Tuesday, 31 December 2013

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

Percaya, bukan sekadar heboh


Percaya, bukan sekadar heboh

Posted: 29 Dec 2013 03:26 PM PST

Posted on by Saat Teduh

Baca: Yohanes 2:1-11

Kualitas mampu menarik perhatian orang lain sebanyak mungkin kerap diagung-agungkan sebagian orang. Entah lewat pemugaran wajah dan tubuh agar lebih 'sempurna', pamer kehebatan benda milik pribadi, keahlian bela diri, atau bahkan kesaktian ilmu hitam, semuanya jadi arsenal pamungkas di dalam mengundang decak kagum sekaligus meningkatkan pamor pribadi di mata orang lain.Orang lain itu tak perlu berkenalan, apalagi bersahabat. Yang penting diri sendiri dianggap punya kelebihan. Titik. 

Yesus tak butuh perhatian seperti itu. Di nas yang kita baca ini, Ia melakukan tanda pertama-Nya di dalam Injil Yohanes dengan cara fantastis. Pertama-tama, ibu Yesus berinisiatif memberitahukan kepada Yesus suatu kondisi yang berpotensi mempermalukan si tuan rumah (3). Ia juga mempersiapkan para pelayan untuk menuruti apa pun perintah Yesus (5). Namun Yesus pun menegaskan bahwa inisiatif terakhir terletak di tangan-Nya; saat atau waktu penderitaan Yesus belum tiba (4; bdk. Yoh. 7:6-9), tetapi pada saat yang sama itu juga Yesus menyatakan kemuliaan-Nya (11). Mukjizat fantastis ini dilakukan tanpa jampi-jampi ataupun manipulasi langsung pada cawan-cawan air itu, tetapi hanya melalui dua perintah kepada para pelayan (7-8). Dari sekian banyak tokoh yang terlibat di dalam mukjizat ini, hanya respons dari dua tokoh yang ditunjukkan di sini: respons si pemimpin pesta yang menegaskan bahwa air tersebut memang telah berubah menjadi anggur kualitas terbaik (9-10), dan yang terutama, respons para murid yang menjadi percaya kepada-Nya (11). Respons terakhir inilah yang digarisbawahi oleh Injil ini, dan bukan sekadar kekaguman serta pujian hadirin di pesta itu.

Respons para murid ini mesti kita teladani sebagai murid-murid masa kini. Segala karya Tuhan bukanlah hak yang bisa kita tuntut kapan pun kita mau, tetapi justru panggilan untuk makin percaya kepada Dia di dalam rencana dan kuasa-Nya, apa pun itu. Dan sikap percaya itu mesti mewujud di dalam ketaatan, karena dengan menaati-Nya, kita menunjukkan keyakinan kita bahwa semua rencana-Nya niscaya terlaksana.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Penuh kemenangan

Posted: 29 Dec 2013 03:24 PM PST

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini: Efesus 6

Orang percaya yang telah menerima segala kekayaan kasih karunia Kristus seharusnya hidup dengan penuh kemenangan.  Orang percaya seharusnya hidup dengan penuh kemenangan karena mereka memiliki perlengkapan senjata Allah yang mampu mengalahkan semua tantangan dan rintangan yang ada dalam kehidupan.

Dalam 6:10-20, Paulus menggambarkan orang percaya sebagai prajurit yang siap untuk berperang karena telah diperlengkapi dengan seluruh senjata rohani. Orang percaya harus selalu siap menghadapi tiga musuh utama, yaitu dunia, daging, dan iblis (bandingkan dengan Efesus 2:1-3). Dunia berkaitan dengan segala sistem yang melawan Allah yang ada di sekitar kita. Daging berhubungan dengan manusia lama kita yang tidak dapat menyenangkan Allah karena penuh dengan dosa dan segala keinginan yang menyesatkan. Si Iblis memang sudah menjadi musuh Allah dan musuh orang percaya. Secara terang-terangan, Iblis berusaha membawa orang percaya untuk selalu hidup menjauhi Allah. Dengan segala tipu muslihatnya, Iblis akan berusaha untuk membawa orang percaya masuk dalam perangkapnya sehingga tidak bisa lagi hidup sebagai anak-anak terang.

Setiap saat, orang percaya harus waspada serta mengenakan ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera, perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang Roh (yaitu firman Allah), sehingga orang percaya dapat hidup berkemenangan sepanjang waktu!  Dengan kekuatan sendiri, mustahil orang percaya dapat memenangkan peperangan rohani ini! Bersandarlah kepada Kristus dalam iman dan doa serta kenakanlah seluruh perlengkapan senjata rohani agar kehidupan Anda bisa penuh dengan kemenangan! [MS]

Efesus 6:11
"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis."

Monday, 30 December 2013

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :
Creation by Word
Genesis 1 and 2
In the beginning God created everything that exists. He made Adam and Eve and placed them in the garden of Eden. God spoke to them and gave them certain tasks in the world. For food he allowed them the fruit of all the trees in the garden except one. He warned them that they would die if they ate of that one tree.
The Fall
Genesis 3
The snake persuaded Eve to disobey God and to eat the forbidden fruit. She gave some to Adam and he ate also. Then God spoke to them in judgment, and sent them out of the garden into a world that came under the same judgment.
First Revelation of Redemption
Genesis 4-11
Outside Eden, Cain and Abel were born to Adam and eve. Cain murdered Abel and Eve bore another son, Seth. Eventually the human race became so wicked that God determined to destroy every living thing with a flood. Noah and his family were saved by building a great boat at God’s command. The human race began again with Noah and his three sons with their families. Sometime after the flood a still unified human race attempted a godless act to assert its power in the building of a high tower. God thwarted these plans by scattering the people and confusing their language.
Abraham Our Father
Genesis 12-50
Sometime in the early second millennium BC God called Abraham out of Mesopotamia to Canaan. He promised to give this land to Abraham’s descendants and to bless them as his people. Abraham went, and many years later he had a son, Isaac. Isaac in rum had two sons, Esau and Jacob. The promises of God were established with Jacob and his descendants. He had twelve sons, and in time they all went to live in Egypt because of famine in Canaan.
Exodus: Our Pattern of Redemption
Exodus 1-15
In time the descendants of Jacob living in Egypt multiplied to become a very large number of people. The Egyptians no longer regarded them with friendliness and made them slaves. God appointed Moses to be the one who would lead Israel out of Egypt to the promised land of Canaan. When the moment came for Moses to demand the freedom of his people, the Pharaoh refused to let them go. Though Moses worked ten miracle-plagues which brought hardship, destruction, and death to the Egyptians. Finally, Pharaoh let Israel go, but then pursued them and trapped them at the Red Sea (or Sea of Reeds). The God opened a way in the sea for Israel to cross on dry land, but closed the water over the Egyptian army, destroying it.
New Life: Gift and Task
Exodus 16-40; Leviticus
After their release from Egypt, Moses led the Israelites to Mount Sinai. There God gave them his law which they were commanded to keep. At one point Moses held a covenant renewal ceremony in which the covenant arrangement was sealed in blood. However, while Moses was away on the mountain, the people persuaded Aaron to fashion a golden calf. Thus they showed their inclination to forsake the covenant and to engage in idolatry. God also commanded the building of the tabernacle and gave all the rules of sacrificial worship by which Israel might approach him.
The Temptation in the Wilderness
Numbers; Deuteronomy
After giving the law to the Israelites at Sinai, God directed them to go in and take possession of the promised land. Fearing the inhabitants of Canaan, they refused to do so, thus showing lack of confidence in the promises of God. The whole adult generation that had come out of Egypt, with the exception of Joshua and Caleb, was condemned to wander and die in the desert. Israel was forbidden to dispossess its kinsfolk, the nation of Edom, Moab, and Ammon, but was given victory over other nations that opposed it. Finally, forty years after leaving Egypt, Israel arrived in the Moabite territory on the east side of the Jordan. Here Moses prepared the people for their possession of Canaan, and commissioned Joshua as their new leader.
Into the Good Land
Joshua; Judges; Ruth
Under Joshua’s leadership the Israelites crossed the Jordan and began the task of driving out the inhabitants of Canaan. After the conquest the land was divided between the tribes, each being allotted its own region. Only the tribe of Levi was without an inheritance of land because of its special priestly relationship to God. There remained pockets of Canaanites in the land and, from time to time, these threatened Israel’s hold on their new possession. From the one-man leaderships of Moses and Joshua, the nation moved into a period of relative instability during which judges exercised some measure of control over the affairs of the people.
God’s Rule in God’s Land
1 and 2 Samuel; 1 Kings 1-10; 1 Chronicles; 2 Chronicles 1-9
Samuel became judge and prophet in all Israel at a time when the Philistines threatened the freedom of the nation. An earlier movement for kingship was received and the demand put to a reluctant Samuel. The first king, Saul, had a promising start to his reign but eventually showed himself unsuitable as the ruler of the covenant people. While Saul still reigned, David was anointed to succeed him. Because of Saul’s jealousy David became an outcast, but when Saul died in battle David returned and became king (about 1000 BC). Due to his success Israel became a powerful and stable nation. He established a central sanctuary at Jerusalem, and created a professional bureaucracy and permanent army. David’s son Solomon succeeded him (about 961 BC) and the prosperity of Israel continued. The building of the temple at Jerusalem was one of Solomon’s most notable achievements.
The Fading Shadow
1 Kings 11-22; 2 Kings
Solomon allowed political considerations and personal ambitions to sour his relationship with God, and this in turn had a bad effect on the life of Israel. Solomon’s son began an oppressive rule which led to the rebellion of the northern tribes and the division of the kingdom. Although there were some political and religious high points, both kingdoms went into decline, A new breed of prophets warned against the direction of national life, but matters went from bad to worse. In 722 BC the northern kingdom of Israel fell to the power of the Assyrian empire. Then, in 586 BC the southern kingdom of Judah was devastated by the Babylonians. Jerusalem and its temple were destroyed, and a large part of the population was deported to Babylon.
There Is a New Creation
Jeremiah; Ezekiel; Daniel; Esther
The prophets of Israel warned of the doom that would befall the nation. When the first exiles were taken to Babylon in 597 BC, Ezekiel was among them. Both prophets ministered to the exiles. Life for the Jews (the people of Judah) in Babylon was not all bad, and in time many prospered. The books of Jeremiah and Ezekiel indicate a certain normality to the experience, while Daniel and Esther highlight some of the difficulties and suffering experienced in an alien and oppressive culture.
The Second Exodus
Ezra; Nehemiah; Haggai
In 539 BC Babylon fell to the Medo-Persian empire. The following year, Cyrus the king allowed the Jews to return home and to set up a Jewish state within the Persian empire. Great difficulty was experienced in re-establishing the nation. There was local opposition to the rebuilding of Jerusalem and the temple. Many of the Jews did not return but stayed on in the land of their exile. In the latter part of the fourth century BC, Alexander the Great conquered the Persian empire. The Jews entered a long and difficult period in which Greek culture and religion challenged their trust in God’s covenant promises. In 63 BC Pompey conquered Palestine and the Jews found themselves a province of the Roman empire.
The New Creation for Us
Matthew; Mark; Luke; John
The province of Judea, the homeland of the Jews, came under Roman rule in 63 BC. During the reign of Caesar Augustus, Jesus was born at Bethlehem, probably about the year 4 BC. John, known as the Baptist, prepared the way for the ministry of Jesus. This ministry of preaching, teaching, and healing began with Jesus’ baptism and lasted about three years. Growing conflict with the Jews and their religious leaders led eventually to Jesus being sentenced to death by the Roman governor, Pontius Pilate. He was executed by the Romans just outside Jerusalem, but rose from death two days afterward and appealed to his followers on a number of occasions. After a period with them, Jesus was taken up to heaven.
The New Creation in Us Initiated
Acts
After Jesus had ascended, his disciples waited in Jerusalem. On the day of Pentecost the Holy Spirit came upon them and they began the task of proclaiming Jesus. As the missionary implications of the gospel became clearer to the first Christians, the local proclamation was extended to world evangelization. The apostle Paul took the gospel to Asia Minor and Greece, establishing many churches as he went. Eventually a church flourished at the heart of the empire of Rome.
The New Creation in Us Now
New Testament Epistles
As the gospel made inroads into pagan societies it encountered many philosophies and non-Christian ideas which challenged the apostolic message. The New Testament epistles shows that the kind of pressures to adopt pagan ideas that had existed for the people of God in Old Testament times were also a constant threat to the churches. The real danger to Christian teaching was not so much in direct attacks upon it, but rather in the subtle distortion of Christian ideas. Among the troublemakers were the Judaizers who added Jewish law-keeping to the gospel. The Gnostics also undermined the gospel with elements of Greek philosophy and religion.
The New Creation Consummated
The New Testament
God is Lord over history and therefore, when he so desires, he can cause the events of the future to be recorded. All section of the New Testament contain references to things which have not yet happened, the most significant being the return of Christ and the consummation of the kingdom of God. No clues to the actual chronology are given, but it is certain that Christ will return to judge the living and the dead. The old creation will be undone and the new creation will take its place.
Taken from According to Plan: The Unfolding Revelation of God in the Bible by Graeme Goldsworthy. Copyright(c) Graeme Goldsworthy 1991.
Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

BUKTI KASIH TUHAN


BUKTI KASIH TUHAN

Posted: 29 Dec 2013 03:00 PM PST

30 Dec

Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Apa tanda seseorang  mengasihi? Orang tersebut akan memberikan sesuatu bagi orang yang dia kasihi. Jika Anda sedang jatuh cinta kepada seseorang, pasti uang bukanlah masalah bagi Anda. Yang Anda pikirkan saat Anda ingin memberikan dia sesuatu hanyalah apakah hal tersebut akan membuatnya senang atau tidak. Memberi merupakan tanda mengasihi. Itu yang TUHAN lakukan terhadap Anda dan saya. DIA begitu mengasihi kita sehingga DIA rela memberikan Yesus, anakNYA yang tunggal. Hari itu Sorga dibuat "bangkrut", karena 'harta' yang paling berharga di Sorga, yaitu YESUS, diberikan bagi Anda dan saya.

Teman, Tuhan tidak mengehendaki manusia binasa dan masuk ke dalam api neraka. DIA ingin semua manusia selamat dan menerima kehidupan kekal. Apakah Anda menyadari bahwa Tuhan mengasihi Anda lebih daripada apa pun? Apakah Anda menyadari bahwa kematian YESUS di kayu salib merupakan bukti DIA mengasihi manusia? Saya sudah cukup lelah menjelaskan kepada orang-orang yang datang kepada saya dan bertanya, "Kenapa TUHAN mengijinkan sakit penyakit atau kecelakaan di dalam hidup saya?" Padahal jika kita tahu bahwa iblislah sumber segala yang jahat dan TUHAN adalah sumber segala yang baik. Jika hari ini Anda masih meragukan kasihNYA yang begitu besar bagi Anda, mari kembali mengingat apa YESUS lakukan bagi Anda di atas kayu salib. YESUS menanggung segala yang terburuk hari itu, segala dosa, hukuman, kutuk, dan sakit penyakit kita, supaya hari ini kita dapat hidup dengan segala yang terbaik, dalam kesehatan, berkat, kesembuhan, dan kasih karunia yang melimpah. Saya percaya SALIB adalah bukti yang lebih dari cukup untuk membungkam mulut-mulut yang selalu bertanya, "Mengapa TUHAN mengijinkan hal buruk ini terjadi di dalam hidup saya?" (penulis: @mistermuryadi)

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :
1: "Apakah yg PALING TAJAM di dunia ini?
Umatnya mjawab dgn serentak "Pedang"
Jawab Tuhan yg paling tajam adalah "lidah
manusia" karena melalui lidah, manusia dengan
mudahnya memfitnah orang lain, menyakiti
hati,melukai perasaan org, dll.

2: Apa yg PALING JAUH dr diri kta di dunia ini?
Ada yg menjawab: "Antartika, bulan, matahari".
Jawab Tuhan yg paling benar adalah “masa lalu",
Siapa pun, bagaimana pun & betapa pun kayanya
kita,tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.
Sebab itu kita hrs menjaga hr ini & hari2 yang
akan datang.

3: Apa yg PALING BESAR di dunia ini?
Ada yg mjawab "gunung, bumi, matahari".
Jawab Tuhan: Yg plg besar dr yg ada di dunia ini
adalah "nafsu".
Banyak manusia mejadi celaka krn menuruti
hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi
mewujudkan impian nafsu duniawi. Krn itu kita
hrs hati2 dgn hawa nafsu tsb.

4: "Apa yg PALING BERAT di dunia ini?".
Ada yg mjawab: "baja, besi, gajah",
Jawab Tuhan: Yang paling berat adalah
"berjanji". Hal yg gampang diucapkan tp sulit
dlakukan.

5: "Apa yg PALING RINGAN di dunia ini?"
Ada yg mjawab "kapas, angin, debu, daun"
Jawab Tuhan: Yang paling ringan di dunia ini
adalah "Melupakan Ku & Meninggalkan Ku ".

6: Apa yg PALING DEKAT dgn diri kita di dunia
ini?
Ada yg mjawab: "orang tua, sahabat, teman,
krabatnya".
Jawab Tuhan: Yang paling dekat dengan kita
adalah "KEMATIAN".
Sebab kematian adalah PASTI adanya & tiap detik
bisa terjadi.

Tuhan Yesus memberkati.

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

Ketika Tuhan Mengajarkan untuk Bersyukur


Ketika Tuhan Mengajarkan untuk Bersyukur

Posted: 29 Dec 2013 08:32 PM PST

Ketika Tuhan Mengajarkan untuk Bersyukur

Ketika Tuhan Mengajarkan untuk Bersyukur

Banyak orang yang merasa tidak mampu untuk mengucap syukur. Mereka merasa masih banyak hal yang belum bisa mereka capai dan juga mereka merasa selalu hidup dalam kekurangan. Tidak heran jika meraka juga kerap berkeluh kesah akan kehidupannya.

Tuhan telah mengajarkan banyak hal tentang pentingnya mengucap syukur dalam sebuah kehidupan. Saya pernah membaca koran dan juga artikel tentang bagaimana anak-anak kecil dipaksa untuk bekerja oleh oang tuanya. Anak-anak itu harus mau mengemis saat panas atau pun hujan. Bahkan di India, ada juga anak-anak yang sengaja dilukai/dibikin cacat tubuh oleh orang tuanya agar mereka mendapat belas kasihan dari banyak orang. Banyak orang yang kelaparan dan juga anak-anak yang mati karena kurangnya asupan gizi.

Masihkah kita tidak bersyukur dengan apa yang telah ada pada diri kita saat ini? Masihkah kita mengeluhkan tentang pekerjaan? Masihkah kita mengeluhkan karena makanan? Masihkah kita mengeluh ketika harus belajar setiap hari?

Jangan pernah hidup hanya dengan memandang kekurangan pada diri sendiri, namun cobalah untuk bisa melihat kekurangan orang lain. Kita harus bisa melihat kehidupan orang-orang yang kekurangan agar kita bisa bersyukur. Hidup itu indah jika kita tahu bagaimana cara untuk mengucap syukur.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Mazmur 42:6

Ketika Tuhan Mengajarkan untuk Bersyukur is a post from: Renungan Harian Kristen

Sepasang Sepatu

Posted: 28 Dec 2013 06:27 PM PST

Sepasang Sepatu

Sepasang Sepatu

Segerombolan orang mulai menaiki bus, namun ada seorang kakek yang hampir saja terlambat dan ketinggalan bus tersebut. Karena menaiki bus dengan tergesa, maka salah satu sepatu kakek itu terjatuh sehingga ia membiarkan salah satu sepatunya tertinggal di jalanan.

Tidak lama kemudian sang kakek melepas sepatunya lalu melemparkannya ke luar jendela. Beberapa orang memandang dengan wajah keheranan ke arah kakek itu.

“Mengapa kakek membuang sepatu yang satunya?”

“Satu sepatu yang hanya melekat itu tidak akan berguna. Aku harus melepaskan yang lainnya dan membuangnya sehingga bisa berguna bagi orang yang menemukannya.”

Mungkin kita merupakan salah satu orang yang sangat sulit untuk “melepaskan” sesuatu. Kita sulit untuk melepaskan pengampunan karena seseorang yang telah menyakiti kita. Kita mungkin juga sangat sulit untuk bisa melepaskan berkat bagi orang lain.

Ketika kita tidak bisa melepaskan pengampunan, maka sesungguhnya itu merupakan hal yang tidak berguna bagi kehidupan kita. Dendam dan kekecewaan hanya akan menjadi batu sandungan terhadap hubungan kita dengan sesama, terlebih lagi dengan Tuhan.

Demikian juga ketika kita tidak bisa melepaskan berkat bagi sesama. Karena apa yang kita lepaskan di bumi akan terlepas juga di surga. Saat kita melepaskan pengampunan, maka Tuhan juga akan melepaskan pengampunan-Nya untuk kita. Dan saat kita melepaskan berkat untuk orang lain, maka Tuhan juga akan melepaskan berkat-Nya kepada kita.

Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

Yesaya 44:3

Sepasang Sepatu is a post from: Renungan Harian Kristen

Hidupku adalah Milik Tuhan

Posted: 27 Dec 2013 05:59 PM PST

Hidupku adalah Milik Tuhan

Hidupku adalah Milik Tuhan

Ada seorang gadis kecil yang bernama Maria. Dia berasal dari keluarga yang diberkati Tuhan dan hidupnya pun tanpa beban. Namun setelah dokter melakukan pemerikaan terhadap tubuhnya, Maria dan kedua orang tuanya sangat terpukul ketika mendapati sel kanker itu telah menggerogoti tubuhnya.

Orang tua Maria sangat putus asa, dan Maria pun sempat protes kepada Tuhan akan keadaan yang telah menimpa dirinya saat ini. Maria pun kembali ke kamarnya dan merenungan tentang maksud Tuhan di dalam hidupnya. Dia pun mulai berkata kepada kedua orang tuanya :

“Aku adalah milik Tuhan, demikian juga tubuh yang saat ini Tuhan ijinkan mengalami kelemahan. Aku tidak akan pernah takut dengan penyakit, dan aku juga tidak takut jika nantinya kakiku harus diamputasi dan rambutku botak karena kemoterapi. Yang aku tahu adalah Tuhan Yesus akan selalu ada bersamaku dan Dia tidak akan pernah meninggalkanku, apapun keadaan yang akan menimpaku nantinya.”

Maria dengan satu kaki dan kepala botak berani bersaksi akan kemurahan Tuhan dalam hidupnya dan dia pun membreikan motivasi bagi anak-anak penderita kanker dan juga anak-anak cacat. Maria saat ini merasa lebih berguna dan merasa dipakai oleh Tuhan secara luar biasa dibandingkan dengan hidupnya yang dulu.

Tuhan selalu mempunyai maksud baik terhadap kehidupan kita. Kita tidak berhak untuk mengatur apa saja yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Yang bsa kita lakukan adalah bersyukur dan melakukan yang terbaik selama kita hidup.

Kita ini adalah milik Tuhan dan Tuhan yang berkuasa penuh atas kehidupan kita. Mungkin dokter boleh mengatakan bahwa kita akan mati, namun Tuhan yang akan memberikan kita umur panjang. Mungkin rekan kerja kita mengatakan bahwa kita akan bangkrut, namun Tuhan yang berkuasa untuk memberkati. Mungkin orang lain mengatakan bahwa kita tidak berguna, namun Tuhan akan memakai kita sebagai alat-Nya yang luar biasa.

Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.

Mazmur 138:7

Hidupku adalah Milik Tuhan is a post from: Renungan Harian Kristen

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

BERPERAN SEBAGAI PENDOSA


BERPERAN SEBAGAI PENDOSA

Posted: 29 Dec 2013 09:00 AM PST

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Roma 6:1-14

Sebab itu, hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6:12)

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 19-20

Daniel Day-Lewis sangat berdedikasi dalam menghayati perannya. Ia memegang rekor tiga kali meraih Oscar sebagai aktor terbaik. Salah satunya ketika menjadi Christy Brown, pemuda lumpuh dalam My Left Foot. Sepanjang pembuatan film itu, ia bersikap seperti penderita lumpuh. Awak film sampai jengkel karena harus membopongnya berpindah-pindah lokasi syuting. Tentu saja, setelah syuting usai, ia kembali menjadi Daniel Day-Lewis. Sungguh ganjil jika ia terus berperilaku sebagai Christy Brown.

Ketika kita menerima penebusan Kristus, kita tidak lagi dikuasai dosa. Kita "mati terhadap dosa" (ay. 2, 11) dan menerima hidup baru bersama dengan Dia (ay. 4, 8). Sebagai manusia baru, kita dipanggil untuk hidup bagi Allah sebagai hamba kebenaran. Namun, kita masih dapat menggunakan anggota tubuh kita untuk "berperan" sebagai orang berdosa, menghambakan diri lagi kepada dosa. Paulus mengingatkan kita agar menjauhi hal itu. Menariknya, ia menggunakan istilah "keinginannya" (ay. 12)—atau keinginan dosa—bukan "keinginanmu". Ia menunjukkan bahwa dosa itu seperti makhluk asing, penyusup, semacam parasit yang merongrong kehidupan orang percaya.

Ketika seorang aktor memerankan tokoh tertentu, ia memperoleh bayaran dan mungkin meraih penghargaan. Namun, ketika orang percaya "berperan" sebagai orang berdosa, ia akan tersiksa, tidak mengalami damai sejahtera, dan kehilangan sukacita. Syukurlah, anugerah Allah mengajari kita untuk menolak dosa dan memampukan kita hidup sebagai manusia baru.—ARS

BAGI ORANG PERCAYA, BERBUAT DOSA TIDAK AKAN MEMUASKAN BATINNYA.
HIDUP DALAM KEBENARAN MENDATANGKAN KESEJAHTERAAN BAGINYA.


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

MENGERJAKAN KESELAMATAN: Menuju Ke Arah Kristus


MENGERJAKAN KESELAMATAN: Menuju Ke Arah Kristus

Posted: 28 Dec 2013 10:00 AM PST

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Desember 2013 -

Baca:  2 Timotius 1:3-18

"Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman"  2 Timotius 1:9

Keselamatan memiliki arti dilepaskan atau dibebaskan dari hukuman, kutuk dan akibat-akibat dosa lainnya.  Keselamatan ini tidak dapat kita raih dengan kekuatan sendiri, misalnya dengan berbuat baik, beramal dan sebagainya.  Hanya ada satu cara untuk memperoleh keselamatan yaitu dengan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan menerima dia sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.  Namun proses keselamatan tidak hanya berhenti sampai di sini saja, atau sekali langsung selesai, tetapi harus dikerjakan terus-menerus di sepanjang hidup kita, karena keselamatan memiliki dua sisi yaitu sisi anugerah dan sisi ketaatan.  "...karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.  (Filipi 2:12-13).

     Adapun sasaran mengerjakan keselamatan ini adalah untuk menjadi serupa dengan Kristus, maka karakter kita pun harus berubah dan bertumbuh ke arah Dia, sebab  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).  Saat kita mengalami kelahiran baru yang berubah adalah roh kita, tetapi karakter, pola berpikir, kebiasaan kita belum berubah.  Maka Tuhan menghendaki kita menghasilkan buah sesuai pertobatan kita  (baca  Matius 3:8), di sinilah terjadi perubahan manusia lama ke manusia baru.  Tuhan adalah Sang Penjunan dan kita ini adalah tanah liatnya.  Dia selalu punya cara untuk membentuk dan memurnikan kita.

     Proses pembentukan Tuhan memang  'sakit'  karena di dalamnya terkandung:  penyangkalan diri, pikul salib dan komitmen untuk mengikut Dia sampai akhir hidup kita  (baca  Matius 16:24).

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."  Roma 8:29

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

Minta penggembalaan Tuhan


Minta penggembalaan Tuhan

Posted: 28 Dec 2013 05:47 PM PST

Posted on by Saat Teduh

Baca: Mazmur 119:161-176

Cukupkah anak Tuhan bermodalkan firman Tuhan untuk mengarungi kehidupan yang keras ini dengan berkemenangan? Sebagai pedoman, tentu lebih dari cukup. Firman Tuhan adalah petunjuk dari Allah sendiri untuk kehidupan yang berkemenangan di dunia milik Allah sendiri. Akan tetapi, kekuatan untuk menjalani hidup yang berkemenangan tentu bergantung kepada Tuhan sendiri. Di sinilah pemazmur memohon Tuhan untuk menggembalakan dirinya supaya tidak tersesat di jalan kehidupan (176).

Kunci hidup berkemenangan bukan sekadar memiliki dan membaca buku petunjuk (=manual) kehidupan, melainkan memperoleh kuasa untuk melakukannya. Kuasa itu ada pada Tuhan sendiri (166, 173, 174). Itulah kuasa Roh Kudus yang menyertai dan memberikan kuasa kepada setiap anak Tuhan. Firman Tuhan bukan hanya petunjuk, tetapi juga janji penyertaan Tuhan (170) dan kuasa untuk setiap orang yang membacanya. Itu sebabnya, walaupun penindasan terus berlangsung sepanjang hidup pemazmur (161), ia tetap secara konsisten dan disiplin memelihara relasi intimnya dengan Tuhan (164).

Mari menutup tahun 2013 ini dengan mengandalkan firman Tuhan dan Roh Kudus-Nya. Mungkin tahun ini Anda sering mengabaikan firman-Nya, dan tidak bersandar pada kuasa-Nya. Tidak heran hidup Anda lebih banyak kalahnya daripada menang menghadapi cobaan dan tantangan dari dunia ini. Namun, Tuhan sudah menyatakan kasih setia-Nya. Dia menuntun Anda sampai di penghujung 2013 ini. Oleh karena itu mari, di hari minggu terakhir 2013 ini kita kembali kepada tekad semula, yaitu bersama pemazmur meminta Tuhan menggembalakan kita memasuki 2014. Kita percaya, Dia yang setia akan memipin langkah kita, dengan pedoman firman-Nya dan dengan pimpinan Roh Kudus-Nya dalam hidup kita.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -

Melanjutkan Pelayanan-Nya

Posted: 28 Dec 2013 05:45 PM PST

Posted on by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini: Lukas 4:14-21 

Injil Lukas menyatakan bahwa karya dan pelayanan Tuhan Yesus adalah dalam kuasa Roh (Lukas 4:14). Melalui kutipan dari Yesaya 61:1-2, Tuhan Yesus menegaskan bahwa diri-Nya diurapi oleh Roh Kudus (Lukas 4:18, 21). Kemudian, Lukas 4:18-19 mengungkapkan pelayanan Tuhan Yesus selama di dunia. Pelayanan-Nya tertuju kepada mereka yang dalam kesulitan dan sangat membutuhkan pertolongan Allah. Pelayanan-Nya adalah pemberitaan kabar baik akan datangnya anugerah Allah yang membebaskan manusia dari dosa (4:19). Dengan memperhatikan catatan dalam Injil Lukas ini, maka pelayanan Tuhan Yesus bukan hanya mengenai keselamatan jiwa atau keselamatan kekal, tetapi merupakan suatu pelayanan yang menyeluruh atau holistik. Pelayanan Tuhan Yesus juga menyangkut kebutuhan hidup yang nyata, yaitu memulihkan kondisi mereka yang terpuruk, dan mengangkat harkat hidup manusia.

Tuhan Yesus telah kembali ke surga, namun pelayanan-Nya yang bersifat holistik itu harus dilanjutkan oleh para murid-Nya. Dalam kitab Kisah Para Rasul—yang ditulis oleh penulis Injil Lukas—dituangkan pelayanan para murid yang disertai dan dipimpin oleh Roh Kudus. Pada masa kini, tongkat estafet pelayanan Tuhan Yesus yang bersifat holistik itu telah sampai ke tangan kita. Marilah kita berkarya bagi kemuliaan nama-Nya. Sebagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri para Rasul, Roh yang sama juga akan memampukan kita untuk menjalankan pelayanan yang bersifat holistik di tengah-tengah dunia. Bagaimana cara kita melakukan pelayanan yang holistik itu? Marilah kita mulai dengan keluarga dan lingkungan terdekat kita. Beritakanlah Injil, saksikan dan bagikanlah kasih-Nya, tolonglah mereka yang membutuhkan, lakukanlah kebaikan dengan tulus hati, dan berdoalah bagi mereka. [ECW]

1 Yohanes 5:10a,11
"Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya… Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya."

Sunday, 29 December 2013

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

BIARKAN SUARANYA MENUNTUN ANDA


BIARKAN SUARANYA MENUNTUN ANDA

Posted: 28 Dec 2013 03:00 PM PST

29 Dec

Matius 2:13-14 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.

Saya tidak tahu keputusan apa yang akan saya ambil jika ada di dalam posisi Yusuf hari itu. Anda bisa membayangkan TUHAN hanya berbicara kepada Yusuf melalui mimpi. Belum ada hamba TUHAN yang mengenal YESUS, belum ada Firman TUHAN, hanya sebuah mimpi. Dalam mimpi tersebut Yusuf diarahkan oleh malaikat TUHAN untuk pergi ke Mesir menghindar dari Herodes yang akan segera mengeluarkan perintah untuk membunuh semua anak sulung di Bethlehem. Anda tahu apa artinya ini? Artinya Yusuf mesti menempuh jarak sejauh 480 km dari Bethlehem menuju Mesir bersama Maria dan bayi Yesus. Oh, sungguh bersyukur jika hari ini kita memiliki kendaraan roda dua dan roda empat yang membuat perjalanan jauh terasa dekat. Yusuf dan keluarganya berjalan kaki, atau paling tidak mereka naik Onta menuju Mesir. Perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar 6-7 hari. Saya benar-benar kagum dengan ketaatan Yusuf terhadap suara TUHAN. Tidak mudah menjadi seorang ayah dan suami untuk mengambil keputusan besar seperti itu. Namun Yusuf memilih ikut tuntunan TUHAN.

Teman, seringkali hidup kita tidak terhindarkan dari masalah. Entah masalah tersebut kita yang sebabkan, orang lain sebabkan, atau mungkin iblis yang sebabkan. Roh Kudus berkata kepada saya beberapa dari Anda yang membaca renungan hari ini sedang mengalami masalah besar. Hidup saya pribadi pun tidak luput dari masalah. Namun masalah itu ada bukan untuk kita takuti atau tangisi, melainkan untuk kita lewati. TUHAN yang kita sembah adalah sumber dari segala jalan keluar. Firman Tuhan katakan dalam 1 Kor 10:13b, "Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Teman, jalan keluar Anda ada di dalam TUHAN. Jangan cari di tempat lain. Seperti Yusuf, dengarkan suara TUHAN, dengarkan tuntunanNYA. Datanglah kepada orang-orang yang Anda tahu kehidupannya dekat dengan TUHAN. Saya berani menjamin Anda tidak akan menemukan jalan keluar bagi masalah Anda jika Anda mencarinya di luar TUHAN. Berhenti mendengarkan nasehat atau tuntunan orang yang hidupnya jauh dari Firman Tuhan, sekalipun itu terdengar enak di telinga.

Jika Anda bertanya kepada saya jalan keluar yang Anda butuhkan untuk masalah Anda, mungkin jawaban saya akan berbeda dengan hamba TUHAN lain yang juga Anda tanya. Jangan bingung jika Anda mengalami hal itu. Semata-mata artinya masalah Anda memiliki begitu banyak jalan keluar. Firman TUHAN memiliki 1000 jawaban untuk 1 masalah Anda. Ya, di dalam DIA ada jawaban yang Anda butuhkan. (penulis: @mistermuryadi)

Posted by Admin GoodNews2Us | Posts under :

SUMBANGSIH WILLIAM COWPER


SUMBANGSIH WILLIAM COWPER

Posted: 28 Dec 2013 09:00 AM PST

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Korintus 12:12-31

Kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang kurang layak diperlihatkan, kita berikan perhatian khusus. (1 Korintus 12:23)

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 17-18

Apa yang dapat dilakukan oleh seorang penderita gangguan kejiwaan? William Cowper menjawabnya dengan menulis puisi dan syair nyanyian rohani, banyak di antaranya yang menyentuh hati dan masih dinyanyikan hingga hari ini. Padahal ia jatuh ke dalam lembah depresi sejak usia 21 tahun, dan sudah berkali-kali ia berusaha untuk bunuh diri. Ia pernah dirawat di rumah sakit jiwa, dan di sanalah ia membaca Alkitab dan bertobat. Di tengah penderitaan ini, ia menulis tidak kurang dari 68 syair lagu rohani sepanjang hidupnya. Selama itu ia mendapatkan dorongan semangat dari John Newton, pendetanya, yang terus mengajaknya bersumbangsih melayani Tuhan.

Tindakan John Newton tersebut adalah contoh nyata prinsip saling menolong selaku tubuh Kristus. Dalam ilustrasi mengenai tubuh, seluruh anggota memiliki fungsi dan tempatnya masing-masing menurut kehendak Allah (ay. 18). Setiap bagian saling membutuhkan (ay. 22). Bahkan, anggota yang tampak paling lemah justru yang paling dibutuhkan (ay. 22). Yang tampaknya tidak elok, perlu diperhatikan secara khusus dan dihormati. Setiap anggota harus saling memperhatikan dan, dengan demikian, perpecahan dapat dihindarkan (ay. 25).

Memperhatikan, mengajak, memberi tempat, dan menghormati mereka yang tampaknya lemah, yang kurang terampil dan tidak pandai, adalah perwujudan karakter kristiani yang mulia. Itulah tindakan nyata dari kasih. Alangkah indah dan eratnya persekutuan kristiani bila setiap orang percaya melakukan tindakan kasih seperti ini.—HEM

KRISTUS DIMULIAKAN KETIKA KITA SALING MEMPERHATIKAN
DAN MENGHORMATI SESAMA ANGGOTA TUBUH-NYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

MELAYANI DENGAN KEKAYAAN

Posted: 27 Dec 2013 09:00 AM PST

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 8:1-3

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan harta milik mereka. (Lukas 8:3)

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 14-16

Seorang teman yang berpendidikan tinggi berujar bahwa ia tidak ingin mengejar kekayaan atau menjadi orang kaya. Pasalnya, tidak sedikit orang yang justru terjerat oleh kekayaan. Menurutnya, banyak orang yang hatinya mulai serong ketika menjadi kaya. Tidak lagi berpijak kuat pada prinsip, namun mulai goyah dan mudah kompromi dengan dosa.

Rombongan pelayanan Yesus terdiri dari bermacam latar belakang profesi dan kehidupan. Di antaranya adalah para perempuan (ay. 2). Para perempuan ini ikut menyertai Yesus memberitakan injil di desa dan kota (ay. 1). Mereka bukan hanya penonton dari pelayanan Yesus, melainkan ikut melayani dengan kekayaan mereka (ay. 3).

Perikop ini mengingatkan saya pada pendapat teman saya tadi. Saya menyadari bahwa kekayaan memang bisa menjadi jerat. Karena ketakutan seperti itu, saya maklum jika beberapa orang menghindari kekayaan seperti teman saya. Sebaliknya, ada pula yang mengejar kekayaan dengan segenap daya.

Bagaimana sepatutnya kita bersikap? Kekayaan adalah anugerah. Dengan rendah hati kita mengakui bahwa Tuhanlah yang memberi kita kekuatan untuk meraih kekayaan (bandingkan Ul. 8:17-18). Menjadi kaya, dengan demikian, adalah kesempatan dan tanggung jawab yang besar untuk melayani. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan melayani dengan kekayaannya. Jelaslah, kekayaan itu bukanlah jerat, bukan pula kesempatan untuk berbuat semaunya. Sebaliknya, kekayaan adalah kehormatan untuk memberikan sumbangsih bagi pelayanan Tuhan semesta alam.—MRT

KEKAYAAN BUKANLAH JERAT, MELAINKAN SARANA
UNTUK MEMULIAKAN TUHAN DAN MELAYANI SESAMA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:

“AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP” 1 Korintus 6:12 1 Korintus 8:3 2014 ABRAHAM ABRAHAM: Membangun Mezbah Abram absalom Agama Tidak Menyelamatkan Agnes Monica AGU ROHANI KRISTEN AJARKU BERDIAM Alkitab Allah allah anak allah bapa Allah Peduli Allah Taala Allah Yang Setia Amsal 11:27 Anak Domba ANAK SEKOLAH MINGGU Anniversary Are We Prepared asmirandah Asmirandah Zantman Atas Dosa Awesome God ayub bagi tuhan bangsa isreal Bapa Selidiki Hatiku Baptisan Batasan Belajar berbuat baik Berdoa Berdoalah ‪BERHASIL‬ BERHENTI MEMBATASI IMAN ANDA berita baik Berita Injil Berkabung Berkat dan Undian Berlari Padamu berserta lirik lagu berusahalah mendapatkannya Betapa Hatiku Boy Sopranos carilah perdamaian Christmas Song Cinta-Ku Cintamu Damai BersamaMu Dampak Kekosongan dan yang terpenting DARI TERBIT MATAHARI Darlene Zschech daud Di Setiap Nafasku dikasihi yesus doa harian kristian Doa Mengubah Segala Sesuatu doaku doktrin Domba Domba Allah dosa Dosa Percabulan Dosa Serakah efesus 6:1-3 embun faith firman Firman‬ Tuhan gerija tuhan Get Our Hands Dirty GMB GNF good friday GoodNews Fellowship GoodNews Fellowship Matang goodnews green height GoodNews2us Green Height Grezia hakim segala bangsa hamba rokok Hanya Yesus Juruselamat Harapan Bangsa Harapan Bangsa Lyric Hargai harta Hidup How great is our GOD Hubungan hubungan keluarga ia dikenal oleh Allah Iman iman petrus agung Indah oh Indah Injil Iraq Isa Almasih Jaclyn Victor Jadikan Aku Indah jalan yang lurus janda JANGAN BERKOMPROMI Jangan Pernah Bersedih Jangan sombong jason jauhilah yang jahat Jeffry Tjandra Jesus JIKALAU BUKAN TUHAN SIA-SIALAH USAHA KITA Jodoh Impian John 3:16 jujur jumaat agung Kagumi KARENA TAK PERCAYA Kasih Allah Kasih SetiaM Kasih Tuhan Kasih Yesus Kasihilah sesama manusia Kasihilah Tuhan Allahmu Kau Saja Kaulah Harapan kayu salib kebenaran Kegagalan kehidupan keilahian Yesus Kejadian 2:18 Keluaran 14: 16 KEMARAHAN Kemenangan KESAKSIAN Keselamatan KETIKA DOSA DIBERESKAN Khotbah Khotbah Pastor Kingdom of God Kisah Dua Lelaki kisah lucu kristian Kisah Penjual Minuman Kisah Teladan Kisah Tiga Pokok ‎Kitab‬ Suci Krismas kristen kristian Kristus kuasa doa kumenyembah kutetap setia Kutukan Setan Lagu Hari Natal lagu rohani Lagu Rohani Kristen Lagu Rohani Terbaru Lagu Rohani Terbaru 2014 - PertolonganMu - Citra lagu Yesus Lahir LAPAR DAN HAUS AKAN TUHAN LAZARUS Lebih Dalam Lirik Lagu Rohani Kristen LYDIA KANDOU Marah Menimbulkan Celaka Markus 16 masalah berat matius Matius 22:37-40 mazmur 1:1 - 1:3 mazmur 23 Mazmur 34:15 Membangun Mezbah MENANGGAPI MUSIBAH Mengejar Hadirmu - GMB Mengembangkan Talenta MENGENAL YESUS Menggigil Kedinginan Menjadi Bijak Menjadi‬ orang ‎menurut‬ prinsip ‪Tuhan‬ Merawat Hubungan Mike Mohede Miliki miskin mujizat tuhan mujizat tuhan kasih tuhan Mujuzat Itu Nyata Nabi Musa NAFSU Nama Yesus Natal Nikita oleh Isa Almasih orang yang diberkati orang yang mengasihi Allah Oxygen True Worshippers Youth Palestin dan Israel Pastor Jeffrey Rahmat Pastor Luke Pdt. Gilbert Lumoindong Pencuri Kue Penganiayaan Kristian perintah Perkahwinan perkara doa Perkongsian Perkongsian Kebaktian Pertolongan petrus agung pilihan yang salah Puji Puji dan Sembah Putus Hubungan roh kudus Roma 15:13 Roma 5:1-5 SAAT ANDA MERAGUKAN KASIHNYA SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN salah fokus Sampai Sesuatu Terjadi Santa Claus Sarah Sarai Sari Simorangkir Sdri Maria Selamat hari Krismas Selamat hari natal Sembah semua bangsa Semua Orang Pasti Menangis sentuh hatiku September 25 2015 September 7 SERI UTUSAN TUHAN Seru Nama Yesus sidney mohede Sikap Rendah Hati Single Forever Stefano Sanjaya stop worrying Sudah Selesai Sukacita Surga syukur Taurat Musa Telinga Ibu Tepat pada Waktu terima kasih kepada Yesus Penyelamat saya Terlalu Besar Teruskan Berdoa The Power of Your Love Tiba Saatnya Tinggal Dalam Firman Titus 2:7 True Worshippers True Worshippers Youth tuhan Tuhan Dengar Doaku Tuhan menjadi Manusia Tuhan Pasti Sanggup Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat Tuhan Yesus Turun dan Naik untuk orang lain UTUSAN TUHAN Vania Larissa Vanissa Larissa Wahyu YANG ADA DI ALKITAB Yang Lumpuh disembuhkan yang terutama Yeremia 17:5 Yesaya 1:18 Yesaya 27:3 Yesus Yesus JuruselamatKu YESUS KEKUATANKU YESUS KRISTUS Yesus Tuhan Yohanes