Tuesday, 3 June 2014

Melempar Dosa


Melempar Dosa

Posted: 02 Jun 2014 07:36 PM PDT

Melempar Dosa

Melempar Dosa

Ada dua bersaudara yang tidak pernah akur dimana si kakak selalu merasa iri dengan adiknya. Si kakak mulai menyusun rencana-rencana jahat untuk membuat adiknya merasa lebih buruk darinya. Dia ingin selalu sempurna di mata orang tua dan juga semua orang.

Suatu hari secara tidak sengaja si kakak terlibat dalam sebuah pembunuhan rekan kerjanya. Tidak tidak memiliki rasa takut dan rasa bersalah melainkan merupakan sebuah keuntungan yang besar baginya. Dia pun menyusun rencana agar polisi mengira bahwa adiknya yang telah membunuh rekannya tersebut. Si adikpun masuk penjara dan menerima hukuman berat yang sebenarnya tidak pernah ia perbuat.

Mungkin beberapa orang begitu pandai menyimapn sebuah dosa besar dan melemparkan dosa itu kepada orang lain. Banyak orang bisa membeli keadilan dan juga memberikan hukuman pada orang-orang yang tidak bersalah.

Di dalam dunia, manusia bisa berbuat sesuka hatinya namun mata Tuhan tetap melihat semua hal yang telah kita lakukan. Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Dan ketika kita melemparkan dosa kepada orang lain dan tidak mau mempertanggung jawabkannya secara pribadi, maka cesara tidak sadar kita telah membuka jalan kita menuju ke kebinasaan kekal. Kita semakin serupa dengan iblis dan jauh dari pada Tuhan.

Jika kita melakukan sebuah kesalahan, maka kita harus bisa mempertanggungjawabkannya dengan baik. Jangan pernah melemparkan kesalahan kepada orang lain atau kita akan jauh dari kemuliaan yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.

Kejadian 4:7

Melempar Dosa is a post from: Renungan Harian Kristen

We Need a New God!


We Need a New God!

Posted: 01 Jun 2014 10:36 PM PDT


When we declare this wonderful reality – that God Himself is all we need – we may be accused as trite and simplistic, at least, I was. That accusation may prove to be correct unless we show how He actually becomes our life and all in daily practice, and unless those of who proclaim Him alone begin showing Him in our daily walk to be genuinely all we need.

For this to happen require that we have a new God! Now, relax, please forgive me for this overstatement. But there's a sense in which it really is so. We need to see our God as He is, not as we're been seeing Him (or make-to-believe who He is). When our view of Him has been corrected, we'll have quite a different God than we had before.

So many people view Him like the law really is, a hard taskmaster, a universe policeman, an angry grandfather. Some people however view Him from another extreme, an eternal smiling master, always forgiving judge, a never-get-angry father. But we seldom get the balance idea – who He really is – that He is our loving and righteous heavenly Father, God of justice and mercy, always near and yet far from us, to soothe the hurts and wound the enemies, to encourage and warning, to uplift the humble and downlift the proud, He is to transform the believers and condemned the unbelievers. He is known-able and understandable, and yet His ways and His wills are mysteries. He is wonderful and horrible. God of order and unpredictable. Meek and yet powerful. Humble and yet worship-seeker. Sovereign and yet freedom-giver.

To know God as He is, we need to go to the basic – the Scriptures. Sometime our view and idea of God is not from the Scriptures but from other secondary or secondhand source such as devotional books, out-of-context sermons or quotes, movies, etc. Yes, we may also know something about God from those and from nature, art, conscious, reason, experience or collective experience and prayer. But the final, complete, reliable source, of course, is the Scripture. And as we can see, the Scripture is not the end; Christ is the ultimate mean to know God. Jesus said, "You study the Scriptures, because you think that in them you will find eternal life. And these very Scriptures speak about me!" (John 5:39). If you go the Scripture, you'll know Jesus, and if you know Jesus you'll know God.

When we have a new God, see God as He is, know God from the Scriptures that "speak about Christ" we'll have this assurance of our salvation in Him, a genuine daily life with Him and the confidence of declaring this wonderful reality – that God Himself is all we need. Why? Because we know Him. For this to happen we require to have a new God by discovering or rediscovering the Scripture firsthand. For this to REALLY happen, God must move first. To this, Lord helps us. Amen.

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Seri RUT: Iman di Persimpangan


Seri RUT: Iman di Persimpangan

Posted: 01 Jun 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Juni 2014

Baca:  Rut 2:1-23

"TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."  Rut 2:12

Di tengah situasi yang sangat sulit dan serasa di persimpangan Rut membuat sebuah keputusan yang dilandasi oleh iman, suatu keputusan yang sangat menentukan nasib hidupnya di kemudian hari, yakni memilih hidup bersama mertuanya yang juga sudah menjadi janda.  Mungkin banyak orang mengatakan bahwa tindakan Rut itu sebuah kebodohan.

     Rut rela membayar harga dengan mempertaruhkan hidupnya, meninggalkan sanak keluarga dan bangsanya, memilih hidup di negeri asing dan percaya kepada Allah yang disembah oleh mertuanya itu.  Apa yang dilakukan Rut ini bukanlah tindakan coba-coba, tapi suatu tindakan iman, di mana ia sedang menuju kepada suatu kehidupan yang menempatkan dirinya dalam kasih karunia karena ia percaya kepada Allah yang hidup.  "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."  (Mazmur 91:2).  Sebaliknya Orpa lebih memilih untuk meninggalkan Naomi.  Artinya ia tidak mau membayar harga, lebih suka pulang ke kampung halamannya, kembali kepada kenyamanan dan kehidupan lamanya.  Inilah yang terjadi dengan kebanyakan orang Kristen, memilih untuk meninggalkan Tuhan dan kembali kepada kehidupan lamanya ketika berada dalam masalah dan sedang di persimpangan jalan.  Padahal Alkitab menegaskan:  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Kita memilih untuk lari menjauh dari panggilan Tuhan dan rencanaNya.

     Tuhan berfirman,  "...Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu."  (2 Korintus 6:17).  Rut tidak mau kembali kepada bangsanya yang kafir dan memilih meninggalkan kehidupan lamanya.  Paulus pun demikian,  "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,"  (Filipi 3:13-14).

Saat di persimpangan jalan inilah kualitas iman seseorang sedang diuji!

Kesabaran


Kesabaran

Posted: 01 Jun 2014 04:45 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Galatia 5:16-26 

Surat Galatia mengajarkan bahwa sejatinya hidup orang Kristen adalah hidup yang sangat indah dan mulia. Hidup yang tidak dapat ditemukan dalam dunia ini. Sesungguhnya hidup di dalam Kristus adalah hidup yang mulia karena sekalipun kita masih bertubuh manusia yang berdosa, yang sering kali membawa kita pada apa yang tidak kita kehendaki, yaitu perbuatan-perbuatan daging—yang berlawanan dengan keinginan Roh—ternyata, Puji Tuhan; Tuhan telah memberikan kuasa kepada kita untuk dapat mengalahkannya. Kuasa itu berasal dari Roh Kudus yang telah melahirbarukan dan menyertai kita. Roh Kudus inilah yang memperbarui karakter hidup kita, sehingga kita memiliki nilai hidup yang berbeda dari orang-orang yang belum percaya yaitu hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus (Galatia 5:16-23).

Kehidupan yang indah itu ditandai dengan buah Roh. Dalam Galatia 5:22-23, Paulus menjelaskan buah Roh sebagai: "Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,…" Kasih adalah perintah yang terutama (Matius 22:37-39). Sukacita sejati hanya didapatkan di dalam Kristus. Damai sejahtera sesungguhnya terjadi ketika kita diperdamaikan dengan Allah. Melalui ketiga hal inilah relasi kita dengan Allah dibereskan. Setelah relasi kita dengan Tuhan dibereskan, maka akan muncul sifat berikutnya dari buah Roh yang akan membereskan relasi kita dengan sesama. Sifat itu adalah kesabaran (Galatia 5:22). Sabar dalam kesulitan maupun sabar terhadap sesama (Kolose. 1:11, 3:12-13). Sabar menanggung kesengsaraan demi Kristus (2Korintus 1:6). Sabar terhadap ketidakadilan, sabar menantikan kedatangan Tuhan kembali (2 Korintus 11:19-20, Yakobus 5:7). Semuanya itu secara otomatis akan timbul dalam hidup ketika kita sungguh-sungguh hidup dalam pimpinan Roh Kudus dan melekat pada Kristus, Tuhan kita. (Yohanes. 15:4-5). [JS]

Kolose 3:12
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran."

Monday, 2 June 2014

Perusahaan Impian


Perusahaan Impian

Posted: 02 Jun 2014 01:00 AM PDT

Perusahaan Impian

Perusahaan Impian

Dear Jesus,

Saya Regina, mohon dukungan doanya. Saya sedang proses rekruitmen di 1 perusahaan impian saya. Saya berserah sama kehendak Tuhan, saya mengamini jika Dia yang buka pintu maka tidak ada yang dapat menutupnya. Begitu jika kenyataannya Dia menutup pintu maka tak ada seorangpun yang dapat membukanya. Sekalipun saya sangat mengingini pekerjaan itu tapi biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Saya sudah meletakkan kekuatiran saya di bawah kaki Yesus, saya tidak mau mengambil lagi kekuatiran itu. I just need the best answer from Him. Amen. Please pray for me.

Salam Kasih,

Regina

***

Tanggapan admin,

Jadilah sesuai dengan imanmu dan Tuhan Yesus pasti akan memberikan yang terbaik kepadamu. Saat kau meminta, maka Tuhan akan mendengar dan mengulurkan tangan-Nya dalam kehidupanmu.

GBU

Perusahaan Impian is a post from: Renungan Harian Kristen

Kebaikan-Nya Padaku

Posted: 01 Jun 2014 11:00 PM PDT

Kebaikkan-Nya Padaku

Kebaikkan-Nya Padaku

Aku punya cerita lalu, mungkin kisah itu sama dengan cerita yang mereka punya. Tapi para pelaku yang berbeda dan cara pandangku menyikapi tak sama. Aku mungkin sama dengan mereka yang dulu, yang terlalu menganggap gampang dan menggunakan naluriku ataukah aku masih sama seperti yang dulu?

Aku sadar semua yang dulu terjadi itu bukan suatu kesia-siaan dalam hidupku namun cara Tuhan memprosesku. Aku tahu hal yang dulu bisa terjadi lagi atau lebih parah seperti dulu, namun aku lebih sadar sekarang Tuhan lebih jauh besar dari segala perkara-perkara di hidup ini.

Aku sering kuatir akan perkara-perkara yang terjadi atau ketidaksanggupanku melaluinya, namun hati nuraniku berkata aku jauh kuatir tidak bisa menyenangkan Tuhan. Aku tahu kenapa Tuhan berkata selalu bersyukurlah dalam keadaan apapun dalam suka maupun duka, hal yang sulit oleh sebuah keikhlasan dan keadaan. Aku tersentak, begitu besar makna perkataan itu namun sulit dalam kenyataan.

Tapi tidak ada yang mustahil untuk sebuah kebaikan, ya… kebaikan Tuhan bukan kita. Namun kitalah citra/alat yang digunakan Tuhan untuk memancarkan kebaikan-Nya untuk sesama.

Oleh Siholdra

Kebaikan-Nya Padaku is a post from: Renungan Harian Kristen

Cinta yang Baik

Posted: 01 Jun 2014 08:40 PM PDT

Cinta yang Baik

Cinta yang Baik

Ada dua keluarga yang mendidik anaknya dengan cara yang berbeda. Karena sangat menyayangi anaknya, keluarga pertama begitu memanjakan anaknya dan menuruti segala sesuatu yang diingkan oleh anaknya. Akan tetapi, keluarga kedua hanya mengabulkan permintaan yang memang benar-benar berguna untuk anaknya.

Keluarga pertama tidak pernah memarahi dan menegur anaknya, melainkan keluarga kedua seringkali menegur dan mengajari anaknya dengan lemah lembut. Saat kedua anak itu tumbuh menjadi dewasa, anak dari keluarga pertama menjadi susah diatur dan selalu bertindak sesuka hatinya dan hal itu justru menyakiti banyak orang. Sebaliknya, anak dari keluarga kedua tumbuh menjadi anak dengan sifat dan sikap yang baik.

Cinta yang baik itu bukanlah cinta yang membiarkan semua berlalu begitu saja tanpa adanya teguran. Cinta itu juga mendidik agar keluarga yang kita kasihi tidak berjalan semakin menyimpang dari yang Tuhan kehendaki.

Jika kita adalah orang tua, maka cintailah anak-anak kiya dengan benar dan didiklah mereka dalam kasih. Jika kita merupakan seorang anak, maka tegur dan ingatkanlah dengan lemah lembut orang tua kita jika mereka mulai melakukan perbuat yang tidak benar di mata Tuhan. Cinta yang benar adalah cinta yang saling membentuk dan bertumbuh di dalam Kristus.

Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.

Amsal 13:14

Cinta yang Baik is a post from: Renungan Harian Kristen

Di Masa Kekeringan

Posted: 31 May 2014 07:52 PM PDT

Di Masa Kekeringan

Di Masa Kekeringan

Musim kemarau adalah musim di mana banyak tanah menjadi gersang dan juga banyak tanaman menjadi mati. Tanah yang kering tidak akan bisa menghasilkan apapun dan tidak lagi berguna sampai hujan tiba. Lalu sampai kapan tanah tu menjadi kering? Dan kapan hujan akan turun? semua itu hanyalah Tuhan yang tahu.

Mungkin saat kita kita mengalami masa kekeringan. Kita mengalami kekurangan dalam hal perekonomian dan juga hidup kita terasa tidak lagi berguna karena belum mendapatkan pekerjaan. Lalu bagaimana caranya agar mendapatkan uang jika tidak bekerja? Apakah kita masih bisa memberi kepada Tuhan saat keuangan kita sangat menipis?

Di sinilah ujian itu di mulai. Mana yang akan kita lihat? Uang atau Tuhan? Apakah kita akan mengasihi hidup kita yang kekurangan atau kita akan tetap mengasihi Tuhan dalam segala hal yang telah terjadi dalam kehidupan kita?

Ketika janda Sarfat itu memutuskan untuk tetap memberi dalam kekurangannya, maka Tuhan telah membuat mujizat dalam hidupnya. Tuhan yang sama juga akan melakukan mujizat dalam kehidupan kita. Tuhan akan membukakan pintu berkat dan menurunkan hujan atas kehidupan kita. Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita mengalami kematian dalam kekeringan. Tuhan akan mencurahkan hujan tepat pada waktunya. tetaplah mengasihi Tuhan dalam segala hal.

TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

Ulangan 28:12

Di Masa Kekeringan is a post from: Renungan Harian Kristen

Emosi yang Menghanguskan

Posted: 30 May 2014 07:19 PM PDT

Emosi yang Menghanguskan

Emosi yang Menghanguskan

Saat kita hidup berdampingan dengan orang lain, baik dalam kehidupan dalam keluarga maupun bermasyarakat sangatlah dibutuhkan kesabaran. Ada seorang wanita yang datang kepada saya dan menyatakan bahwa dirinya sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan di masa lalu.

Dia merupakan wanita yang menudah menyalurkan emosinya dalam berbagai macam hal. Dia bisa saja mengomel dan berteriak-teriak seharian atau bahkan memukul anak-anaknya. Alhasil, dia pun ditinggalkan oleh suami dan anak-anaknya. Pada awalnya dia merasa sangat nyaman dengan kesendirian sampai akhirnya kesepian selalu menghantui hidupnya.

Emosi dapat menghanguskan kasih. Emosi dapat memecah hubungan sebuah keluarga. Jika kita gagal menahan emosi, maka kita akan kehilangan orang-orang yang kita kasihi. Saat kita merasa amarah itu datang, maka ucapkanlah syukur kepada Tuhan agar emosi itu secepatnya luntus dari hati kita.

Jangan biarkan iblis memanfaatkan emosi itu untuk membuat kita berdosa dengan melukai perasaan orang-orang di sekitar kita. Lebih baik bersyukur dari pada mengumpat atau terlebih lagi mengatai yang buruk tentang sesama kita. Lebih baik memberkati dari pada mengutuki karena itulah yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita.

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

Efesus 4:26

Emosi yang Menghanguskan is a post from: Renungan Harian Kristen

ALASAN YESUS MENGASIHI PADA PENDOSA


ALASAN YESUS MENGASIHI PADA PENDOSA

Posted: 01 Jun 2014 04:00 PM PDT

Lukas 5: 30-32 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Bagi saya Roma 8:39 sangat jelas menyatakan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Bapa yang dinyatakan melalui YESUS. Artinya, tidak peduli sekejam apa pun dosa yang telah, sedang, atau akan Anda lakukan, hal tersebut tidak akan dapat memisahkan Anda dari kasih Bapa yang besar. Sungguh melegakan mengetahui bahwa ada satu Pribadi yang setia mengasihi kita dan menaruh pengharapan untuk kita ketika kita terjatuh. Mungkin manusia sudah menjauhi kita dan mencap kita orang yang kurang sungguh-sungguh, tapi tidak demikian dengan TUHAN, di tengah kita jatuh, DIA tetap memandang kita berharga dan mulia di mataNYA. Teman, ini berita sukacita yang Firman Tuhan nyatakan bagi Anda dan saya.

Mungkin Anda bertanya, "Wah, enak sekali dong kalau begitu, saya jadi bebas berbuat dosa? Toh, TUHAN akan tetap mengasihi saya." Ya benar, sekalipun Anda berbuat dosa, TUHAN tetap mengasihi Anda. Seperti yang telah kita bahas hari kemarin bahwa kasih Bapa Sorgawi kepada Anda tidak tergantung dari apa yang Anda perbuat. Anda bisa lihat bagaimana YESUS sering menghabiskan waktu dengan para pendosa, bahkan DIA makan dan minum bersama-sama mereka. Yesus tidak keberatan disebut sebagai sahabat para pendosa. Jika hari ini Anda hidup di dalam dosa, saya ingin katakan, YESUS senang menjadi sahabat Anda.

Namun seringkali orang sering salah mengartikan hal di atas. Mereka berpikir jika YESUS mengasihi para pendosa, itu artinya YESUS menyetujui mereka berbuat dosa. Oh, itu sungguh dua hal yang berbeda. YESUS memang mengasihi para pendosa, tapi bukan berarti DIA menyetujui perbuatan para pendosa. Anda perlu mengerti alasan YESUS senang bersama-sama dengan para pendosa. Perhatikan ayat di atas, DIA mengatakan, " … supaya mereka bertobat." Dengan kata lain, supaya mereka berbalik dan kembali kepadaNYA, dan supaya mereka kembali memiliki pemikiran yang benar bahwa jalan yang sedang mereka tempuh adalah jalan yang salah. YESUS mengasihi para pendosa supaya mereka menyadari bahwa TUHAN ingin mereka hidup di dalam janji yang indah, bukan di dalam dosa yang menuntun kepada kebinasaan. Rasul Paulus menulisnya dengan sangat manis dalam Roma 2:4b, "Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Tuhan ialah menuntun engkau kepada pertobatan?"

Ya, cara YESUS mengubahkan para pendosa adalah melalui kasih yang besar dan tidak bersyarat, bukan dengan penghukuman atau penghakiman. Anda ingat ketika YESUS diperhadapkan dengan wanita pezinah? Dengan lembut DIA berkata, "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang (Yoh 8:11)." Tidakkah Anda sadari bahwa DIA adalah Bapa yang sangat baik? Teman, kalau YESUS telah menyediakan kehidupan yang indah dan masa depan yang penuh harapan untuk Anda, kenapa Anda memutuskan hidup di dalam dosa yang penuh penderitaan, kesakitan, dan kesengsaraan? Seperti kisah anak yang hilang, kembalilah ke rumah Bapa, di sana Anda dapat bersukacita menikmati semua kebaikan dan kemurahan yang DIA sediakan bagi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

12 Advice to Pastors


12 Advice to Pastors

Posted: 01 Jun 2014 09:14 AM PDT


Picture taken from:
http://blogs.reuters.com/taxbreak/files/2012/10/pulpit-REUTERS-John-Adkisson.jpg

"To aspire to leadership is an honourable ambition"
(1 Timothy 3:1, NEB)


J. Oswald Sanders have 12 advice to pastors:
  1. Treasure people who will pray for you every day. 
  2. Keep up your spiritual reading. 
  3. Trust the sovereignty of God in your life. 
  4. Be an early riser and a time miser. Use little gaps to best advantage. 
  5. Always have a little more than you can comfortably cope with. 
  6. Be willing to step out and do something for which you feel inadequate. 
  7. Never lose the desire to grow. On retirement, the Lord has something better. 
  8. Watch you attitude toward failure. 
  9. Accept the disciplines of God. Suffering tempers us all. 
  10. Don't let finance play a big part in your decisions. 
  11. As a pastor, limit your counseling and major on the Word of God and prayer. Keep up your study of the Word. Don't neglect the Old Testament. 
  12. Minister in the power of the Holy Spirit. The secret of the fullness of the Holy Spirit is a yielded life.

THINK BIG. START SMALL. GO DEEP.

Best Blogger Tips

Damai Sejahtera


Damai Sejahtera

Posted: 31 May 2014 05:49 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yohanes 14:15-31; 20:19-23 

Hidup  orang Kristen sejati ditandai dengan adanya buah Roh. Dalam Galatia 5:22-23, Paulus menjelaskan tentang buah Roh, yang disebutkannya adalah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Seumpama pohon dengan buahnya, kita dapat mengelompokkan sembilan kata ini ke dalam tiga tandan buah. Tanda pertama terdiri dari kasih, sukacita dan damai sejahtera. Hal ini berbicara tentang relasi kita dengan Allah. Tandan kedua terdiri dari kesabaran, kemurahan dan kebaikan. Ini berbicara tentang relasi kita dengan sesama. Tandan yang terakhir adalah kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Yang terakhir ini berbicara tentang relasi kita dengan diri sendiri. Dua hari berturut-turut kita sudah merenungkan kasih dan sukacita. Sekarang kita akan merenungkan tentang sifat ketiga dari tandan pertama buah Roh, yaitu damai sejahtera.

Damai sejahtera yang sejati terjadi ketika kita diperdamaikan dengan Allah melalui perantaraan Kristus, sehingga kita bisa berdamai dengan orang lain dan dengan diri sendiri. Sebelum mati disalibkan Yesus berbicara tentang damai sejahtera dan setelah bangkit, Yesus berbicara pula tentang topik damai sejahtera (Yohanes 14:26-27, 20:19, 21). Damai sejahtera yang dimaksud oleh Yesus adalah pemberian-Nya yang berbeda dengan pengertian dunia. Kita sudah dimeteraikan Roh Kudus menjadi anak-anak Allah. Itu sebabnya kita tidak perlu merasa gelisah pada waktu menghadapi kesulitan. Damai sejahtera yang stabil tidak akan terpengaruh oleh kekuatiran. Terlalu mudah gelisah, kuatir, cemas, takut dan merasa tidak ada jalan lain, menyatakan tidak adanya damai sejahtera dalam hati kita. Ini merupakan tanda bahaya untuk manusia yang hidup dalam zaman modern, hidup yang makin lama makin tegang. Damai sejahtera yang sesungguhnya tidak dipengaruhi oleh ancaman dan kesulitan apapun dari luar.  Maukah kita memiliki damai sejahtera seperti ini? [JS]

Yohanes 14:27
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Sunday, 1 June 2014

KASIH YANG SEMPURNA MELENYAPKAN KETAKUTAN


KASIH YANG SEMPURNA MELENYAPKAN KETAKUTAN

Posted: 31 May 2014 04:00 PM PDT

1 Yohanes 4:18a Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.

Pada dasarnya banyak orang ketakutan di dalam hidupnya karena tidak mengerti tentang kasih yang sempurna. Anda tentu tahu kasih yang sempurna yang dimaksud oleh ayat renungan hari ini, yaitu kasih Bapa Sorgawi yang dinyatakan di dalam pengorbanan YESUS. Dikatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan," artinya saat seseorang merasakan ketakutan, dia tidak sedang di dalam kasih.

Teman, ayat di atas secara sederhana mengatakan Anda perlu menyadari kasih Bapa terhadap diri Anda, supaya Anda tidak hidup dari satu ketakutan kepada ketakutan yang lain. Sungguh aneh jika melihat orang percaya, yang memiliki TUHAN yang hidup, selalu merasakan kuatir dan ketakukan setiap kali ada masalah yang menimpa. Kalau Anda tahu Bapa Sorgawi mengasihi Anda, maka Anda tidak akan hidup di dalam ketakutan. Sebaliknya, Anda akan maju menghadapi segala masalah tersebut, karena Anda tahu ada Seorang Pribadi yang luar biasa yang selalu bersama Anda.

Anda bisa bayangkan jika sepanjang hari Anda dikawal oleh 20 bodyguard, kira-kira apakah Anda akan ketakutan jika ada orang yang mendekati untuk mengambil dompet Anda? Tentu saja tidak! Tuhan lebih dari sekadar 20 atau 100 bodyguard, DIA adalah Pencipta Alam Semesta ini dan DIA menjaga hidup Anda 24 jam setiap hari. DIA tidak pernah tertidur dan mataNYA selalu tertuju kepada Anda. Apa alasan TUHAN Semesta Alam menjaga Anda? Tentu saja karena Anda adalah anak kesayanganNYA. Sama seperti orangtua yang selalu memperhatikan anak-anaknya sepanjang hari. Tidak peduli sesibuk apa sang ayah atau sang ibu, pandangan mereka tidak akan lepas dari anak-anaknya. Jika mendengar bunyi "gedebuuk", tidak perlu aba-aba, sang ayah atau sang ibu akan bangkit dan berlari sekuat tenaga memastikan sang anak tidak dalam bahaya. Bukankah Bapa Sorgawi menjaga kita jauh melebihi siapa pun di dunia ini? Ya, Anda tidak perlu hidup di dalam ketakutan, ketahuilah Bapa Sorgawi mengasihi Anda dan setia menjaga dan memelihara Anda. Bahkan ketika Anda tertidur, DIA tetap berjaga-jaga dan memastikan Anda tertidur dengan lelap. (penulis: @mistermuryadi)

KEKUATAN SOLIDARITAS


KEKUATAN SOLIDARITAS

Posted: 31 May 2014 10:00 AM PDT

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 5:17-26

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. (Lukas 5:18)

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 1-2

Tidak dulu tidak sekarang, orang mendambakan kesehatan. Ketika mendengar ada orang yang dianggap bisa melakukan penyembuhan, orang sakit pun berbondong-bondong meminta pertolongannya. Saya juga ingat bagaimana ibu berjuang demi kesembuhan anak bungsunya. Ia rela berjalan jauh, melewati ganasnya ombak laut dengan perahu, demi menemui orang yang dianggap sebagai penyembuh.

Keempat orang yang menolong temannya yang lumpuh itu juga memiliki keyakinan serupa pada Yesus. Sayangnya, pintu rumah tempat Yesus berada telah tertutup karena berjejalnya banyak orang. Tidak ada jalan bagi keempat orang itu untuk membawa temannya yang sakit kepada Yesus. Di sinilah keharuan berawal. Ketika tersadar akan jalan buntu itu, mereka mengambil jalan lain yang tidak terduga. Lewat atap! Entah bagaimana caranya, ternyata mereka berhasil membawa naik teman yang lumpuh itu beserta dengan tempat tidurnya. Atap pun dibuka dan mereka berhasil menurunkan teman yang sakit itu tepat di depan Yesus. Solidaritas empat orang yang digerakkan oleh iman ini telah mencuri hati Yesus (ay. 20).

Memiliki keyakinan besar bahwa Yesus adalah penyembuh sungguh patut diteladani. Tetapi, ada sisi lain yang sangat indah dan layak direnungkan, yaitu kerelaan hati dan usaha keras tanpa menyerah untuk membawa teman yang lumpuh itu kepada Yesus. Inilah bukti iman kristiani: ketika kita memiliki kerelaan hati untuk peduli akan kebutuhan orang lain dan mengarahkannya kepada Yesus, Sumber Jawaban itu.—SYS

IMAN DAPAT DIWUJUDKAN DALAM SOLIDARITAS UNTUK MENDAMPINGI ORANG LAIN
SAMPAI IA MENDAPATKAN JAWABAN DARI YESUS


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

Seri RUT: Pribadi Yang Setia


Seri RUT: Pribadi Yang Setia

Posted: 31 May 2014 11:00 AM PDT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Juni 2014

Baca:  Rut 1:1-22

"Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"  Rut 1:17

Rut dicatat Alkitab dalam silsilah Yesus Kristus  (baca  Matius 1-16), artinya Rut menjadi wanita yang terhormat dan dipilih Tuhan.  Secara latar belakang Rut berasal dari suku Moab, suku yang sesungguhnya dikutuk Tuhan, karena lahir dari hubungan terlarang antara Lot dengan kedua puterinya.  Dari hubungan Lot dengan putri pertama lahirlah suku Moab, sedangkan dari putri yang satunya lagi lahirnya suku Amon.

     Rut menikah dengan anak laki-laki dari Naomi dan Elimelekh yaitu Mahlon, yang artinya kecil, mungil.  Sedangkan anak Naomi lainnya, Kilyon, yang berarti tidak sehat, menikah dengan Orpa.  Setelah sepuluh tahun berjalan, kedua anak Naomi itu pun meninggal.  Tinggallah Naomi hidup bersama kedua menantunya itu karena suaminya  (Elimelekh)  juga sudah meninggal.  Karena itu Naomi memerintahkan kedua menantunya untuk pulang saja ke daerah asalnya,  "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;"  (Rut 1:8).  Kedua menantunya itu menolak untuk pergi.  Namun belakangan hati Orpa luluh juga sehingga ia berpamitan untuk kembali ke daerah asalnya.  Sementara hati Rut tetap berpaut pada mertuanya itu.  Meski ditantang sampai tiga kembali ke daerah asalnya ia bersikeras untuk tetap tinggal bersama Naomi,  "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan."  (Rut 1:16-17a).

     Sekalipun kondisi sangat tidak berpihak, Rut tetap setia dan mengasihi mertuanya.  Ia rela tinggal di mana pun Naomi tinggal untuk memulai kehidupan baru bersama dengannya.  Kesetiaan Rut tidak berubah meski di tengah masalah!

Hidup Rut diberkati dan beroleh peninggian dari Tuhan karena ia seorang yang setia, taat dan punya kerendahan hati!

KASIH BAPA TIDAK DIPENGARUHI PERBUATAN ANDA


KASIH BAPA TIDAK DIPENGARUHI PERBUATAN ANDA

Posted: 30 May 2014 04:00 PM PDT

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

"Kalau saya berbuat baik, saya akan mendapatkan yang baik dari TUHAN, dan jika saya berbuat jahat, Tuhan akan mengijinkan yang buruk kepada saya." Anda pernah mendengar seseorang mengatakan ini kepada Anda? Jika tidak, mungkin Anda pernah mendengar yang satu ini, "Tuhan mengasihi orang-orang yang hidup benar dan membenci mereka yang hidup jatuh bangun di dalam dosa"?

Saya teringat cerita seorang saudara saya pada saat menantikan kelahiran bayi pertamanya. Saat si jabang bayi berusia tujuh bulan, dia sudah mempersiapkan kaos kaki untuk anaknya sebanyak lima lusin, tempat tidur si calon anak sudah penuh dengan mainan, bahkan kamar yang nanti akan ditempati sang anak sudah didekor sangat indah. Lihat, sang anak sama sekali belum berjasa apa pun kepada orangtuanya, bahkan belum lahir, tapi orangtua sang anak sudah menyatakan kasihnya dan mempersiapkan yang terbaik bagi sang anak. Tidakkah Anda berpikir bahwa Bapa Sorgawi mengasihi Anda dan saya jauh lebih baik dari orangtua di dunia ini?

Teman, kasih Bapa Sorgawi kepada kita tidak dipengaruhi sama sekali oleh perbuatan kita. Tidak peduli Anda seorang yang sangat dermawan ataupun pelit, DIA tetap mengasihi Anda. Tidak peduli Anda pernah menginjili satu juta orang atau pun tidak sama sekali, DIA tetap mengasihi Anda. KasihNYA kepada Anda tidak ditentukan oleh apa yang Anda lakukan. Lihatlah ayat di atas. Bapa menunjukkan kasihNYA kepada kita bukan pada saat kita sungguh-sungguh melayani DIA, melainkan pada saat kita masih berdosa.

Bahkan orangtua yang mengasihi anaknya tidak akan mengasihi anaknya hanya pada saat sang anak berprestasi atau pun pada saat sang anak menuruti kemauan orangtuanya. Orangtua akan mengasihi anak-anaknya sepenuh hati, artinya tidak masalah sang anak berbuat salah atau pun berbuat baik, mereka akan tetap mengasihi sang anak apa adanya. Jika Anda memiliki dua orang anak, yang satu nakal dan nilai di sekolahnya jelek, sedangkan yang satu lagi penurut dan selalu juara kelas. Kira-kira anak yang mana yang Anda beri makanan, tempat tidur, uang jajan, peralatan sekolah, dan lain sebagainya? Tentu saja kedua anak tersebut Anda penuhi kebutuhannya, bukan? Bahkan saat Anda pergi berlibur, keduanya akan Anda ajak pergi. Bukankah kasih Bapa kita di Sorga jauh lebih sempurna dari kasih manusia di dunia ini?

Teman, Anda perlu menyadari betapa Bapa Sorgawi mengasihi Anda dan kasihNYA tidak dipengaruhi oleh perbuatan Anda. Tidak ada yang dapat Anda lakukan yang akan membuat DIA tidak mengasihi Anda, begitu juga tidak ada yang dapat Anda lakukan yang dapat membuat DIA lebih mengasihi Anda. KasihNYA kepada Anda sempurna. DIA mengasihi Anda bukan karena Anda baik, melainkan karena Anda adalah anak-anak kesayanganNYA. (penulis: @mistermuryadi)

Upah kita besar di surga


Upah kita besar di surga

Posted: 30 May 2014 04:01 PM PDT

Posted on by Saat Teduh

Baca: 2 Tawarikh 15:7 <Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!>

Ketika TUHAN menciptakan manusia, Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dengan maksud agar manusia hidup di dunia bisa bekerja & berkarya bagi kemuliaan nama-Nya serta menjadi berkat bagi sesama.

Selama nafas masih ada dikandung badan, marilah kita berusaha untuk selalu melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan kehendak-Nya.

Tidak usah memusingkan diri dengan pujian & penghargaan, sekalipun hal-hal baik yang kita lakukan tidak dilihat dan tidak dihargai oleh orang lain, kita tetap melakukannya!

Karena TUHAN tidak pernah menutup mata, Dia akan menghargai dan memberi upah besar kepada orang-orang yang tekun melakukan kebaikan serta setia menjalankan tugas & pelayanan-Nya.

“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes