Thursday, 3 July 2014

Rela menerima hukuman Tuhan


Rela menerima hukuman Tuhan

Posted: 01 Jul 2014 07:15 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 16:1-14

Adalah mudah mengatakan kita mengasihi Allah ketika Dia memberkati kehidupan kita sesuai dengan keinginan kita. Namun kesejatian kasih kita akan terbukti melalui respons kita ketika Allah mengizinkan masalah menimpa kehidupan kita.

Pelarian Daud dari Absalom jelas merupakan masalah besar bagi Daud. Ternyata, masalah lain datang menimpa melalui seorang dari kaum keluarga Saul, Simei (5). Ia mengutuki Daud sebagai penumpah darah keluarga Saul. Mungkin kutukan Simei berkenaan dengan peristiwa yang dicatat dalam 2 Samuel 21:1-14. Alkitab memang sering tidak memberikan kita catatan secara kronologis. Padahal Daud tidak pernah secara langsung menumpahkan darah keluarga Saul. Maka para pengikut Daud membelanya (9). Di sini kita melihat kebesaran hati Daud

Bukan hanya Daud melarang anak buahnya membalaskan kutukan Simei kepadanya, ia malah membuka dirinya kepada Tuhan. Ia sadar dirinya tidak luput dari kesalahan masa lalu. Bukankah pelariannya dari Absalom merupakan akibat berlarut dari ketidaktegasannya mendisiplin rumah tangganya sendiri? Maka bagi Daud, lebih baik ia menerima kutukan Simei tanpa membela diri karena bisa jadi Allah sedang menegur dan menghukum dia melalui Simei.

Inilah salah satu keindahan karakter Daud: hatinya selalu berpaut kepada Tuhan. Inilah respons orang yang sungguh mengasihi Allah. Daud juga mengenal Allahnya, Allah yang penuh dengan belas kasihan. Bahkan dalam murka-Nya, Ia tidak tega melihat orang yang Dia kasihi sengsara, dan akan membalaskan dengan yang baik nantinya (12). Di mata Tuhan, bahkan sebelum diurapi sebagai raja, Daud adalah seorang yang diperkenan di hati-Nya (1 Sam. 13:14).

Karena kita menyembah Allah yang adil, yang dalam memberikan hukuman juga penuh dengan kasih sayang, marilah kita belajar seperti Daud, yang menerima dengan hati rela, apa pun kesulitan atau hukuman yang Allah berikan dalam kehidupan kita. Allah mengizinkan semuanya terjadi dalam kasih setia dan pemeliharaan-Nya yang sempurna.

- Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Meninggalkan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Sia-Sia

Posted: 01 Jul 2014 04:33 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 3

Tuhan menginginkan supaya bangsa Yehuda bertobat. Seruan pertobatan dalam relasi Allah dengan umat-Nya tidaklah mudah karena bangsa Yehuda telah meninggalkan Tuhan. Di sini, kita melihat bahwa kasih Tuhan pada umat-Nya luar biasa. Demikian pula, kasih Allah luar biasa terhadap orang percaya yang telah jatuh ke dalam dosa sampai begitu dalam, Allah berseru supaya umat-Nya bertobat dan kembali kepada

Allah karena Allah sangat mengasihi umat-Nya. Dalam pasal ini, berkali-kali Tuhan mengatakan "kembali", baik dalam bentuk harapan Tuhan dari kesadaran umat-Nya (3:7), maupun ajakan langsung yang diserukan Tuhan kepada umat-Nya (3:12, 14, 22). Pada waktu itu, keadaan umat digambarkan seperti istri yang sudah tidak diinginkan lagi oleh suaminya karena perzinahan yang telah dilakukan istrinya sebagai bentuk gambaran dari penyembahan berhala yang mereka lakukan. Kata "kembalilah" menunjukan bahwa Allah tetap penuh belas kasihan dan mau menerima umat-Nya kembali. Allah menyediakan kesembuhan kepada mereka yang mendengar seruan pertobatan dan mau mengakui segala perbuatan dosanya, dan mau bertobat sungguh-sungguh (3:13, 22). Kesembuhan dari Allah akan mengubah kehidupan mereka sehingga hidup mereka dapat menjadi alat kemuliaan-Nya kembali. Seruan anugerah pemulihan ini harus diresponi dengan keseriusan: bukan hanya bersedih karena dosa, tetapi berubah. Bukan hanya menyesal, tetapi bertobat. [LH]

Yeremia 3:13, 22a
"Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN. Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu"

Panggilan Allah

Posted: 30 Jun 2014 04:27 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 2

Secara politik, umat Tuhan pada waktu itu sedang menghadapi ancaman dari bangsa yang besar, yaitu bangsa Babel. Di tengah keadaan seperti ini, mereka berusaha mendekati bangsa lain untuk mencari bantuan. Akan tetapi, di mata Tuhan, tindakan mencari dukungan kepada bangsa lain sama dengan menyepelekan dan meninggalkan Tuhan karena mereka meminta bantuan kepada bangsa yang menyembah berhala. Tindakan meminta bantuan terhadap bangsa yang menyembah berhala ini membuat mereka terjerat untuk ikut menyembah berhala.

Di tengah pergumulan yang berat, seharusnya umat Tuhan berseru kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah menjadi padang gurun atau menjadi tempat yang gelap gulita bagi mereka (2:31). Allah memang membawa mereka ke padang gurun tetapi Allah menyediakan manna dan pemeliharaan. Allah memang membawa mereka berjalan dalam tanah yang gelap tetapi Allah menyediakan tiang api. Allah pasti menyediakan solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

Nabi Yeremia menegur sikap umat Tuhan yang meninggalkan Tuhan, tidak mau datang kepada Allah saat menghadapi kesulitan, bahkan mereka berkata, "kami sudah bebas" (2:31). Perkataan, "kami sudah bebas" sebenarnya mengandung makna peralihan kekuasaan (bandingkan dengan Alkitab versi NKJV yang menerjemahkan perkataan tersebut menjadi, "we are lords"). Bukan Tuhan yang berkuasa menentukan keputusan dalam hidup mereka, tetapi diri mereka sendiri.

Perbuatan umat Tuhan meninggalkan Tuhan dan tidak mau hidup mereka di bawah kekuasaan Allah merupakan tindakan sia-sia untuk mencari kenyamanan hidup. Demikian pula bagi orang percaya: Hidup akan menjadi sia-sia mulai saat seseorang meninggalkan Tuhan. [LH]

Yeremia 2:13
"Sebab dua kali umat Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air"

ROH KUDUS: KuasaNya Tak Terbatas


ROH KUDUS: KuasaNya Tak Terbatas

Posted: 01 Jul 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Juli 2014

Baca:  Kisah Para Rasul 1:6-11

"...kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  Kisah 1:8

Hari ini kita memasuki hari kedua di bulan Juli.  Kita sangat percaya bahwa jika hari ini kita ada sebagaimana kita ada adalah semata-mata oleh karena anugerah Tuhan.  Kita pun harus berkeyakinan bahwa hari-hari yang sedang kita jalani ini adalah hari di mana Tuhan semakin menyatakan kuasaNya atas kita.  Bukan untuk hari ini saja, tapi juga esok, lusa dan seterusnya, karena Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah.  "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."  (Ibrani 13:8).  Dia juga adalah Tuhan yang tidak pernah lelah dan berhenti menuntun, menopang, bahkan menggendong kita.  Inilah janjiNya,  "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."  (Yesaya 46:4).

     Oleh kuasa Roh Kudus, yang tinggal di dalam kita dan memenuhi hidup kita, kita dituntun kepada suatu kehidupan yang semakin hari akan semakin luar biasa, sebab  "...Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4),  "...roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."  (2 Timotius 1:7).  Bersama Roh Kudus kita yang lemah dikuatkan, yang putus asa dibangkitkan semangatnya lagi, yang merasa tidak berarti dibuatnya menjadi berharga di mata Tuhan.  Kita yang secara manusia memiliki kekuatan dan kemampuan yang sangat terbatas dibuatnya sanggup dan mampu melewati setiap tantangan yang ada karena kuasaNya yang tak terbatas itu bekerja di dalam kita.  Akhirnya kita pun dapat berkata,  "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."  (Filipi 4:13).

     Supaya kuasa Tuhan yang tak terbatas itu bekerja di dalam kita, kita harus tetap tinggal di  'Yerusalem', artinya tinggal di dalam hadirat Tuhan seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus,  "...Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa,"  (Kisah 1:4).  Janji Bapa itu adalah Roh Kudus.

Ketika Roh Kudus diam di dalam kita, kita beroleh kekuatan adikodrati untuk menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa!

Wednesday, 2 July 2014

Jiwa-Jiwa yang Lupa


Jiwa-Jiwa yang Lupa

Posted: 01 Jul 2014 08:29 PM PDT

Jiwa-Jiwa yang Lupa

Jiwa-Jiwa yang Lupa

Ada sebuah dusun yang dihuni oleh beberapa kepala keluarga. Dusun itu selalu tenang dan sangat makmur karena hasil kebunnya yang sangat melimpah. Tidak pernah ada bencana di dusun itu sehingga mereka menjadi lupa akan sang Pencipta.

Suatu pagi, sebuah tebing di dekat dusun mereka mengalami kelongsoran dan menimpa beberapa lahan mereka sehingga mengalami gagal panen. Karena kejadian itulah semua orang mulai menengadah untuk melihat tebing yang longsor dan mereka mulai berdoa untuk memohon keselamatn kepada sang Pencipta.

Jangan pernah menjadi jiwa-jiwa yang lupa akan Tuhan. Semua berkat yang kita terima haruslah selalu disyukuri. Ketika kehidupan kita sangat tenang dan makmur, jangan pernah melupakan Tuhan. Jangan menunggu sampai bencana itu datang hanya untuk mengingatkan kita kepada Tuhan.

Milikilah sikap yang benar akan semua berkat-berkat yang kita terima. Sadarilah bahwa kita ada kasih-Nya. Mengertilah bahwa berkat itu diberikan karena Dia yang selalu mengerti semua kebutuhan kita. Lupakah kita akan semua kasih-Nya itu?

karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.

Ibrani 12:6

Jiwa-Jiwa yang Lupa is a post from: Renungan Harian Kristen

PERHATIKAN APA YANG KITA UCAPKAN


PERHATIKAN APA YANG KITA UCAPKAN

Posted: 01 Jul 2014 04:00 PM PDT

Yakobus 3:9-11 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

Saya percaya TUHAN memberikan kita mulut supaya kita dapat mengucapkan berkat, pujian, dan menaikkan doa. Perlu Anda sadari bahwa segala sesuatu yang keluar dari mulut kita berasal dari hati kita. Ucapan kita hanyalah hasil dari apa yang kita pikirkan. Jika Anda merenungkan kebenaran Firman Tuhan, kasih TUHAN, kebaikan TUHAN, maka yang akan keluar dari mulut Anda adalah berkat dan ucapan syukur. Sebaliknya, jika yang Anda pikirkan adalah hal-hal negatif, keburukan orang lain, pengasihanan terhadap diri sendiri, jangan heran jika yang keluar dari mulut Anda adalah hal-hal yang buruk.

Cara termudah memperbaiki apa yang Anda ucapkan adalah perbaiki apa yang Anda masukkan ke dalam hati Anda. Seperti ayat renungan kita katakan, periksa sumbernya. Pastikan Anda lebih banyak memasukkan kebenaran Firman Tuhan ketimbang "sampah" dunia ini ke dalam hati Anda. Tidak cukup hanya mendengar Firman Tuhan di gereja atau di persekutuan seminggu sekali atau dua kali. Anda perlu merenungkannya setiap saat. Mulailah hari Anda dengan Firman Tuhan dan tutuplah hari Anda dengan Firman Tuhan. Teman, percayalah, Anda membutuhkan mulut Anda untuk melepaskan kuasa TUHAN, memberkati orang lain, dan mendeklarasikan IMAN Anda. (penulis: @mistermuryadi)

PEMIMPIN YANG AMANAH


PEMIMPIN YANG AMANAH

Posted: 01 Jul 2014 10:00 AM PDT

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 24

Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada. (2 Tawarikh 24:2)

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 40-45

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata amanah berarti sesuatu yang dipercayakan atau dititipkan kepada orang lain, dan adanya keamanan dan ketentraman. Pemimpin yang amanah dipercaya untuk membawa keamanan dan ketentraman bagi pengikutnya. Apa yang dititipkan? Wewenang untuk memimpin dan memerintah rakyat. Perlu diingat, wewenang itu berasal dari Tuhan sendiri (lihat Roma 13:1). Dengan kata lain, Allah memberikan kepada para pemimpin wewenang untuk memimpin dengan maksud untuk membawa keamanan dan ketentraman serta kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Dengan jujur Alkitab mencatat bahwa banyak raja Yehuda dan Israel yang tidak menjalankan amanah itu dengan baik. Beberapa raja Yehuda pada awal kekuasaannya berlaku sebagai raja yang benar di mata Tuhan, misalnya Raja Yoas (ay. 2). Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama. Setelah Imam Yoyada wafat, Yoas tidak lagi menaati kehendak Allah (ay. 17-22). Ia mengabaikan amanah kepemimpinan yang dipegangnya sehingga Allah menghukumnya dengan menyerahkan Yehuda ke tangan tentara Aram (ay. 23-24). Yoas sendiri mati terbunuh oleh pegawainya (ay. 25-26).

Sebentar lagi kita melaksanakan Pemilu Presiden. Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, mari kita memilih para pemimpin yang amanah: sosok yang memiliki karakter yang baik, integritas, dan komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa. Pilihlah sosok yang nasionalismenya teruji, tidak korupsi, tidak cacat hukum, berpihak pada rakyat, dan menghargai kebhinekaan.—AAS

KUALITAS SEORANG PEMIMPIN BISA DILIHAT DARI STANDAR
YANG MEREKA TETAPKAN UNTUK DIRI MEREKA SENDIRI. —Ray Kroc


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

TEOLOGI KUCING DAN ANJING

Posted: 30 Jun 2014 10:00 AM PDT

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 5:11-21

Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. (2 Korintus 5:15)

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 36-39

Buku Bob Sjogren dan Gerald Robison, Teologi Kucing dan Anjing, ditulis dengan latar cerita tentang dua binatang piaraan, anjing dan kucing. Kucing berpikir, "Kau memberiku makan, Kau memberiku tempat tinggal, Kau mengelusku, Kau mengasihiku. Kau pasti… pelayanku!" Sedangkan anjing berpikir, "Kau memberiku makan, Kau memberiku tempat tinggal, Kau mengelusku, Kau mengasihiku. Kau pasti… Tuanku!"

Orang dengan sikap seperti anjing memandang kebaikan Tuhan sebagai pernyataan kemuliaan-Nya. Ia menempatkan Tuhan sebagai Tuan, dan menyerahkan diri untuk melayani tujuan dan kemuliaan-Nya. Orang dengan sikap hati kucing, sebaliknya, memandang kebaikan Tuhan sebagai hal yang sudah seharusnya ia dapatkan. Ia menempatkan Tuhan sebagai pelayan, yang ada untuk melayani keinginannya.

Kristus menebus kita dengan tujuan yang tidak berpusat pada diri kita, melainkan pada diri Kristus (ay. 15). Tanpa Kristus, kita akan hidup dalam kesia-siaan dan mengakhirinya dalam penghukuman. Kematian dan kebangkitan Kristus menjadikan hidup kita menjadi berarti dan penuh pengharapan. Kita menerima anugerah keselamatan bukan untuk menyia-nyiakan anugerah tersebut, melainkan untuk menjalani hidup yang dipersembahkan seluruhnya bagi Kristus, dengan kekuatan anugerah-Nya (Rm. 12:1; 1 Kor. 15:10).

Bagaimanakah kecondongan sikap hati kita terhadap Tuhan? Seperti sikap kucing atau anjing? Kita menyerahkan diri untuk melayani Tuhan atau kita mengharapkan Tuhan melayani kita?—JOO

ANUGERAH YANG MENYELAMATKAN KITA ADALAH JUGA ANUGERAH
YANG MEMBERDAYAKAN KITA UNTUK MELAYANI


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

HIDUP DIPENUHI ROH KUDUS


HIDUP DIPENUHI ROH KUDUS

Posted: 30 Jun 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Juli 2014

Baca:  Kisah Para Rasul 4:23-31

"...dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani."  Kisah 4:31

Ketika Roh Kudus pertama kalinya dicurahkan di Yerusalem tidak banyak orang yang mengerti dan memahami apakah Roh Kudus itu dan apa tujuan dicurahkannya Roh Kudus.  Namun yang pasti, ketika Roh Kudus dicurahkan sesuatu yang dahsyat terjadi.  Perubahan hidup secara radikal dialami oleh murid-murid Yesus.  Mereka tidak lagi takut dan ragu dalam memberitakan Injil.  Kehadiran Roh Kudus benar-benar menjadi api pembakar semangat sehingga roh mereka makin berkobar-kobar bagi Tuhan.

     Sebagai orang percaya kita perlu dipenuhi oleh Roh Kudus supaya tubuh kita menjadi bait Roh Kudus.  "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"  (1 Korintus 3:16).  Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita dan tubuh kita menjadi tempat di mana Roh Kudus berdiam, kita akan menjadi orang-orang yang berbeda dan beroleh perhatian lebih dari Tuhan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki Roh Kudus, sehingga karya Tuhan yang heran dan ajaib akan semakin dinyatakan dalam kehidupan kita.

     Bagaimana supaya hidup kita dipenuhi oleh Roh Kudus?  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."  (Matius 7:7-8).  Jadi kita harus berdoa dan meminta kepada Tuhan dengan penuh iman.  Namun seringkali kita tidak sabar dalam menantikan Roh Kudus.  Tuhan Yesus pun memerintahkan murid-muridNya untuk menunggu di Yerusalem sampai mereka dipenuhi dengan RohNya, dan setelah menunggu selama 10 hari, dari sekian banyak orang yang menunggu hanya tersisa 120 orang saja yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

     Tuhan pun menginginkan kita bertekun dan sabar menantikan janji Tuhan ini.  DiberikanNya Roh Kudus kepada orang percaya adalah bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, karena Ia tak tahu bahwa kita ini penuh kelemahan sehingga Roh Kudus diberikan sebagai Penolong dan Penghibur bagi kita.

Mintalah dengan iman, maka Roh Kudus akan dicurahkan atas hidup kita!

Tuesday, 1 July 2014

Survey and Mapping – Petrus Agung – Minggu, 29 Juni 2014


Survey and Mapping – Petrus Agung – Minggu, 29 Juni 2014

Posted: 30 Jun 2014 05:13 PM PDT

Minggu, 29 Juni 2014

Survey and Mapping

Petrus Agung

Victor and victim

Tuhan memberikan 2 pilihan dalam kehidupan kita: menjadi victor (pemenang) atau victim (korban) ?

Kisah anak yang hilang. Bungsu memiliki impian, dan merasa bahwa dia tidak bisa raih mimpinya di rumah bapanya. Saat bertobat, si bungsu tidak pernah menyalahkan bapaknya, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai korban, pulang dengan tahu diri. Di awal bungsu meminta (give me), tapi saat bertobat hatinya berkata "jadikan aku" (make me). Pertobatan membuat hati Bapa timbul belas kasihan.

Sebaliknya dengan si sulung. Saat tahu bapak membuat pesta bagi adiknya, cara bicara sulung menempatkan diri sebagai korban (victim).

Cara berfikir menempatkan diri sebagai korban saat menghadapi apapun, dan menyalahkan orang lain sebagai penyebab nasib kita, membuat hidup kita tidak akan mengalami perubahan.

Saat breakfast with Obama, orang yang paling banyak dikerumuni adalah Nick Vujicic, seorang motivator tanpa tangan dan kaki. Salah satu kesaksian Nick: suatu kali bertemu dengan orang yang senasib. Selama pertemuan orang itu terus mengomel dan menyalahkan semua orang. Dia menempatkan diri sebagai korban. Nick memutuskan tidak akan pernah menjumpai orang ini lagi, karena orang yang selalu menganggap dirinya sebagai korban, dia tidak akan bisa ditolong, karena dia merasa paling benar.

Nasib kita ditentukan oleh keputusan yang kita ambil, bukan apa yang orang perbuat pada kita.

Happiness is a choice, destiny is a choice.

Kita tidak perlu belas-kasihan orang lain, tapi kita harus bertobat, maka anugerah Tuhan turun dan mengubah kehidupan kita

Survey and Mapping

Banyak jemaat yang setelah mengalami pesta rohani, lalu pulang ke rumah masing-masing. Tapi kemudian banyak yang mengalami bahwa semua berlalu biasa saja, tidak ada perubahan, tidak ada terobosan, hanya menunggu KKR berikutnya. Ini karena mereka tidak tahu yang harus dilakukan.


Yos 18: 1-10

Silo artinya tempat istirahat (place of rest). Kemah pertemuan diletakkan di Silo karena Israel sudah mengalami kemenangan besar atas Kanaan. Tapi ada 7 suku yang belum mendapat milik pusaka, masih berkemah di Silo seperti nomaden. Tanah bagian mereka tidak mereka dapat dengan nyata.


Hasil KKR Bahtera: Indonesia mendapat jaminan Tuhan, dan untuk pertama kalinya dapat poin tinggi dari Tuhan. Biasanya sekedar lolos (nilai 5,6), kali ini lulus (nilai 8). Kenyataan bahtera sama seperti yang dialami Israel: sudah menang perang, tapi banyak yang belum dapat bagian.


Yosua berkata bahwa Israel malas dan lamban, tapi lalu Yosua memberikan solusi. Ini artinya sebagian tidak tahu apa yang harus dilakukan, bukan sekedar malas. Solusi Yosua di Yos 18: 4-10.


Tuhan sudah memberikan kemenangan kepada musuh Israel di luar. 7 suku yang belum dapat bagian menggambarkan musuh di dalam diri kita sendiri yang belum ditaklukkan.

Akar masalah mengapa banyak orang tidak menikmati kemenangan di dunia nyata bukan sekedar karena malas, tapi kebanyakan tidak tahu harus memulai dari mana, dan harus berbuat apa.


Sehebat apapun keberadaan kita, jika kita tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan, maka semua tidak berguna. Akibatnya tidak menikmati janji Tuhan, ujungnya marah pada Tuhan.

Contohnya:

  • Punya kendaraan yang canggih, tapi tidak diajari cara menyalakan mesinnya.
  • Punya gadget paling canggih, tapi tidak tahu cara menghidupkan.
  • Punya kulkas, tapi di daerahnya tidak ada listrik, akhirnya hanya berfungsi jadi lemari baju.


Suku-suku yang belum dapat jatah tanah pusaka:

1. Benyamin (anak dari tangan kananku)

Kita bisa punya status yang hebat, tapi itu tidak menjamin kita memperoleh hasil yang hebat, jika kita tidak tahu apa yang harus diperbuat.


2. Simeon (didengar)

Doa dan permohonan kita PASTI didengar Tuhan. Tapi jika kita kurang mendengar Tuhan, maka saat jawaban Tuhan datang kita tidak bisa mendengarnya.


3. Zebulon (ditinggikan)

Status dan peninggian yang Tuhan berikan jangan di-sia-siakan atau buang, jangan sampai jadi tumpukan janji Tuhan yang tidak bisa kita nikmati.


4. Isakhar (ada balas jasa/ hadiah)

Tuhan berikan janji hadiah dan bonus, tapi jika tidak kita ambil maka tidak kita dapatkan secara fisik.


5. Asher (
happy)

Saat Toronto blessing seluruh dunia datang ke Toronto, bahkan ada jalur khusus imigrasi. Manifestasi terbanyak adalah tertawa kudus (holy laughter). Kebahagiaan karena Tuhan akan menyembuhkan batin kita. Tapi banyak urusan dunia yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar tertawa.


6. Naftali (bergulat/
wrestling)

Ada orang yang dengan perjuangan dan pergulatannya bisa berhasil, tapi ada juga yang tidak berhasil.

7. Dan (hakim)

Ada kelompok orang yang punya banyak pengetahuan, tapi hanya digunakan untuk berkomentar atau menghakimi, tapi juga tidak mendapat apapun.


Yang membuat kita bisa mengalami terobosan adalah jika kita bisa mengkombinasikan antara hal yang seharusnya jadi bagian kita, dengan penetapan yang dari Tuhan.


Pick three men from each tribe so I can commission them. They will survey and map the land, showing the inheritance due each tribe, and report back to me. They will divide it into seven parts. Judah will stay in its territory in the south and the people of Joseph will keep to their place in the north. “You are responsible for preparing a survey map showing seven portions. Then bring it to me so that I can cast lots for you here in the presence of our GOD (Yos 18: 4-6, MSG)

Langkah pertama untuk menentuk tindakan selanjutnya: harus men-survei (mengumpulkan data, melihat keadaan), dan memetakan daerah (survey and map the land). Setelah di survey, lalu tanah itu dibagi menjadi 7. Kemudian Tuhan yang menentukan tanah pusaka masing-masing suku.

Tanggung jawab pengintai: menyerahkan peta dan hasil survei dari 7 bagian tanah.

Tanggung jawab kita adalah melakukan survei dan pemetaan.


Jika kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa, artinya tidak bertanggung-jawab atas jatah kita sendiri. Akibatnya Tuhan bisa memotong jatah kita.


So off the men went. They covered the ground and mapped the country by towns in a scroll. Then they reported back to Joshua at the camp at Shiloh. (Yos 18: 9, MSG)


Pengintai dari 7 suku bertugas menjelajahi seluruh tanah, lalu membuat petanya. Kemudian Tuhanlah yang menentukan bagian bagi masing-masing suku.


Kesaksian tentang aplikasi survei dan pemetaan

Menjelang skripsi p Agung berhadapan dengan berbagai pilihan yang tidak mudah. Sebelum skripsi mahasiswa harus KKN selama 3 bulan, dan harus ikut membantu membangun desa. P Agung sudah pelayanan di berbagai tempat. Jika harus tinggal 3 bulan di desa, maka jadwal pelayanan yang sudah ada bisa batal. Padahal aturannya: jika absensi lebih dari 10% maka gagal dan harus mengulang. Maka p Agung melakukan survei dan pemetaan.

P Agung mengamati bahwa tokoh paling berpengaruh di desa adalah pak lurah. Setiap kali balik ke rumah, p Agung bawakan oleh-oleh: bandeng presto, wingko babat, lumpia, dll. Dengan ini p Agung bisa bebas meninggalkan desa untuk pelayanan sewaktu-waktu tanpa kena absensi.

Selama di desa p Agung melakukan survei, ngobrol dengan banyak orang. Dari survei p Agung mengerti 2 kebutuhan desa:

  • Sumur desa terlalu dalam, sehingga berat menarik timbanya, maka perlu waktu lama untuk menimba. Sumur itu juga berbahaya bagi jika anak-anak ikut menimba

  • Sedang terjadi hama tikus.

P Agung mencari solusi masalah desa ke pusat riset di UNDIP. Dari pusat riset diperoleh solusi: Sumur ditutup karena tidak perlu lubang besar, sehingga tidak berbahaya, lalu dipasang alat tepat guna, sehingga air bisa ditimba dengan ringan dan mudah.

Setelah alat jadi, p Agung bawa itu ke desa. Rasa penasaran penduduk tentang alat yang dibaa merupakan strategi pemasaran (marketing).

P Agung mendemonstrasikan alat kepada pak lurah, tapi tidak langsung diberikan begitu saja. P Agung meminta pak lurah mengumpulkan seluruh RT, RW dan kepala dukuh, untuk diberikan seminar dan demonstrasi penggunaan alat untuk menimba sumur.

Alat penimba sumur itu dijadikan sebagai hadiah lomba menangkap tikus. Dukuh yang terbanyak mendapat tikus (dikumpulkan ekor tikusnya) yang mendapatkan alat itu.

Acara ini dilaporkan p Agung kepada Camat dan dosen pembimbing, mereka diminta hadir dan berpidato saat pemberian hadiah bagi dukuh yang menang.

Dengan satu momen, dihasilkan banyak hal: dosen bangga, desa bebas tikus, ada dukuh yang mendapatkan alat penimba sumur, pak camat mendapat ide untuk membasmi hama tikus di seluruh kecamatan, pak lurah menikmati banyak hal.

Di akhir KKN ketahuan bahwa tim p Agung sering pulang. Tapi karena ada hasil nyata, maka p Agung mendapat nilai terbaik.


Lakukan survey dan pemetaan dalam menghadapi apapun, hadapkan ke Tuhan, maka kita akan tahu ke mana harus pergi, dan kita bisa menikmati Kanaan kita, janji Tuhan jadi kenyataan.


Semua ilmu kehidupan ada dalam Firman Tuhan, dan Tuhan mau buka dan tunjukkan itu semua. Jika kita bisa menangkapnya, maka kita akan segera memasuki masa-masa yang luar biasa, yang di roh jadi daging.

Lumbung Raja

Ide: jadi berkat bagi hamba-hamba Tuhan. Lumbung ini sebagai gudang dari sumbangan jemaat berupa barang-barang yang masih bagus, jangan barang-barang yang tidak layak.

Pengumuman:
Kamis-Jumat (3-4 Juli): seminar, materinya survey dan mapping. Akan dibagikan: minyak narwastu.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

 

Korespondensi:

antoniusfw@facebook.com (FB);

antonius_fw@yahoo.com (YM);

antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);

@Antonius_FW (tweeter);

pin BB 24D0C381

WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

BAPA MEMBERKATI BUKAN KARENA ANDA SEMPURNA


BAPA MEMBERKATI BUKAN KARENA ANDA SEMPURNA

Posted: 30 Jun 2014 04:00 PM PDT

2 Samuel 9:13 Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

Sebelum saya menjelaskan apa yang saya maksud dengan judul di atas, mari kita sedikit menelaah latar belakang Mefiboset. Mefiboset adalah anak dari Yonatan dan sekaligus cucu dari Raja Saul. Kita tahu bahwa Daud menjadi raja atas Israel melalui pertumpahan darah yang sangat dahsyat. Adalah sebuah kebiasaan raja-raja pada zaman dahulu, ketika seseorang mengambil alih kerajaan, mereka membasmi semua garis keturunan dari raja sebelumnya. Namun demi persahabatannya dengan Yonatan, Daud tidak melakukan hal tersebut. Dia membiarkan keturunan Saul hidup. Lalu Daud bertanya kepada para panglimanya, "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul (2 Sam 9:1a)?" Ternyata masih ada, namanya adalah Mefiboset. Secara fisik, Mefiboset bukanlah orang yang sempurna. Kedua kakinya timpang karena dia jatuh ketika berusia lima tahun (2 Sam 4:4).

Sekarang, saya akan menjelaskan apa yang saya maksud dengan judul di atas.

Teman, seperti kita ketahui bahwa Perjanjian Lama adalah bayangan dari Perjanjian Baru. Dalam kisah ini, Daud adalah lambang dari Bapa kita di Sorga yang penuh kasih. Yonatan adalah lambang dari YESUS. Dan, Mefiboset adalah lambang dari Anda dan saya, sebagai manusia yang tidak sempurna. Perhatikan, dalam 2 Sam 9:1b, Daud berkata, " … aku akan menunjukkan kasihku kepadanya …" Seharusnya Mefiboset dibunuh oleh Daud, karena Mefiboset berpotensi melakukan kudeta dan mengklaim dirinya yang seharusnya menjadi raja menggantikan Saul. Namun, Daud justru menunjukkan kasihnya kepada Mefiboset. Bukankah itu yang Bapa kita lakukan? DIA memilih untuk mengasihi kita yang seharusnya dihukum.

Anda tahu kenapa Mefiboset tidak dihukum? Karena Daud mengingat Yonatan (2 Sam 9:7). Teman, Anda dan saya layak dihukum karena segala dosa dan pelanggaran kita, namun karena YESUS, hari ini kita dapat hidup. YESUS telah menggantikan kita di atas kayu salib. Haleluya!

Sebentar, saya belum selesai. Sedikit lagi.

Mefiboset, si timpang, akhirnya makan sehidangan dengan Raja Daud. Bukan hanya itu, Mefiboset juga tinggal di istana yang sama dengan Daud, menikmati segala yang Daud miliki, bahkan Daud mengembalikan segala kepunyaan Saul kepada Mefiboset (2 Sam 9:7). Tidakkah kisah ini berbicara sesuatu yang luar biasa mengenai Bapa Sorgawi? Teman, Anda tidak perlu sempurna untuk menikmati kebaikan dan kemurahan Bapa. Bahkan kebenarannya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Bapa tidak memberkati Anda karena Anda sempurna, bukan karena itu. DIA memberkati Anda semata-mata karena apa yang telah YESUS lakukan di atas kayu salib bagi Anda. Anda dipandang layak oleh Bapa karena darah YESUS telah membasuh Anda sekali untuk selamanya. Seperti yang dikatakan dalam Galatia 3:16, kita menjadi anak kesayangan Bapa karena iman kita kepada YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

Tetaplah Mengayuh


Tetaplah Mengayuh

Posted: 30 Jun 2014 05:00 PM PDT

Tetaplah Mengayuh

Tetaplah Mengayuh

Bagaimanakah sebuah sepeda itu dapat berjalan? Pastilah dengan cara mengayuhnya. Sepeda hanya memiliki dia roda dan jika ingin tetap berdiri di atas roda-rodanya maka harusnya dengan terus mengayuh. Jika putaran roda itu berhenti maka akan terjatuh.

Kehidupan kita adalah seperti sebuah sepeda. Kita harus tetap mengayuhnya untuk bisa menempuh tujuan hidup, atau kita akan tertinggal ketika memilih untuk berhenti. Sama seperti seorang atlet balap sepeda, dia tidak akan berhenti sebelum memasuki garis finis. “Sepeda kehidupan” kita juga tidak akan pernah berhenti sebelum memasuki garis finis yang Tuhan sediakan bagi kita.

Tetaplah kemudikan kehidupan ini pada arah dan tujuan yang benar yaitu dengan tetap memandang Yesus sebagai akhir dari semua tujuan hidup kita. Posisikah kehidupan kita pada jalan yang benar yaitu pada jalan yang sudah Tuhan pilihkan untuk kita lalui.

Jangan pernah berbelok untuk menempuh jalan pintas karena itu hanya akan membawa kita kepada kebinasaan. Jalan pintas menawarkan banyak kenikmatan namun itu adalah jerat-jerat yang akan akan membelenggu kehidupan kita dengan dosa.

Tetaplah untuk mengayuh. Tetaplah untuk berusaha. Tetaplah untuk berdoa. Tetaplah untuk berharap. Pandanglah Yesus karena hanya pada Dialah terdapat segala berkat dan kemuliaan. Jangan pernah berhenti dan menyerah pada kehidupan karena hanya Tuhan saja yang berhak untuk menghentikan kehidupan kita.

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Kpr 20:24

Tetaplah Mengayuh is a post from: Renungan Harian Kristen

MEMANDANG TUHAN


MEMANDANG TUHAN

Posted: 29 Jun 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Juni 2014

Baca:  Mazmur 123:1-4

"Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga."  Mazmur 123:1

Dalam menjalani hari-hari yang penuh gejolak dan pergumulan ini penting bagi kita untuk mengarahkan pandangan secara tepat, bukan kepada hal-hal negatif yang membawa kita semakin jauh dari Tuhan dan semakin dekat dengan kegagalan dan kehancuran.  Sebab sekali saja kita salah dalam mengarahkan mata akan berakhir fatal seperti yang dialami oleh Hawa, Akhan dan juga Daud.

     Di sepanjang perjalanannya dan Mesir menuju ke Tanah Perjanjian bangsa Israel senantiasa mengalami kebaikan dan mujizat Tuhan yang dinyatakan di depan mereka.  Tapi mereka tetap saja dihantui oleh ketakutan karena mata mereka terus tertuju kepada kesukaran di padang gurun dan juga pasukan Firaun yang mengejarnya.  Musa pun harus mengingatkan mereka berulang-ulang,  "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  (Keluaran 14:13-14).

     Di sepanjang bulan Juni yang telah kita lewati mungkin ada banyak kesalahan yang telah kita lakukan karena  'mata'  kita sehingga hari-hari yang kita jalani pun terasa berat dan membuat kita jatuh bangun dalam dosa.  Tidak ada kata terlambat untuk berbenah dan berubah!  Mulai hari ini dan seterusnya  "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman,"  (Ibrani 12:2).  Mengapa kita harus mengarahkan pandangan kepada Tuhan?  Agar kita tidak mengalami ketakutan dalam menjalani hidup ini.  Namun bila pandangan kita terus tertuju kepada situasi dan kondisi yang ada, kita akan mudah sekali takut.  Ingat!  Ketakutan adalah musuh dari iman dan merupakan roh yang harus kita kalahkan,  "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."  (2 Timotius 1:7).  Semakin kita takut semakin lemahlah iman kita, sehingga kita pun tidak akan sanggup menghadapi segala sesuatunya.

"Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah."  Mazmur 16:8

Bukan kehendak Allah


Bukan kehendak Allah

Posted: 29 Jun 2014 05:37 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 15:1-12

Menjelang pemilihan kepala daerah atau presiden, biasanya para calon akan tebar pesona. Mereka akan melakukan segala cara untuk mengambil hati rakyat, baik dengan kampanye program, memberikan bantuan, kunjungan ke pasar rakyat, dan lain-lain.

Tidak jauh berbeda dengan Absalom, yang berhasrat mengudeta raja Daud, yang adalah ayahnya sendiri. Setiap hari ia mencoba menarik hati rakyat dengan kereta perang dan pengawalnya, di tepi jalan menuju Yerusalem (1, bdk. 1Raj. 1:5). Ia mengundang simpati rakyat dengan menyampaikan salam (5) dan mendengar keluhan mereka (2-3). Namun di balik itu, ia mengkritik pemerintahan ayahnya (2-3) serta menjanjikan pemerintahan yang lebih baik dibandingkan pemerintahan Daud (4).

Setelah empat tahun berusaha menjatuhkan nama Daud dan membangun nama baiknya sendiri, Absalom siap merealisasikan ambisi di tempat kelahirannya, yaitu di tempat Daud dilantik menjadi raja (2Sam. 3:2-3, 5:3). Namun ia musti mencari cara untuk pergi ke sana tanpa menimbulkan kecurigaan Daud. Dengan alasan untuk menggenapi nazar kepada Tuhan, Daud mengizinkan Absalom pergi ke Hebron (7-9). Absalom pun pergi dengan membawa dua ratus orang yang tidak tahu apa-apa (11). Namun sebelumnya, ia telah mengirimkan pesan rahasia ke suku-suku Israel agar mendukung dia (10). Selain itu ada Ahitofel, penasihat Daud (12), yang mendukung Absalom mungkin karena tidak tahu bahwa Absalom bukanlah orang pilihan Tuhan (bdk. 1Taw. 2:9-10).

Tindakan Absalom untuk menurunkan orang yang diurapi Allah dari takhtanya bertentangan dengan kehendak Allah dan karena itu akan gagal. Bahkan akan membuat dia dihukum Allah. Pemberontakan Absalom melawan orang yang diurapi Allah sama dengan reaksi orang Yahudi kepada Yesus, Sang Mesias. Mereka tidak menginginkan Kristus menjadi Raja mereka. Namun suatu saat Dia akan datang kembali dan menegakkan pemerintahan tanpa bisa ditawar-tawar lagi. Penolakan terhadap Kristus akan bermakna maut!

- Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Respons Terhadap Kebangkitan Kristus

Posted: 29 Jun 2014 04:29 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 16

Doktrin tentang kebangkitan Kristus (bersama dengan doktrin tentang kematian Kristus) merupakan doktrin terpenting dalam kepercayaan Kristen. Sekalipun demikian, tidak mudah mempercayai doktrin tersebut. Bagi murid-murid Tuhan Yesus pun, tidak mudah mempercayai bahwa Tuhan Yesus benar-benar telah bangkit sebelum mereka melihat sendiri Kristus yang bangkit, padahal masalah kebangkitan ini telah disebutkan secara samar-samar dalam Perjanjian Lama dan kemudian diberitakan secara terus terang oleh Tuhan Yesus (8:319:9, 31; 10:34; 14:28).

Bila kita memperhatikan betapa sulitnya para murid Tuhan Yesus untuk mempercayai kebangkitan Tuhan Yesus, tidak mengherankan bila orang-orang pada masa kini pun amat sulit untuk mempercayai kebangkitan Kristus. Sekalipun demikian, berita tentang kebangkitan merupakan bagian dari berita Injil yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Tanpa kebangkitan Tuhan Yesus, kita tidak akan bisa memiliki pengharapan tentang kebangkitan diri kita sendiri pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Tanpa kebangkitan Tuhan Yesus, kita tidak memiliki pengharapan akan masa depan.

Dari sisi penelitian terhadap naskah-naskah kuno—terutama naskah-naskah asli Alkitab—yang membicarakan atau menyinggung tentang kebangkitan Kristus, pembuktian terhadap berita tentang kebangkitan Kristus amat meyakinkan dan dapat dipertanggungjawabkan dari sudut pandang ilmu hukum. Dari sisi lain, benar bahwa diperlukan iman untuk mempercayai berita tentang kebangkitan Kristus. [P]

1 Korintus 15:3-4
"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci."

“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes