selama hidup imam Yoyada. Begitu imam Yoyada meninggal, Yoas memilih mendengarkan nasihat para pemimpin Yehuda daripada meneruskan hidup benar di hadapan Allah. Mereka meninggalkan Allah untuk beribadah kepada berhala. Teguran Allah melalui Zakharia, anak imam Yoyada, tidak mempan, bahkan Zakharia dibunuh. Akhirnya, Yoas sendiri mati di tangan pegawainya. 

Kondisi seperti Raja Yoas mungkin juga kita alami jika kita tidak waspada. Sekali hidup benar bukan berarti selamanya pasti hidup benar. Diperlukan kemauan, tekad, dan konsistensi untuk menjalani hidup benar dalam anugerah Tuhan. Kelak akhir hidup kita akan menunjukkan apakah kita tetap menjalani hidup benar atau hanya menjadi orang Kristen yang pernah hidup benar.—IDO

SEBAGAI ORANG YANG DIBENARKAN MELALUI PENGURBANAN KRISTUS,
HENDAKNYA KITA TERUS BELAJAR HIDUP BENAR DI HADAPAN ALLAH


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

Kudus, Kudus, Kudus


Kudus, Kudus, Kudus

Posted: 03 Jun 2014 10:27 AM PDT



"Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam,

Seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" (Yesaya 6:3, TB)

Alkitab menyatakan bahawa Allah itu kudus, tanpa cela, suci dan sempurna. Dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, Allah menyatakan Diri-Nya sebagai TUHAN yang Kudus. Allah kudus sehinggakan Dia tidak dapat menahan dosa dan tidak mampu melihat dosa.

Oleh kerana kekudusan Allah, Dia berpaling dan membelakangkan Tuhan Yesus Kristus apabila Kristus mengambil kepada diri-Nya dosa seluruh dunia di kayu salib. Itulah satu-satunya (hanya sekali) masa dalam kesatuaan Allah Triniti dimana hubungan Allah Bapa dan Allah Anak mengalami keretakkan.

Kristus berseru di kayu salib, "Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Markus 15:34, BM). Betapa dahsyatnya kesedihan dan kesakitan (secara fisikal dan rohani) Kristus ketika itu apabila kegelapan dosa yang ditanggung oleh-Nya telah menyebabkan Allah Bapa berpaling meninggalkan-Nya. Namun betapa indahnya ketika itu (sekarang dan selamanya) apabila Kristus mengorbankan diri-Nya yang kudus dan suci untuk mati bagi setiap dosa yang sepatutnya ditanggung oleh kita.

Sekarang, Allah berfirman agar kita menjadi kudus seperti Dia (1 Petrus 1:16). Tetapi bagaimana ini boleh terjadi? Bagaimana kita yang berdosa ini boleh menjadi kudus? Apabila kita menerima dan mengaku bahawa Yesus Kristus ialah Tuhan dan Juruselamat kita, Dia akan hadir dalam kehidupan kita, menyucikan kita daripada dosa, dan tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus-Nya. Pada masa itu, kita akan mula bertumbuh menjadi seperti Dia, dan akan terus bertumbuh dalam iman sehingga kita bersama dengan Kristus suatu hari nanti dan memiliki tubuh yang baru dalam hadirat-Nya.

Oh betapa indah-Nya Allah itu.

Melalui Kristus apa yang kita anggap sebagai mustahil –

pendosa menjadi kudus – boleh terjadi.

Puji, syukur dan hormat kepada Allah Tuhan kita! Amen.

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Practice Authentic Facebooking

Posted: 02 Jun 2014 09:43 PM PDT

I quote this from Jesse Rice's The Church on Facebook,

"Because Facebook is an environment that typically rewards the most clever or the most willing to risk self-revelation, we can sometimes exaggerate or downplay certain things about ourselves to get a response. Likewise, we can be tempted to 'overshare' ourselves with others in order to get and/or keep their attention. Obviously, most of this is good fun. We can certainly take ourselves too seriously, even in such a playful environment, and that would not help any of us.

But many of our relationships are starving for a lack of authentic interaction. One quick way we can practice 'authentic Facebooking': Take a look at your profile – the picture you've posted, the information you've shared. Does the content reflect your God-given nature? Is it 'true' to who you really are? If you're funny, be funny. If you're artistic, be artistic. If you're neither, just be you. This can be applied to your interaction with others, too, whether in a wall-post, a message, or a status update. Are you being 'you' in the way you interact with your Facebook friends?"

[Jesse Rice, The Church of Facebook (Colorado Spring: David C. Cook, 2009) pg. 213-214]

The Question is:

Are you being 'you' in the way you interact with your Facebook friends?

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Free Book!

To read more, request for a copy of this book The Church of Facebook: How the Hyperconnected Are Redefining Community by Jesse Rice (limit to 5 requesters) by simply do these 2 things:


  1. First, comment below "Rich, give me one copy (Your name). I hope that through this book I can… [Not less than 10 words]"
  2. Then, send message to my inbox Facebook account your real name, phone no. and your postal address. [For book distribution purposes only] Thank you.
Best Blogger Tips

Seri Berkat: HUBUNGAN SEBAB AKIBAT FIRMAN DAN BERKAT


Seri Berkat: HUBUNGAN SEBAB AKIBAT FIRMAN DAN BERKAT

Posted: 03 Jun 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Juni 2014

Baca:  1 Yohanes 2:7-17

"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."  1 Yohanes 2:17

Ada banyak orang Kristen yang beranggapan bahwa firman dan berkat adalah dua hal yang berbeda dan tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.  Menurut mereka berkat adalah hasil dari sebuah kerja keras, artinya berkat atau kelimpahan masih bisa mereka dapatkan meski mereka memiliki kehidupan yang bertentangan dengan firman Tuhan.  Mereka melihat bukti banyak orang yang hidupnya sangat jauh dari kata taat tapi berkelimpahan materi, asal mereka mau bekerja keras.  Lalu mereka pun berkata,  "Ah jadi Kristen gak usah fanakatik-fanatik, yang biasa-biasa saja.  Gak usah terlalu rohani, toh...hidup kita sudah berkecukupan.  Lihat!  Mereka yang aktif beribadah dan setia melayani Tuhan, hidupnya tak lebih baik dari kita."

     Memang, orang bisa memperoleh kekayaan dari hasil kerja kerasnya sendiri, namun jika berkat itu diperoleh di luar kebenaran firman Tuhan akan sangat mudah membuatnya jatuh dalam dosa dan semakin menjauh dari kebenaran Tuhan.  Situasi-situasi inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Iblis dengan menawarkan  'berkat atau kekayaan'  secara instan, dan berlomba-lombalah orang untuk mendapatkannya.  Firman Tuhan memperingatkan:  "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali."  (Amsal 23:4-5), apalagi mengejar berkat atau kekayaan dengan cara yang tidak wajar:  mencari pesugihan dengan pergi ke gunung kawi, dukun/paranormal, menyuap, korupsi dan lain-lain.  Memang dunia dengan segala kemegahan dan kenikmatannya menjadi daya tarik tersendiri, sehingga banyak orang mengabaikan jalan Tuhan asalkan segala hasrat dan keinginannya terwujud.  Tak peduli apa pun caranya, yang penting bisa kaya dan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.

     Inilah fenomena yang sedang terjadi!  Mereka lupa bahwa  "...semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. "  (1 Yohanes 2:16).  Firman dan berkat adalah dua hal yang tak terpisahkan dan merupakan hubungan sebab akibat.

Saat kita taat melakukan firman, hidup kita pasti diberkati Tuhan.

Kebaikan


Kebaikan

Posted: 03 Jun 2014 04:40 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Filipi 4:2-23

Kebaikan adalah salah satu sifat dasar Allah. Allah itu baik. Segala yang Allah lakukan itu baik. Kebaikan adalah sebuah kata tindakan artinya selalu melakukan apa yang terhormat secara etika dan moral. Allah menginginkan kita baik sebagaimana Ia adalah baik. Kebaikan juga adalah buah Roh yang tidak berdiri sendiri, tetapi selalu bersama-sama dengan kesabaran dan kemurahan dalam kaitannya dengan relasi terhadap sesama. Ketiga hal ini bersama-sama dan sungguh indah jika dinyatakan dalam hidup kita. Dalam bagian akhir surat Filipi Paulus membahas tentang kebaikan ini. Setelah memberikan beberapa nasihat, Paulus meminta jemaat Filipi untuk melakukan kebaikan : menolong rekannya yang bersama-sama beberapa rekan yang lain berjuang bersama-sama dengannya untuk mengabarkan Injil. Ia juga melanjutkan bahwa kebaikan yang dilandasi motif yang murni itu hendaknya dilakukan dengan sukacita dan menjadi kesaksian yang baik bagi semua orang (4:3-5). Kebaikan yang seperti itu tidak akan membawa hidup kepada kekuatiran, tetapi justru damai sejahtera Allah (4:6-7, 9). Selain itu, Paulus juga menyaksikan kebaikan jemaat Filipi yang turut ikut mengambil bagian dalam kesusahannya dengan beberapa kali mengirimkan bantuan kepadanya (4:14, 16, 18). Kebaikan mereka itu dinilai Paulus sebagai suatu persembahan yang harum dan korban yang disukai dan berkenan kepada Allah yang pada akhirnya akan membawa berkat dan kemuliaan Allah (4:18-20).

Sungguh indah jika setiap anak Tuhan bisa meneladani kebaikan seperti ini. Sebuah kebaikan yang memperbesar buah-buah Injil (4:17). Maukah, di saat menjelang peringatan Pentakosta ini kita melakukan kebaikan yang tidak menghiraukan pamrih ataupun balasan. Kebaikan sejati yang mengalir dari motivasi yang suci, yang rela mengorbankan diri sendiri untuk membangun orang lain; kebaikan yang digerakkan oleh Roh Kudus dan menjadi cermin sifat Tuhan sendiri. [JS]

Filipi 4:5
"Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! "

Lagi, providensia Allah

Posted: 03 Jun 2014 04:38 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: 1 Samuel 29:1-11

Apa yang bisa kita katakan dari peristiwa terhindarnya Daud dan pasukannya berhadapan dengan pasukan Saul, sementara ia melayani raja Akhis? Kalau bukan kebetulan yang luar biasa, ya pasti pemeliharaan Allah atas hamba-Nya.
Apa yang Daud hadapi sebenarnya dilematis. Di satu sisi, ia sudah menunjukkan loyalitasnya pada Akhis. Raja Akhis sangat percaya pada kesetiaan Daud. Di sisi lain, Saul adalah raja Israel, seorang yang diurapi Allah. Daud tahu, ia tidak berhak menjamah Saul. Namun sekarang ia harus menghadapi Saul sebagai musuh Filistin, negeri yang sedang ia bela. Dilema ini sebenarnya terjadi karena hikmat manusianya yang mengendalikan keputusannya, bukan mengandalkan Tuhan. Kalau Daud harus menghadapinya sendiri, entah jalan keluar apa yang akan dia ambil!

Syukur kepada Allah! Waktu Abram menghadapi dilema karena kebohongannya kepada Firaun, Tuhan menyatakan pemeliharaan-Nya atas hamba-Nya itu secara ajaib. Hal yang sama Tuhan lakukan kepada Daud. Hanya caranya berbeda. Walaupun Daud sudah membuktikan diri setia kepada Filistin. Ternyata beberapa petinggi Filistin berpikiran panjang, bagaimana pun Daud pernah dielu-elukan pahlawan Israel dalam membunuh banyak orang Filistin. Tidak tertutup kemungkinan, Daud akan kembali berpihak kepada Israel dan berbalik melawan Filistin. Akhirnya, Daud dan pasukannya diusir dari pasukan Filistin. Daud pun luput dari harus berhadapan dengan Saul.

Walau kita kadang, bahkan sering, bikin ulah sendiri dalam hidup kita dan akibat ulah itu kita berada dalam dilema tertentu, Allah tetap mengasihi kita. Dia bisa meluputkan kita dari dilema tersebut karena Dia memiliki rancangan tertentu dalam hidup kita, yang tidak akan Ia biarkan dikacaukan oleh karena kelemahan kita. Namun, bukan berarti kita boleh hidup sembarangan, toh nanti Tuhan yang membereskannya! Kita belajar untuk tidak mengulangi kesalahan lama. Kita belajar untuk lebih memercayakan diri pada Tuhan dan cara-Nya mengatur hidup kita.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Wednesday, 4 June 2014

Hidup di Dalam Kenangan


Hidup di Dalam Kenangan

Posted: 03 Jun 2014 11:56 PM PDT

Hidup di Dalam Kenangan

Hidup di Dalam Kenangan

Maya adalah seorang ibu yang sangat bahagia. Setiap hari ia bersyukur karena mempunyai keluarga dan anak-anak yang luar biasa. Namun kebehagiaan itu seketika juga lenyap lantaran suami dan anak-anaknya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dia begitu terpukul dan tidak mempercayai kenyataan yang ada di mana suami dan anak-anaknya sudah tiada. Maya terus-menerus menutup diri dan tidak mau bersosialisasi. Dia masih meyakini bahwa suami dan anak-anaknya akan kembali. Dia terus hidup dalam kenangan yang sampai pada akhirnya membuatnya gila.

Jalanilah kehidupan itu apa adanya dengan tetap berharap kepada Tuhan. Lepaskanlah kenangan masa lalu dan biarkan hidup kita berjalan ke depan. Jangan pernah menahan kesedihan ataupun lari dari kebenaran yang sesungguhnya.

Mungkin bagi kita untuk melepaskan kenangan sangatlah sulit, akan tetapi jika kita tetap menggenggamnya maka akan menyakiti diri sendiri. Tuhan menghendaki agar kita selalu syukur setiap saat dalam segala situasi. Ketika kita melalui masa-masa sulit itu bersama dengan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kita damai sejahtera.

Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita

Mazmur 30:12

Hidup di Dalam Kenangan is a post from: Renungan Harian Kristen

ANDA DIKASIHI DAN DIINGINKAN


ANDA DIKASIHI DAN DIINGINKAN

Posted: 03 Jun 2014 04:00 PM PDT

Yesaya 43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Mungkin sudah terlalu lama kita melihat bagaimana cara manusia saling mengasihi satu sama lain. Saya tidak memungkiri ada manusia yang dapat mengasihi orang lain tanpa syarat, namun jumlahnya sangat sedikit di dunia ini, bahkan dapat dikatakan fenomenal, jika ada. Yang selama ini disebut kasih, yang sering kita temukan, sebagian besar adalah kasih yang bersyarat. Saya dulu menyangka bahwa kasih orangtua kepada anaknya sudah pasti tidak bersyarat, ternyata faktanya tidak selalu seperti itu. Ada orangtua yang mengasihi anak-anaknya tanpa syarat, tapi seperti yang saya katakan di atas, jumlahnya sangat sedikit. Lebih banyak orangtua yang mengasihi anaknya dengan syarat / pamrih. Ketika masih kecil, mereka memberikan yang terbaik kepada sang anak, namun begitu besar, anak tersebut mulai dituntut untuk memberikan/melakukan sesuatu kepada orangtuanya. Saya tidak katakan hal itu salah dan saya tidak katakan semua orangtua seperti itu. Ini hanyalah salah satu contoh yang pernah saya temui. Saya hanya ingin kita menyadari bahwa kasih manusia terhadap sesamanya terbatas dan berbeda dengan kasih TUHAN kepada kita.

Ketika Firman Tuhan mengatakan kasihNYA tidak bersyarat, memang benar kasihNYA tidak bersyarat. KasihNYA kepada manusia tidak pernah berubah dulu, sekarang, dan sampai selamanya. Teman, mungkin saja Anda dilupakan, ditinggalkan, atau dibuang oleh orang-orang yang Anda pikir mengasihi Anda selama ini, namun saya ingin katakan, bahwa TUHAN tidak pernah melupakan, meninggalkan, dan membuang Anda. DIA bukan hanya mengasihi Anda, DIA bahkan menginginkan Anda. Sekali lagi, bukan karena Anda orang yang baik, berprestasi, rajin melayani, rajin berdoa puasa, atau pun hidup kudus. Bukan karena hal-hal tersebut TUHAN mengasihi dan menginginkan Anda. DIA mengasihi dan menginginkan Anda semata-mata karena Anda adalah anak-anak kesayanganNYA di dalam Kristus YESUS. DIA tidak memiliki alasan lain untuk mengasihi dan mencintai Anda. Karena DIA mengasihi Anda tanpa satu pun syarat, maka tidak ada satu pun alasan yang dapat membuat DIA tidak mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

Seri RUT: Ketaatan Mendatangkan Upah


Seri RUT: Ketaatan Mendatangkan Upah

Posted: 02 Jun 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Juni 2014

Baca:  Rut 3:1-18

"Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?"  Rut 3:1

Menurut adat-istiadat Yahudi jika ada seorang laki-laki yang telah menikah meninggal, isteri yang ditinggalkan itu harus menikah dengan saudara laki-laki dari keluarga suaminya, sehingga ia bisa memberikan keturunan baginya.  Inilah yang menjadi alasan Naomi mengatakan kepada Rut bahwa yang berhak untuk menebus Rut dan membeli ladangnya adalah pihak keluarga Elimelekh  (ayah mertua Rut).  Kemudian Naomi menyuruh Rut tidur di dekat kaki Boas  (ayat 4).  Meski hal itu sangat tidak lazim bagi orang Yahudi maupun orang Moab, Rut melakukan apa yang diperintahkan Naomi.  "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan."  (ayat 5).  Ini menunjukkan bahwa Rut adalah orang yang taat.  Meski perintah itu tidak masuk akal, ia tetap melakukan sebagai wujud hormatnya kepada mertua tanpa ada perbantahan.

     Sungguh, ada banyak pelajaran berharga yang dapat kita teladani dari kehidupan Rut ini.  Saat di persimpangan jalan Rut membuat tindakan iman:  meninggalkan akar keluarganya dan tetap mengikuti Allah bangsa Israel, Allah yang baru dikenalnya setelah menikah.  Selain itu Rut bukanlah menantu yang malas.  Ia rela bekerja memungut berkas-berkas jelai di ladang Boas untuk bertahan hidup.  Ia setia melakukannya meski itu perkara kecil dan hina di pemandangan manusia.  Ada janji dalam Alkitab:  "Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia."  (Ayub 8:7).  Kalau kita setia dalam perkara-perkara kecil, pada saatnya Tuhan akan mempercayakan kita perkara-perkara yang jauh lebih besar.  Apa yang dilakukan Rut ini adalah bukti bahwa ia mempunyai integritas dan loyalitas.

     Rut menjadi wanita pilihan yang diberkati Tuhan.  Dari latar belakang keluarga orang berdosa dan tidak punya masa depan, bahkan dikatakan dari suku yang terkutuk, Tuhan mengubahnya menjadi masa depan yang gemilang.  Namun ada ujian bermula dari perkara-perkara kecil, adakah kita tekun, setia, taat dan rendah hati?  Tersungkur di bawah kaki Boas adalah gambaran dari kerendahan hati.

Inilah yang harus kita lakukan:  senantiasa datang tersungkur di bawah kaki Tuhan dan merendahkan diri di hadapanNya.

Menyangkali iman!


Menyangkali iman!

Posted: 02 Jun 2014 04:39 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: 1 Samuel 28:1-25

Kisah Saul dalam perikop ini sungguh-sungguh menyedihkan. Ia sungguh-sungguh menyangkali imannya. Kepercayaannya yang paling mendasar kepada Tuhan telah ditinggalkan. Apa yang menjadi salah satu larangan penting dari Taurat (Ul. 18:9-14), yang Saul sendiri pada masa permulaan pemerintahannya menaatinya (3), telah dilanggarnya sendiri.Percaya pada peramal berarti percaya kepada roh-roh lain di luar Tuhan. Hal itu sama saja dengan menduakan Tuhan, alias menyembah berhala. 

Itu yang terjadi pada Saul. Dalam keadaan kepepet oleh pasukan Filistin, Saul berusaha mencari petunjuk dari Tuhan. Ketika Tuhan tak kunjung menjawab, ia pun nekad mencari pemanggil arwah agar dapat memberi jawaban atas pergumulannya. Ternyata di Israel masih ada orang dengan profesi semacam itu, yang jelas-jelas bertentangan dengan Taurat Tuhan. Tidak heran, rajanya sendiri pun kemudian terjebak pada dosa tersebut.

Apakah yang muncul benar-benar roh Samuel atau roh "Samuel", merupakan isu kontroversial dalam dunia penafsiran Alkitab. Kalau benar itu roh Samuel, maka ini merupakan kasus khusus yang Tuhan izinkan untuk meneguhkan penghukuman-Nya atas Saul karena jawaban roh Samuel jelas sekali (16-19). Kalau itu bukan roh Samuel, maka jelas roh jahat berperan di balik sang pemanggil arwah untuk menipu Saul. Isi jawaban yang senada dengan berita penghukuman Allah melalui Samuel pada masa lalu tidak perlu diartikan bahwa roh jahat memiliki pengetahuan Ilahi, tetapi bahwa roh jahat akan memakai apa saja untuk menjerat orang semakin jauh dari Tuhan dan terpuruk.

Kita sudah mengikuti perjalanan iman Saul dari permulaan, dan mendapatkan bahwa saat Saul tidak bersedia dikoreksi oleh Tuhan. Ia semakin jauh dari kasih karunia Tuhan. Puncaknya, ia menyangkali Tuhan dengan mencari pertolongan dari yang bukan Tuhan. Sayang sekali teguran Tuhan sama sekali tidak direspons dengan bertobat dan mau belajar menaati kehendak-Nya. Semoga kita belajar dari kisah Saul ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Kemurahan

Posted: 02 Jun 2014 04:37 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  2 Korintus 9:1-15

Kemurahan adalah buah Roh yang seharusnya menjadi ciri khas orang-orang yang sudah diselamatkan. Oleh karena keselamatan diperoleh secara cuma-cuma karena kemurahan Allah, maka konsekuensi logisnya adalah orang yang sudah diselamatkan seharusnya memiliki hati yang penuh kemurahan. Tetapi sayang sekali, kenyataannya sering kali jauh dari keadaan yang seharusnya itu. Kemurahan adalah suatu karakter yang penuh kebaikan dan murah hati terhadap orang lain. Oleh sebab itu kemurahan diwujudkan melalui sebuah pemberian; bisa berupa memberi hidup, waktu, perhatian, pengampunan, dana, bantuan dan lain-lain. Oleh sebab itulah Paulus berkali-kali mengingatkan jemaat Korintus tentang kemurahan hati ini. Paulus mengingatkan tentang pelayanan kepada orang-orang kudus (9:1). Pemberian itu sebagai bukti kemurahan hati yang dilakukan dengan kerelaan hati dan bukan karena paksaan karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (9:2, 5, 7). Paulus mengingatkan konsep tabur tuai : orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga (9:6). Jemaat Korintus mampu memberi oleh karena Allah yang terlebih dulu melimpahkan kepada mereka segala kasih karunia yang menjadikan mereka berkelebihan dalam kebajikan (9:8). Pada akhirnya pelayanan ini mengakibatkan melimpahnya ucapan syukur kepada Allah (9:12, 15).

Jikalau kita mengamini kemurahan adalah buah Roh yang dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita, sudahkah dalam hidup kita menunjukkan hidup yang penuh kemurahan? Kita diselamatkan semata-mata karena kemurahan Allah, sudah selayaknya kita sebagai anak-anak Allah yang Mahapemurah menunjukkan hati yang penuh kemurahan. [JS]

Lukas 6:36
"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Tuesday, 3 June 2014

PENTINGNYA MENYADARI YESUS MENGASIHI ANDA


PENTINGNYA MENYADARI YESUS MENGASIHI ANDA

Posted: 02 Jun 2014 04:00 PM PDT

Yohanes 15:9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Jika ada seorang yang bertanya, "Apakah kamu tahu bahwa TUHAN sangat mengasihi manusia?" sebagian besar orang akan menjawab, "Ya, tentu saja saya tahu, karena YESUS memberikan diriNYA untuk dunia ini." Namun, ketika pertanyaannya berubah menjadi lebih pribadi, "Apakah kamu tahu bahwa TUHAN sangat mengasihi kamu?" orang mulai memberikan jawaban yang berbeda-beda. Ada yang berani mengatakan, "Ya, saya tahu DIA sangat mengasihi saya," ada juga yang tidak percaya diri dan menjawab, "Mmh, sepertinya begitu," sambil berpikir dalam hatinya, "Bagaimana mungkin TUHAN yang kudus mengasihi saya yang berdosa ini?"

Teman, tidak cukup Anda hanya mengetahui bahwa TUHAN mengasihi dunia ini, Anda perlu menyadari bahwa TUHAN mengasihi Anda. Seperti Raja Daud berkata, "Tuhan adalah gembalaku." Daud tidak hanya berkata, "Tuhan adalah gembala yang baik," melainkan, "Tuhan adalah gembalaku." Sama halnya dengan YESUS bukan hanya sekadar Juruselamat, Anda perlu menjadikan DIA, "Juruselamatku." Kenapa kita perlu menyadari kasih Bapa secara personal?

Ketika seseorang tahu bahwa dirinya dikasihi, dicintai, dan diinginkan oleh Bapa di Sorga, itu yang membuat dia selalu merasa diterima. Ya, faktanya TUHAN tidak pernah menolak Anda, tidak peduli apa pun dan siapa pun Anda, kasihNYA kepada Anda melebihi apa pun yang sedang atau akan Anda lakukan, begitu juga apa pun yang pernah Anda lakukan di masa lalu. Suatu hari ada seorang meminta saya berdoa, dia mengatakan, "Koh, tolong doakan saya. Kokoh kan melayani, pasti doanya lebih manjur daripada saya." Sungguh saya tidak mengerti kenapa dia berpikir bahwa TUHAN lebih mencintai orang yang melayani. Bukankah YESUS menebus semua orang di kayu salib? Bukankah darah yang DIA tumpahkan bagi para hamba TUHAN yang luar biasa maupun bagi para pendosa terkejam adalah darah yang sama, yaitu darahNYA yang mahal? Teman, Bapa di Sorga tidak memiliki anak emas, DIA mengasihi Anda sama sempurnanya seperti DIA mengasihi hamba-hamba TUHAN yang besar, sama seperti DIA mengasihi Musa, Daud, Abraham, Petrus, Paulus, bahkan sama seperti DIA mengasihi YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes