Friday, 25 March 2016
Tuesday, 22 March 2016
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Maret 2016
Baca: 2 Tawarikh 36:11-21
"Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya, dan tidak merendahkan diri di hadapan nabi Yeremia, yang datang membawa pesan TUHAN." 2 Tawarikh 36:12
Zedekia adalah paman Yoyakhin. Ketika menjabat sebagai raja ia masih berumur 21 tahun dan memerintah selama 11 tahun atas kerajaan Yehuda. Selama menjadi pemimpin ia berlaku jahat di mata Tuhan: sifatnya keras, tegar tengkuk, suka memberontak (ayat 12), menajiskan rumah Tuhan (ayat 14), mempengaruhi imam dan rakyat untuk berlaku tidak setia kepada Tuhan, mengolok-olok dan merendahkan utusan Tuhan (ayat 14-16).
Karena pengaruh buruk sang pemimpin, sebagian besar umat Yehuda pun mengikuti jejaknya yaitu hidup dalam ketidaktaatan. Tuhan memperingatkan namun mereka tetap saja mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, bahkan mereka berani mengolok-olok, mengejek dan menghina firman yang disampaikan oleh para utusan Tuhan tersebut. Akhirnya "TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan- semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya." (ayat 17), bahkan, "Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel." (ayat 18). Tuhan menjatuhkan hukuman atas bangsa Yehuda sebagai akibat dari ketidaktaatan mereka sendiri, bukan karena Tuhan tidak mengasihi atau berlaku jahat tetapi sebagai pembelajaran agar mereka segera menyadari kesalahan dan segera bertobat. Lebih tragis lagi nasib Zedekia, "Mereka menangkap raja dan membawa dia kepada raja Babel di Ribla, yang menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel." (2 Raja-Raja 25:6-7).
Hajaran Tuhan adalah bukti Ia sangat mengasihi umat-Nya. "karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibrani 12:6).
Tuhan tidak bisa dipermainkan! Setiap ketidaktaatan selalu mendatangkan akibat!
Tuesday, 15 March 2016
Baca: Hakim-hakim 16:4-22
Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia. (Hakim-hakim 16:20)
Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 24-27
Membawa segelas air supaya tidak tumpah bukan masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika gelas air tersebut harus tetap berada di tangan kita selama berjam-jam? Tangan menjadi mati rasa dan gelas bisa terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak ringan tak menjamin kita mampu bertahan menghadapinya.
Simson adalah manusia perkasa yang sanggup mengalahkan seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi ternyata ia mengalami kekalahan dalam pelukan Delila. Logikanya, bukankah seekor singa jauh lebih berpotensi membunuhnya daripada rengekan Delila? Rengekan Delila, yang tampak sepele namun berulang terus-menerus, menjerumuskan Simson pada kehancuran. Simson membeli cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Mungkin ia merasa sanggup melepaskan diri dari segala masalah dengan kekuatan fisiknya. Ternyata iman Simson tak setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa tak perlu dianggap serius. Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena tidak ada akibat yang langsung menimpanya.
Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang permisif: menoleransi dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada Tuhan akan membawa kita pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan godaan yang tampak sepele tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak berkompromi dengan dosa sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan adalah pencegahan terbaik. Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan seperti Simson, janganlah berkompromi dengan dosa.—EBL
MESKI TAMPAK KECIL, CELAH DOSA SANGGUP MENGGEROGOTI IMAN KITA
HINGGA HABIS TAK BERSISA
Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria
Sunday, 14 February 2016
Bersaksi.
SAKSIAN
Dalam kehidupan seorang Kristen; kesaksian menempati tempat yang terpenting, sebab kesaksian adalah manifestasi dari pengakuan iman percaya seorang Kristen. Kesaksian seorang Kristen dalam sikap hidupnya sehari-hari dan dalam ucapannya baik secara lisan maupun tulisan, tercermin dan terpancarlah bahwa ia seorang Kristen. Kekristenan tanpa kesaksian adalah ke Kristenan yang lumpuh, berarti juga iman Kristianinya kering dan tandus karena tidak ada hujan berkat dari sorgawi. Kesaksian berarti menceritakan, memberitahukan, mengkhabarkan kepada orang lain, agar orang lain tahu, segala perbuatan Allah terhadap dirinya secara pribadi, apa yang dialaminya sehingga dia menemukan dan mendapatkan Kasih Tuhan Yesus terhadap diri pribadinya.
Mengapa bersaksi.
1. Yesus datang dua Kali
2. Peluang
Bagaimana kita bersaksi.
1. Melalui perubahan hidup Mat 5.16
Matius 5:16 (TB) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."2. Mula berdoa Dan akhir berdoa
2016.
%%Kristian 2.2bilion
%%Islam 1.3 bilion
Tuesday, 9 February 2016
| |
| Posted: 08 Feb 2016 08:26 PM PST Pernahkah Anda mendengar mengenai istilah “efek catnip” pada kucing? Catnip adalah suatu jenis tanaman yang masih tergolong jenis keluarga tanaman mint. Tanaman ini sangat ampuh untuk menjadi pengusir nyamuk, karena serangga tersebut tidak menyukai baunya. Biasanya catnip diolah menjadi teh yang memiliki efek membuat pikiran kita nyaman dan tenang selama beberapa waktu. Namun, efek yang jauh berbeda akan terjadi pada seekor kucing jika kucing tersebut diberikan dedaunan catnip. Kucing itu akan rnenggaruk, berputar-putar, mengeong atau menggeram sambil berguling-guling tanpa henti. Dia tampak begitu tergila-gila dengan dedaunan tersebut dan tidak terkendali. Si kucing akan terlihat senang sekali seperti baru saja memenangkan undian berhadiah ratusan ikan segar. Namun, beberapa kucing memiliki reaksi yang berbeda. Ada kucing, yang akan melamun dan terus mengendus tanaman catnip miliknya. Ada ,juga yang akan berlari-lari dan menjadi hiperaktif. Ada yang akan menjadi ganas dan protektif terhadap “mainan” barunya. Dia tak akan membiarkan ada yang menyentuh catnip miliknya. Tetapi, hal unik lainnya adalah efek catnip hanya akan bertahan selama kurang lebih 10 menit saja. Setelah itu, kucing yang tadinya begitu tergila-gila dengan aroma catnip akan kehilangan minat terhadap tanaman tersebut. Dibutuhkan waktu paling lama 2 jam untuk membuat si kucing me-reset efek kecanduan catnip dan kembali tergila-gila dengan tanaman tersebut. Efek catnip hanya berhasil kepada kucing di atas usia 6 bulan. Anak kucing yang berusia di bawah 6 bulan tidak akan terpengaruh. Para ilmuwan tidak dapat dengan yakin menjelaskan fenomena ini. Penelitian menunjukkan bahwa catnip memiliki zat kimia sejenis feromon “kebahagiaan”. Feromon ini menstimulasi otak kucing sehingga membuat merasakan kebahagiaan yang meledak-ledak. Bagaikan manusia yang mengonsumsi narkotik dan mendapatkan efek senang dan tenang sesaat, namun membuat kecanduan. Sering kali kita juga tergila-gila dengan sesuatu sehingga kehilangan banyak moment dan waktu berharga. Contohnya adalah kegilaan terhadap gadget, seperti handphone, tablet, komputer, video game, dsb. Beberapa orang menghabiskan waktunya dengan gadget mereka untuk bermain, berfoto-foto, chatting lewat berbagai jenis social media atau menelusur internet. Semua hal itu dilakukan setiap waktu, bahkan ketika sedang beribadah di gereja sehingga kita tidak ada waktu untuk berhubungan dengan Tuhan. Seharusnya kita berhenti dari kecanduan kita dan meluangkan waktu untuk beribadah kepada Tuhan. Jangan sampai kita menjadikan semua hal itu berhala sehingga kita melupakan hubungan dengan Tuhan. Paulus mengingatkan agar kita tidak lupa untuk mengucap syukur dan beribadah kepada Tuhan dengan hormat dan takut. Simpanlah dahulu gadget kita dan mulailah memperbanyak waktu berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. ( Ibrani 12:28) |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Kristen. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Sunday, 7 February 2016
Monday, 14 December 2015
Wednesday, 9 December 2015
Jika Anda percaya, ya, di dalam Yesus, tidak ada satu pun yang mustahil (Lukas 1:37). Firman Tuhan katakan, di dalam DIA, Anda dapat melakukan perkara-perkara yang besar dan luar biasa (Yohanes 14:12).
Banyak orang suka mengira Tuhan yang tidak bekerja di dalam hidup mereka. Tuhan tidak membuat hal-hal yang ajaib dan besar di dalam hidup mereka. Mungkin Anda pernah bertemu dengan orang-orang yang menunggu Tuhan bertindak, seolah-olah Tuhanlah yang menunda hal-hal ajaib terjadi di dalam hidup mereka. Ciri-ciri ini biasanya dengan mudah terlihat dari cara mereka berdoa, yang umumnya diawali dengan kata, "Tuhan, tolong …" bahkan beberapa dari mereka, lebih ironis lagi, dengan mengatakan, "Tuhan, saya berdoa untuk mengingatkan Engkau …"
Teman, kita perlu mengambil tanggung jawab ini. Bahwa bukan Tuhan yang menunda berkat, kesehatan, kesembuhan, atau pun pemulihan di dalam hidup kita, melainkan kitalah yang menunda hal tersebut. "Bagaimana mungkin?"
Kita menundanya melalui ucapan pesimis dan negatif kita, "Jujur, saya rasa tidak mungkin bisnis ini bisa berhasil," "Duh, bagaimana anak saya bisa sukses kalau dia hanya lulusan SMU saja," "Maaf, sepertinya hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki lagi," "Saya tidak yakin sanggup menjalani hal ini, terlalu berat untuk saya," atau "Sepertinya gaji saya tidak akan cukup kalau saya harus memberi persepuluhan, masih banyak keperluan lain."
Ya, kitalah yang sering kali membatasi Tuhan bekerja di dalam hidup kita dengan berkata, "Tidak mungkin, tidak bisa, tidak sanggup, mustahil," dan lain sebagainya.
Jika Anda ingin melihat perubahan terjadi di dalam hidup Anda, artinya mulailah dengan mengucapkan hal yang berbeda. Firman Tuhan katakan ketika kita memerintahkan gunung untuk beranjak, hal itu akan terjadi. Ucapkan yang IMAN dan harapan Anda, bukan kekuatiran atau pun ketakutan Anda. Gunakan nama YESUS untuk mengusir hal-hal buruk di dalam hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)
Sunday, 29 November 2015
Ibrani 11:1-4 (TB) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
IMAN PETRUS
Matius 14:22-33 (TB) Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.
Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." TANPA IMAN TIDAK MUNGKIN ORANG BERKENAN KEPADA TUHAN
Monday, 23 November 2015
Monday, 16 November 2015
Monday, 2 November 2015
HIDUP BAGI KRISTUS |
|
Posted: 01 Nov 2015 09:00 AM PST
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: Bahwa kamu telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Roma 6:11) Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 4-5 Kita cukup sering mendengar berita tentang kekerasan majikan terhadap pembantu rumah tangganya, mulai dari penyekapan sampai penyiksaan, dan ada yang berujung kematian. Sungguh sangat menyedihkan. Kebutuhan finansial yang mendesak sering membuat para korban kurang memperhatikan pentingnya mengetahui profil majikan sebelum menjadi pekerjanya. Sebelum mengenal Kristus, kita manusia adalah hamba dosa. Majikan kita ini sifat dan tabiatnya mencelakakan kita, berpotensi mendatangkan musibah yang fatal dan petaka atas diri kita. Sebaliknya, setelah kita percaya kepada Kristus, otomatis Dia menjadi Tuan kita yang baru, dan Kristus menjalankan ketuhanan-Nya bukan untuk menyenangkan diri-Nya (Rm. 15:3), melainkan untuk menolong para hamba-Nya. Seperti kata Rebecca Pippert dalam buku Out of the Salt-Shaker and Into the World, Yesus adalah "satu-satunya di alam semesta yang dapat mengendalikan tanpa menghancurkan kita." Kristus adalah Tuan yang melepaskan kita dari kekejaman dosa dan menggerakkan umat tebusan-Nya untuk bertindak atas nama-Nya dan hidup dalam kemerdekaan yang utuh (Rm. 6:8-11). Sungguh jauh berbeda dari tuan-tuan yang ada di dunia ini! Kedewasaan rohani orang Kristen dimulai pada saat ia menyadari siapa Kristus yang sebenarnya. Pada saat itu, kita akan melihat perintah dan kehendak Tuhan sebagai sebuah kesukaan, bukan beban, dan ketaatan bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam hidup kita.—NW
TUAN DI DUNIA MEMBELENGGU HAMBA-NYA;
SEBALIKNYA, KRISTUS MEMERDEKAKAN HAMBA-NYA
Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Respons:Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami. Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian®. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Panggilan terhadap visi Tuhan |
| Posted: 31 Oct 2015 05:30 PM PDT Posted on Minggu, 1 November, 2015 by saatteduh – Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus – Bacaan Alkitab hari ini: Ezra 1-2 Kitab Ezra dibuka dengan visi Tuhan secara global untuk menggenapi janji-Nya, yaitu janji untuk mengembalikan bangsa Israel dari tanah pembuangan ke Tanah Perjanjian. Namun, berhubung kondisi tanah perjanjian porak-poranda, dibutuhkan reformasi besar-besaran dalam berbagai aspek untuk mewujudkannya. Tuhan hanya menitipkan satu aspek reformasi, yaitu membangun kembali kehidupan ibadah bangsa Israel. Namun, hal ini dilaksanakan secara bertahap dan dimulai dengan membangun rumah ibadah. Visi dalam konteks lokal ini diwujudkan dalam bentuk deklarasi raja negeri Persia untuk membangun rumah Tuhan di Yerusalem (1:1-2). Visi ini didukung oleh sejumlah besar umat Israel yang ikut pulang ke tanah perjanjian (pasal 2). Kita hidup sekitar 2.500 tahun setelah zaman Ezra, tetapi Tuhan juga memiliki visi untuk membangun kehidupan beribadah di antara kita. Visi itu disederhanakan sebagai "membangun Kerajaan Allah" yang berpusat pada pemerintahan Allah dalam diri setiap orang percaya. Dalam Alkitab versi BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari), Matius 6:33a berbunyi, "Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya." Visi tersebut harus dimiliki oleh setiap orang Kristen, sekalipun peran yang dijalankan berbeda-beda. Pertama, kita harus selalu berusaha melaksanakan kehendak-Nya dalam hidup kita. Kedua, kita harus menjalin relasi yang baik dengan setiap orang Kristen yang memiliki visi ini. Ketiga, kita harus menggumulkan apa yang menjadi bagian kita dalam visi ini sesuai dengan talenta dan peran yang Tuhan anugerahkan. Bila ketiga hal di atas diterapkan oleh setiap orang Kristen, maka dapat dipastikan bahwa akan terjadi kebangunan rohani. Jadi, apakah visi Tuhan bagi diri Anda? [FB] Markus 1:15 Filed under: Renungan Harian |
| Tuhan akan datang kembali segera! Posted: 31 Oct 2015 04:18 PM PDT Posted on Minggu, 1 November, 2015 by saatteduh Apa bedanya "menanti" dan "menyongsong"? Menanti itu pasif, sedangkan menyongsong itu aktif. Seorang istri yang "menanti" kedatangan suaminya dari luar negeri menunggu di rumah sambil santai menonton televisi. Sedangkan istri yang "menyongsong" kedatangan suaminya, melakukan berbagai macam persiapan: mulai dari membersihkan rumah, menyiapkan makanan favorit sang suami, hingga menjemputnya di bandara. Pada hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya nanti, banyak orang akan bersikap "masa bodoh". Seperti pada zaman Nuh, mereka hidup dibius oleh kesibukan dan kenikmatan duniawi. (Matius 24:37~39) Ada juga yang bersikap "menanti", namun bagi mereka, penting sekali untuk mengetahui kapan tepatnya hari itu tiba. Ketika yang dinanti-nantikan lama tak kunjung datang, lambat laun mereka menjadi bosan lalu hidup apatis dan tak bertanggung jawab. (Matius 24:49~50) Baik kelompok "masa bodoh" maupun kelompok "menanti" akan menerima hukuman yang sama. (Matius 24:51) Pengikut Kristus seharusnya "menyongsong" kedatangan-Nya, bukan hanya menanti. Sikap ini akan mendorong kita untuk terus mempersiapkan diri. Memberikan makanan kepada mereka yang Tuhan percayakan pada waktunya (Matius 24:45). Membuat kita menjadi giat dan produktif bagi Tuhan. Waktu yang ada tidak akan kita pakai untuk bermalas-malasan. Saudaraku, cepat atau lambat, hidup kita akan berakhir. Entah karena hari kiamat tiba atau kematian menjemput. Di ujung waktu, Anda harus mempertanggungjawabkan semua yang telah Tuhan percayakan. Apa yang telah Anda lakukan terhadap keluarga, rekan, dan masyarakat? Bagaimana Anda telah memakai harta dan talenta yang telah Tuhan berikan? Anda termasuk kelompok yang mana? Matius 24:46 <Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.> Filed under: Renungan Harian |
| You are subscribed to email updates from Saat Teduh. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
JANGAN PERNAH JEMU BERDOA |
| Posted: 31 Oct 2015 11:00 AM PDT Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 November 2015 Baca: Lukas 18:1-8 "Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Lukas 18:8 Apakah Saudara kehilangan semangat dan tidak berselera lagi menjalani aktivitas di pagi ini? Biasanya pada waktu pagi Saudara mengatur persembahan bagi Tuhan melalui saat teduh, mengapa pagi ini tidak Saudara lakukan? Jawabnya mungkin sudah jemu. Secara umum kata jemu berarti sudah tidak suka lagi karena terlalu sering dilakukan, bosan. Mengapa jemu? Mungkin karena doa-doa Saudara belum juga dijawab Tuhan hingga sekarang. Jawaban itu menyiratkan rasa frustasi dan putus asa karena merasa bahwa saat teduh yang selama ini dilakukan sepertinya tiada hasil. Benarkah demikian? Sebagai pengikut Kristus sejati kita harus bertekun di dalam iman dan tidak pernah berhenti membangun persekutuan denganNya. Tuhan menghendaki agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu apa pun keadaannya. Mengapa? Karena doa adalah kekuatan kita yang dapat melindungi kita dari si jahat. Bila doa-doa Saudara belum beroleh jawaban jangan pernah menyerah dan putus asa; jangan pernah merasa jemu berdoa. Berdoalah terus-menerus sampai doa Saudara dijawab Tuhan, sebab ada tertulis: "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (ayat 7). Doa yang tidak jemu-jemu adalah bukti bahwa kita punya iman. Jangan memberi celah kepada Iblis yang tidak pernah berhenti menghasut, melemahkan dan memprovokasi kita dengan hal-hal negatif. Jangan pula silau mata dengan tawaran-tawaran dunia yang menjanjikan pertolongan instan yang membuat kehidupan doa kita semakin berkurang. Belajarlah memahami bahwa waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Pemazmur menasihati, "Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!" (Mazmur 27:14). Dalam pembacaan firman hari ini Tuhan memberikan contoh kegigihan seorang janda yang tidak pernah jemu datang kepada hakim yang lalim agar perkaranya dibela. Janda itu tidak pernah merasa malu atau sungkan, tetapi ia punya tekad yang sangat kuat. Karena terus datang kepadanya hakim yang lalim itu pun akhirnya luluh hati dan membenarkan perkara janda itu! |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Air Hidup. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Sunday, 1 November 2015
Allah yang Penuh Kasih |
| Posted: 31 Oct 2015 04:00 PM PDT Seorang anak kecil menangis menginginkan permen. Sang tante yang melihat hal itu kemudian mengajaknya pergi untuk membeli permen. Meski membawa 10 buah permen, sang tante hanya memberikan 1 permen kepada keponakannya tanpa memberitahunya bahwa ia sebenarnya membeli 10 permen. Dengan 1 permen yang dibawanya, anak kecil ini pulang dan bertemu kakaknya. Di luar dugaan, kakaknya justru menyahut permen itu dan memakannya. Alih-alih ingin menangis, anak kecil ini justru melihat ke arah tantenya lalu ke arah kakaknya. "Ya sudah, makan aja," katanya. Kejadian itu sungguh membuat sang tante geli dan tersenyum takjub. Ia kemudian memberikan 9 permen yang masih dikantonginya kepada keponakan kesayangannya itu. Kisah nyata di atas mungkin sederhana, tetapi itulah kisah tentang bagaimana seorang tante sangat menyayangi keponakan kecilnya. Coba bayangkan, betapa lebih besarnya kasih Allah kepada kita. Buktinya, Ia memberikan Anak-Nya untuk mati bagi kita. Ia juga memberikan Roh Kudus untuk membimbing dan menuntun jalan hidup kita. Kasih manusia mungkin besar tetapi tidak kekal. Sebaliknya, kasih Allah itu kekal dan selalu dapat kita andalkan. Ia selalu bersedia menerima kita dan mendengar permohonan kita. Tidak hanya itu, Ia juga selalu memberikan kepada kita segala yang kita butuhkan, yaitu segala yang terbaik untuk kepentingan kita. Terimalah dan ingatlah kasih-Nya. Ia selalu membuka tangan untuk mencurahkan kasih-Nya kepada kita, jadi jangan berhenti meminta dan percaya kepada-Nya. Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Lukas 18:7 |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Kristen. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
SUNGAI BERKAT |
| Posted: 31 Oct 2015 10:00 AM PDT
Baca: Yohanes 4:1-14 Jawab Yesus kepadanya, "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, 'Berilah Aku minum!' niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." (Yohanes 4:10) Bacaan Alkitab Setahun: Sungai Mississippi di Amerika Serikat berasal dari anak sungai kecil di hutan Minnesota. Anak sungai itu kemudian mengalir sepanjang 4.100 km hingga ke Teluk Meksiko. Semakin jauh, lebar dan dalamnya semakin bertambah, ukurannya menjadi sangat besar. Selama airnya tidak meluap menjadi banjir, sungai ini sangat berguna untuk irigasi dan transportasi. Pepohonan subur di tepiannya juga memperindah pemandangan sepanjang sungai itu. Setiap orang membutuhkan air. Kita mungkin bisa bertahan hidup 10-15 hari tanpa makanan, tapi tiga hari saja kita hidup tanpa air, bisa terjadi bencana. Air bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga penjaga kelangsungan hidup. Kepada perempuan Samaria itu, Yesus bukan menawarkan air untuk pelepas dahaga, tetapi air yang bila diminum akan menjadikan perempuan itu mampu menyalurkan air kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya. Yesus berkata bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: "Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (7:38). Kita, orang percaya, telah menerima Yesus, sang Air Hidup. Artinya, kita pun dipanggil menjadi penyalur air hidup. Kita, yang telah menerima kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus, dipanggil untuk menjadi sungai berkat. Di mana? Di rumah kita, di tempat kerja, di dunia. Bagaimana? Dengan hidup memancarkan kasih-Nya kepada setiap orang. Bak sungai Mississippi, biarlah kehidupan kita mengalirkan berkat bagi sesama.—SYS AIR HIDUP ITU TAK SEKADAR MELEGAKAN KITA, TETAPI AKAN MENJADI Anda diberkati melalui Renungan Harian? Respons: |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian®. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Rasul-Rasul: Ecclesia Reformata |
| Rasul-Rasul: Ecclesia Reformata Posted: 30 Oct 2015 06:15 PM PDT Posted on Sabtu, 31 Oktober, 2015 by saatteduh – Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus – Bacaan Alkitab hari ini: Kisah Para Rasul 15:1-21 Gereja mula-mula lahir di lingkungan Yahudi. Para rasul dan pemberita Injil hampir semuanya orang Yahudi, bahkan para pengikut Kristus yang pertama juga orang Yahudi. Yerusalem adalah pusat perkembangan gereja mula-mula yang memiliki ciri keyahudian. Namun, kehadiran kekristenan tidak serta merta dapat diterima. Sekalipun sudah menjadi Kristen, masih ada orang yang berprinsip bahwa mereka tetap harus berpegang pada hukum Musa tentang keselamatan melalui sunat (15:1). Rasul Paulus dan Barnabas menolak konsep itu. Orang Yahudi yang merasa tidak puas lalu naik banding kepada para rasul di Yerusalem. Di Yerusalem, masih ada orang yang berpendapat serupa (15:5). Maka, para rasul bersidang. Dalam sidang, Rasul Paulus dan Barnabas bersaksi bahwa Allah telah membuka pintu Injil bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi (15:12). Hal senada diungkapkan oleh Rasul Petrus (15:7-11) dan Yakobus (15:13-21). Dengan demikian, pikiran keliru tentang gereja dan keberadaannya dikoreksi oleh para rasul yang bersidang di Yerusalem. Para reformator mereformasi gereja abad ke-16 yang telah keluar dari jalur kebenaran firman Tuhan. Mereka berprinsip kepada "Ecclesia reformata, semper reformanda secundum verbum Dei" (Gereja reformasi harus terus direformasi supaya sejalan dengan firman Allah). Untuk meluruskan gereja yang telah melenceng, mereka melakukan tindakan radikal agar dapat mengembalikan kekristenan kepada akar kebenaran, yakni firman Tuhan yang hidup. Pelajarilah kebenaran firman Tuhan agar kita dapat membedakan ajaran yang benar dan ajaran yang sesat, serta menolong orang yang ragu-ragu. [Souw] Kisah Para Rasul 15:16-18 Filed under: Renungan Harian |
| You are subscribed to email updates from Saat Teduh. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
YESUS HAKIM YANG ADIL |
| Posted: 30 Oct 2015 11:00 AM PDT Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Oktober 2015 Baca: Yohanes 5:19-30 "Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia." Yohanes 5:22-23 Adakah keadilan di dunia ini? Tidak. Yang ada ialah keadilan direkayasa dan kebenaran diputarbalikkan. banyak sekali kasus hukum yang berakhir dengan kemenangan di pihak orang bersalah yang punya uang dan kuasa, sementara orang yang tidak bersalah harus menelan pil kekecewaan sebagai pihak yang dipersalahkan karena tidak ada yang membela. Di zaman sekarang ini sungguh tak terbantahkan bahwa uang dan pangkat seringkali menjadi penentu kebenaran dan keadilan manusia. Selagi hidup mungkin kita bisa tertawa lebar dan bersukacita di atas penderitaan orang lain, tapi akan datang waktunya keadilan dan kebenaran benar-benar ditegakkan. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil, yang karena keadilan-Nya akan membalas setiap perbuatan manusia. Setiap ketaatan dan ketidaktaatan pasti mendapatkan ganjaran. Ketika mendengar kata penghakiman jangan pernah beranggapan hanya dosa-dosa berat saja yang akan dihakimi, tapi perkataan sia-sia pun tak luput. Ia berkata, "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." (Matius 12:36-37). Penghakiman atas seluruh manusia telah diserahkan Bapa kepada Putera-Nya, Yesus Kristus. "Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya." (Matius 13:41). Saat itulah semua manusia akan terkejut dan sangat menyesal karena mereka akan melihat Yesus Kristus duduk di takhta penghakiman, karena selama hidup di dunia mereka menolak, membenci, menghujat dan tidak percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. "Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup." Yohanes 5:24 |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Air Hidup. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Saturday, 31 October 2015
Tempat Pelarian yang Sempurna |
| Posted: 30 Oct 2015 04:00 PM PDT Kalau Anda mengaku kepada pasangan Anda bahwa Anda menjadikannya pelarian Anda dari (pasangan) masa lalu, kira-kira bagaimana reaksi orang itu? Saya yakin bahwa ekspresi umum yang akan muncul adalah kecewa. Kecewa karena apa? Karena ternyata Anda datang kepada orang itu dengan tidak tulus hati. Kata "tempat pelarianku" disebutkan tiga kali dalam Alkitab dan ketiga-tiganya berasal dari terjemahan "refuge" (tempat perlindungan). Alkitab mencatat bahwa Kedesh dan Hebron pernah dijadikan orang Israel sebagai kota-kota perlindungan bagi yang mereka yang sudah berbuat salah dan ingin terlepas dari para penuntut tebusan darah. Tempat-tempat itu menjadi tempat pelarian para pembunuh yang ingin bertahan hidup. Dan seperti tempat-tempat perlindungan itu, Allah pun bersedia menjadi tempat pelarian kita. Allah bisa saja kecewa karena kita menjadikan-Nya sebagai tempat pelarian di saat kita butuh, tetapi Allah kita rela menjadi tempat perlindungan siapapun yang datang dan meminta perlindungan dari-Nya. Tidak seperti manusia yang kadang mengungkit-ungkit masalah, Allah kita bisa melupakan segala pelanggaran serta kesalahan kita di masa lalu, dan menerima kita. Dia adalah tempat pelarian yang sempurna, dan selagi masih ada kesempatan, jangan ragu untuk datang kepada-Nya. Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. Mazmur 59:17 |
| You are subscribed to email updates from Renungan Harian Kristen. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |






